Selasa, 24 Januari 2017

Roti Tawar Taro atau Taro Bread



Bismillah.

Assalamu’alaikum...

Setelah ngerjain PR beli loyang untuk keperluan belajar teknik baking Au Bain Marie, saya tergoda juga untuk beli loyang roti tawar, pengen nyobain bikin roti tawar sendiri, hehe. Pengennya bikin roti tawar marmer, dengan sedikit semburat warna lain selain warna putih. Yuuk...


Roti Tawar Taro atau Taro Bread
Source: catatan-nina.blogspot.co.id
Modified by me

Bahan :
400 gr tepung terigu protein tinggi (cakra kembar)
100 gr tepung terigu protein sedang (segitiga biru)
27 gr susu bubuk (1 sachet susu Dancow putih)
2 sdt ragi instan
40 gr gula pasir
300 ml air es
 40 gr margarin
1/2 sdt garam
1/2 sdt bubuk taro

Cara Membuat :

  • Siapkan loyang roti tawar dengan tutupnya, ukuran 25x10x10 cm, oles bagian dalam dan tutupnya dengan margarin, alasi dengan kertas roti (termasuk dengan tutupnya), oles kembali dengan margarin.
  • Campur tepung terigu, susu bubuk, ragi dan gula pasir. Aduk rata.
  • Campurkan bubuk taro dengan sedikit air es, aduk rata, sisihkan.
  • Masukkan air es ke dalam campuran tepung sedikit demi sedikit, secara bertahap, uleni hingga kalis. Masukkan margarin dan garam, uleni lagi hingga kalis dan elastis. Bulatkan adonan dan diamkan 30-45 menit.
  • Kempiskan adonan, bagi menjadi 2 bagian sama besar. Tambahkan satu bagian dengan pasta taro, uleni kembali hingga kalis dan elastis, tambahkan sedikit margarin sambil diuleni jika dirasa adonan cukup lengket. Bulatkan kembali.
  • Bagi tiap adonan menjadi 4 bagian sama besar dan bulatkan kembali. Diamkan selama 10 menit.
  •  Ambil satu bagian adonan putih, giling memanjang, letakkan satu bagian adonan taro diatasnya, giling kembali, kemudian gulung sambil dipadatkan. Lakukan hingga habis.
  • Letakkan gulungan adonan di loyang roti tawar yang telah disiapkan. Tutup loyang hingga 3/4 bagian. Diamkan selama 40-50 menit hingga adonan setinggi 3/4 loyang. Tutup rapat loyang dan diamkan 20 menit.
  • Oven dengan suhu 180'C selama 50 menit atau hingga matang.
  • Angkat, buka tutupnya dan keluarkan dari loyang. Dinginkan.
    Iris-iris, siap disajikan dengan selai favorit.



Agak ribet yah bikinnya, lebih gampang beli yang udah jadi, hehehe. Namanya juga belajar, bereksperimen, pengen roti tawar yang berwarna celepok-celepok di berbagai sisi, bukan full body. Alhamdulillah berhasil membuat Roti Tawar Taro sesuai dengan harapan.

Rasanya? Alhamdulillah sesuai, enak, dengan semburat aroma Taro yang sukses menuhin rumah, baik saat masih dipanggang maupun saat sudah matang. Rotinya pun Alhamdulillah berserat lembut, nggak keras ataupun kasar.

Tapi, saya agak was-was lho pas masuk proses panggang. Karena ini adonan mumbul banget, ngembang, dan kebetulan loyang roti tawar saya memang yang loyang kecil, saya sesuaikan dengan oven saya. Takut nggak muat atau terlalu padat karena space ngembangnya terbatasi sama tutupnya, sempat kepikiran nggak ditutup aja, tapi saya pengennya bikin yang kotak gitu. Alhamdulillah aman.

Saya juga sempet takut gagal, karena loyangnya tertutup, takutnya nggak kelihatan gitu kalau sudah matang tapi nggak ketahuan. Kalau terbuka layaknya bikin cake atau roti biasa kan kelihatan tuh kalau sudah matang, ada semburat kecoklatan di permukaannya. Tapi Alhamdulillah amaan lagi.

Puas banget bisa bikin roti tawar sendiri. Nguleninya aja yang agak ekstra ya, karena memang adonan ini di desain untuk loyang 30x10x12 cm. Kebayang kan selisihnya sama loyang saya. Hehehe.

Bikin Roti Tawar Taro sendiri yuk, aroma Taronya nendaang banget, dijamin sampai ke hidung tetangga sebelah...

Happy Baking ^^



Salam,

Lisa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar