Jumat, 22 September 2017

Tumis Nugget Sayur Saus Tiram



Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Saya jarang banget bikin yang sebangsa tumis-tumisan, karena memang kurang suka dan nggak ahli juga sama masakan tumis-tumisan. Kalau masak tumis senengnya tetap dikasih kuah sedikit, jadi agak-agak berair gitu, gak pernah kering, tetep pengen ada kuahnya meskipun namanya tumis.

Nah, ini adalah salah satu menu andalan dikala mager menyerang, tinggal potong-potong, iris-iris trus cemplung-cemplung aja, tahu-tahu udah jadi, hehehe...




Tumis Nugget Sayur Saus Tiram
Source: Majalah Sekar
Modified by me

Bahan:
6 buah Nugget Stick, iris dadu
1 buah wortel, potong korek api
1 buah labu siam, potong korek api
100 gr bunga kol, potong per kuntum
3 sdm minyak goreng
2 buah cabe keriting, iris serong tipis-tipis
2 butir bawang merah, iris tipis
2 siung bawang putih, iris tipis
1, sdm saus tiram
1 sdt minyak wijen
1 sdt garam
100 ml air

Cara Membuat:

  • Panaskan minyak goreng, tumis bawang merah, bawang putih dan cabe keriting hingga harum, masukkan nugget, aduk sebentar, tambahkan air.
  • Masukkan wortel, bunga kol dan labu siam, bumbui dengan saus tiram, minyak wijen dan garam. Tes rasa.
  • Masak hingga setengah matang dan air agak berkurang.
  • Siap disajikan.


Mudah banget kan? Semoga jadi solusi juga buat temen-temen yang mood masaknya angin-anginan kayak saya, hehehe.

Happy cooking ^^





Salam,


Lisa.

Kamis, 21 September 2017

Bolu Hongkong Keju



Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Bikin ini udah lamaaa banget, niat banget bikin malah, buat dibawa jalan-jalan bareng Pak Suami sebelum bulan Ramadhan kemarin. Dan ternyata enaak banget lhoo, lembut, moist, fluffy, kata apa pun dah yang bisa menggambarkan kalau bolu ini beneran lembut banget. Gak berasa kalau ini merupakan sejenis bolu. Beda banget sama bolu seperti biasanya yang menurut saya seret, susah ditelan dan bikin haus.

Yuk ah lah bikin...

Bolu Hongkong Keju
Source: Tintin Rayner
Modified by me

Bahan:
Adonan I:
4 butir kuning telur
30 gr gula pasir
1 sdt emulsifier

1 sdm susu cair
¼ sdt vanilla cream bubuk

Adonan II
4 butir putih telur
½ sdt cream of tar-tar
¼ sdt garam
50 gr gula pasir

60 gr tepung terigu protein rendah (kunci)
10 gr tepung maizena
½ sdt baking powder
30 gr keju cheddar parut
50 gr margarin, lelehkan

Topping:
Keju cheddar parut
Kacang Kenari

Cara Membuat:

  • Kocok bahan Adonan I sampai kental dengan kecepatan tinggi kurang lebih selama 5-10 menit, kemudian turunkan ke kecepatan rendah, masukkan susu cair dan vanilla cream bubuk, sisihkan.
  • Kocok bahan Adonan II: Kocok putih telur dengan cream of tar-tar dengan kecepatan tinggi sampai setengah mengembang (berbusa), masukkan garam, kocok sebentar, kemudian masukkan gula pasir secara bertahap (3 tahap), kocok terus sampai mengembang hard peak (kaku, tidak tumpah saat baskom dibalik).
  • Campurkan bahan Adonan II ke Adonan I sambil dikocok dengan kecepatan rendah.
  • Tambahkan tepung terigu, tepung maizena dan baking powder, aduk rata.
  • Masukkan keju parut dan margarin cair, aduk rata.
  • Tuang ke dalam cup sampai hampir penuh, taburi keju parut dan kacang kenari.
  • Panggang hingga matang.




Saya pakai paper cup segi empat, biar tampilan jadi makin cantik. Sayangnya karena adonan agak cair, paper cup akan sedikit melebar hampir ikutan leleh, segera masukkan aja ke oven. Punya saya ada bocornya sedikit di bagian bawah. O iya, jangan terlalu penuh saat mengisi, biar nggak luber, karena adonan akan sedikit mengembang.

Jangan lupa juga dengan topping-nya, saya pakai keju parut dan kenari, sayangnya kenarinya malah tenggelam, hehehe. Entah kenapa kalau masang topping selalu saja rawan tenggelam, jarang bisa sukses nempel di permukaan.
Cuma satu sih kekurangannya, kurang banyak, hehehe. Mungkin memang karena komposisi adonannya memang sedikit ya, jadi hasilnya pun juga cuma jadi 10 cup aja. Tapi ini worth it banget buat dicoba. Yuuuk baking...

Happy Baking ^^




Salam,



Lisa.

Rabu, 20 September 2017

Bubur Mutiara



Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Saya sukaaa sekali dengan bubur mutiara, tapiii saya sukanya yang tanpa santan. Dulu saat saya masih kecil, ibu saya sering sekali membuatkan saya bubur mutiara. Dan saya nggak pernah mau makan bubur yang pakai santan. Suka mutiaranya aja, karena rasanya manis.



Bubur Mutiara

Bahan :
200 gr biji mutiara
2 liter air
8 sdm gula pasir
1 helai daun pandan, simpulkan
Bahan Kuah Santan :
400 ml santan
1/2 sdt vanilli
1 sdt garam
1 helai daun pandan

Cara Membuat : 

Kuah Santan: campur semua bahan kuah santan, masak hingga mendidih, sisihkan. 

Mutiara:
  • Didihkan air, baru kemudian dimasukkan mutiara dan daun pandan.
  • Masak sambil sesekali diaduk hingga air menyusut dan mutiara lunak (tidak terdapat titik berwarna putih di dalamnya)
  • Masukkan gula pasir, aduk hingga rata, lakukan tes rasa.
  • Biarkan dingin dan baru kemudian hidangkan dengan kuah santan.

Kelihatannya gampang banget ya masak bubur mutiara, tapi saya pernah gagal lho beberapa kali. Mutiaranya nggak bisa matang dengan sempurna alias masih ada titik putih di dalamnya, dan seringkali warnanya nggak bisa merah banget kayak kebanyakan bubur mutiara. Warnanya cenderung bening dengan titik putih di dalamnya. Belum tanak benar atau belum matang. Jadi agak-agak kapok juga sih, jadinya jaraaang banget mau bikin lagi. Paling mentok kalau pengen ya beli, walaupun habis itu sok-sokan jadi kritikus makanan, nggak puas sama ini-itu, hehehe.

Setelah berhasil, rasanya jadi amazed banget, amazed dengan keberhasilan diri sendiri, hehehe, Alhamdulillah, akhirnya berhasil juga, setelah sekian lama.

Yuuk ah bikiinn...

Happy Cooking ^^



Salam,


Lisa.

Long Time No See...



Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Lamaaa banget nggak nge-blog, berasa kangeen... Tapi, apa daya, ada prioritas lain yang membutuhkan banyak perhatian. Jadi nge-blog pun dikesampingkan untuk sementara, walaupun draft saya udah banyaaak banget, hehehe. Mohon dimaklumi yaa, Insya Allah akan saya ceritakan kapan-kapan, harus ijin dengan suami dulu. Alhamdulillah, Insya Allah akan mulai nge-blog lagi, dan semoga semakin konsisten nge-blog. Finally Settled. Horeee...

Eh iya, karena nggak sempat untuk posting blog, saya pun melewatkan posting tentang Lebaran Idul Fitri sampai Lebaran Haji atau Idul Adha. Hehehe. Terlambat nggak apa-apa kan ya, daripada enggak sama sekali.

Taqaballahu minna wa minkum, Minal aidin wal faizin, Mohon maaf lahir dan batin ya...
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H. Semoga kita semua dapat kembali fitrah dan diizinkan untuk bertemu dengan Ramadhan tahun-tahun berikutnya, Amiiinn...

Dan...

Selamat Hari Raya Idul Adha 1438 H. Semoga kita dapat belajar tentang arti ketaatan dan keikhlasan atas perintah Allah subhanahu wa ta’ala melalui kisah Nabi Ibrahim Alaihi Salam dan Nabi Ismail Alaihi Salam. Amiiinn...

Setiap Lebaran Idul Fitri, keluarga suami saya, mertua beserta kakak dan adik ipar, kami, selalu menyempatkan untuk mengambil foto keluarga. Ini foto saya bersama dengan keluarga suami (mertua, kakak dan adik ipar). Alhamdulillah lengkaap. Semoga tahun depan bisa bertambah anggota keluarga. Amiinn...


Kalau yang ini dari keluarga saya plus keluarga Pak Lik saya, alias adiknya Bapak saya, karena Bapak saya hanya dua bersaudara jadi begitu ngumpul ya segini aja. Moment langka, jarang banget bisa foto full begini, bahkan mungkin ini yang pertama kalinya. Berbeda dengan keluarga dari suami saya. Apapun itu, Alhamdulillah. Semoga bisa terus ngumpul-ngumpul di tahun-tahun berikutnya. Aamiin...




Salam,


Lisa


Rabu, 24 Mei 2017

Sayur Bobor Bayam



Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Ini adalah salah satu daily menu kami yang selalu sukses bikin GMO (gagal-move-on) sama lidah ndeso. Iyes, Sayur Bobor Bayam, begitu masyarakat daerah kelahiran saya menyebutnya. Mirip dengan sayur bayam, karena memang bahan utamanya menggunakan Bayam, bedanya adalah penggunaan santan pada kuah sayurnya. Sehingga kuahnya menjadi lebih kental sebagai akibat dari penggunaan santan. Tapi saya lebih suka tidak terlalu kental, yang penting ada bau santan aja sudah cukup buat saya, cuma syarat aja biar bisa disebut Sayur Bobor Bayam, hehehe.

Sayur Bobor Bayam

Bahan:
1 ikat Bayam, siangi, cuci bersih
1 batang wortel, iris tipis, serong
1 tongkol jagung manis, pipil
1 buah labu siam, iris kotak panjang
1000 ml air
65-130 ml santan instan

Bumbu:
5 siung bawang merah
2 siung bawang putih
2 lembar daun salam
1 ruas lengkuas, geprek
1 sdt ketumbar, sangrai sebentar
2 sdt garam
1 sdm gula pasir

Cara Membuat:

  • Haluskan bawang merah, bawang putih, dan ketumbar. Sisihkan.
  • Masak air, masukkan jagung manis pipil dan labu siam, rebus keduanya hingga lunak dan empuk.
  • Tambahkan wortel, bayam, bumbu halus, daun salam dan lengkuas geprek, aduk sebentar, kemudian masukkan santan. Kecilkan api sambil diaduk terus agar santan tidak pecah.
  • Masukkan garam dan gula pasir, tes rasa.
  • Masak hingga mendidih dan bumbu meresap.
  • Angkat dan sajikan dengan sepiring nasi hangat.



Gampang banget yah bikinnya? Ini merupakan salah satu Daily Menu di rumah orang tua saya dan rumah mertua saya. Setelah saya punya rumah sendiri pun masakan ini saya teruskan menjadi Daily Menu kami (saya dan suami). Karena kami punya lidah ‘ndeso’ jadi makannya ya adanya yang tradisional begini, hehehe. Enggak sih, alasan sebenarnya adalah karena mudah sekali membuatnya, dan tentu sarat akan sayuran. Mudah juga dikombinasikan dengan lauk pauk lainnya.

Untuk Jagungnya, bisa langsung dipipil seperti saya atau dibagi tiga sampai empat menjadi ukuran yang lebih kecil. Tapi, harus diingat juga kalau batang jagung ikut direbus sehingga perebusan jagung menjadi jauh lebih lama, oleh sebab itu, jagung direbus terlebih dahulu hingga empuk, baru masukkan sayuran lain. Kalau maunya cepet, bisa dipipil terlebih dahulu seperti saya.

Menurut pengalaman saya, labu siam juga termasuk sayuran yang agak susah lunak ya, jadi pastikan dulu labu siamnya juga empuk, baru dilanjutkan dengan langkah selanjutnya.

Saya terbiasa menyangrai ketumbar terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam sayur agar rasa sayur tidak getir (aduh, apa ya Bahasa Indonesianya getir?!). tapi sangrai hanya sebentar saja, sambil menggoyang-goyangkan wajan atau diaduk dengan menggunakan penggorengan. Jangan sampai terlalu gosong agar sayur tidak berwarna gelap.

Untuk santannya, kami kurang suka kuah sayur dengan santan kental, jadi silakan disesuaikan sendiri dengan selera masing-masing ya. Kalau saya cukup bening aja, santannya kayak syarat aja, biar aromanya santan, nggak terlalu pekat atau kental.

Mudah kan? Yuuuk bikin... Sajikan dengan taburan bawang goreng bersama nasi hangat. Hhmm, nikmatnyaaa...

Semoga bermanfaat ya ^^


Salam,


Lisa.