Senin, 30 Januari 2017

Lontong 2




Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Sepertinya saya sedang agak nge-fans sama Lontong ya... kalau diinget-inget, minggu kemarin saya juga bikin Lontong dengan resep yang berbeda, sekarang bikin lagi, dan sepertinya masih pengen masak sesuatu yang memakai Lontong, hehehe. Agak amazed sama hasil Lontong yang saya buat, halus dan berasanya lembut banget dimulut. Ini dia resepnya, yuukk...

Lontong

Bahan:
200 gr Beras
Air secukupnya
1 sdt garam
Daun pisang untuk membungkus
Tusuk gigi untuk menyemat daun

Cara membuat:
  • Bersihkan beras, kemudian tambahkan garam dan rendam dalam air selama 1-2 jam. Tiriskan beras (setelah 2 jam).
  • Buat gulungan erat dengan menggunakan beberapa lembar daun pisang. Sematkan dengan tusuk gigi di salah satu ujungnya.
  • Isi dengan beras sebanyak ½ - ¾ dari keseluruhan panjang Lontong. Sematkan dengan tusuk gigi. Lakukan hingga habis.
  • Masukkan Lontong dalam panci berisi air, pastikan semua bagian Lontong terendam air.
  • Rebus selama 2-3 jam.
  • Angkat, siap disajikan.

Resep Lontong yang ini berbeda teknik dengan yang sudah saya post sebelumnya ya. Bedanya dimana? Beda semua, hehe. Beda cara masaknya, tentu hasilnya juga sedikit berbeda. Saya kurang tahu ya, penjual yang menjual makanan yang menggunakan pelengkap Lontong biasa menggunakan teknik yang mana. Semua disesuaikan dengan selera saja. Lebih mudah dan sesuai dengan yang mana, sesuai dengan kebutuhan dan selera masing-masing.

Saya pribadi, kalau memilliki waktu yang leluasa, mungkin akan memilih resep yang ini. Karena hasilnya jelas lebih halus dan lebih lembut, penampakan Lontongnya pun terlihat lebih mulus. Hanya saja, proses persiapan dan memasaknya lebih lama. Jika menginginkan Lontong bertekstur padat, pastikan mengisi lebih banyak beras, sehingga saat masak, Lontong akan memadat karena keterbatasan ruang. Sebaliknya jika terlalu sedikit, maka tekstur Lontong akan lembek.

Sedangkan untuk Resep Lontong yang sebelumnya saya share, yang menggunakan teknik diaron terlebih dahulu, menghasilkan Lontong yang tidak terlalu halus dalam penampakannya, begitu juga saat dimakan, rasanya pun kurang begitu lembut di mulut. Semua tergantung dari kekuatan tangan kita untuk memadatkan.
Kalau soal rasa In Sya Allah keduanya memiliki rasa yang hampir sama, rasa Lontong, hanya sedikit terdapat perbedaan dari segi tekstur dan kelembutan saat dimakan. Resep ini jadi 5 porsi Lontong ya, karena daun pisang saya kecil-kecil alias kurang lebar, jadinya sesuai dengan ukuran daun pisangnya, jadi 5 porsi kecil-kecil.

Selamat mencoba,

Semoga bermanfaat ya ^^



Salam,



Lisa.

Minggu, 29 Januari 2017

Orange Kugelhopf Cake



Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Niatnya sih cuma iseng, Kepo, nyari terjemahannya, artinya atau definisinyalah Kugelhopf itu apa, eeh malah jadi tahu macam-macam, malah jadi belajar. Hehehe.

Kugelhopf [koo-guh l-hopf, -hawpf] (N, German Cookery) is a sweetened bread, flafoured with raisin and almonds, baked in a ring-shaped mold, and usually dusted with a powdered sugar befor serving. 

Sepengetahuan saya, berdasarkan definisi dari berbagai sumber, Kugelhopf adalah semacam roti manis yang bisa disajikan plain dengan variasi cokelat acak seperti Marmer Cake yang disajikan dengan taburan gula halus diatasnya. Bisa juga dipanggang dengan tambahan kismis ataupun almond. Roti ini dipanggang atau di oven dengan loyang yang disebut Loyang Kugelhopf atau Kugelhopf Pan. Nah, Kugelhopf Pan-nya kayak apa? Kugelhopf Pan-nya mirip banget dengan Loyang yang kebanyakan disebut dengan Loyang Tulban. Entah ya, saya pun pernah membaca dari satu sumber yang menyebutkan kalau Kugelhopf Pan itu dibentuk seperti Sultan’s Turban. Mungkinkah Kugelhopf Pan itu sama dengan Loyang Tulban? Who knows? Karena segala sesuatu tentang Kugelhopf ternyata memiliki banyak versi, mulai dari originnya, historisnya, bentuk loyangnya, bahkan cara pengucapan dan penulisan kata Kugelhopf di tiap daerah yang mengklaim pemilik asli Kugelhopf pun berbeda-beda. Tetapi, secara garis besarnya, Kugelhopf lebih dekat kepada tekstur roti daripada cake.

Nah, berarti salah dong saya? Nggak apa-apa, karena saya nemu resepnya pun juga begitu adanya, lagian cake-nya hasilnya enak kok...

Yuuk, ikutan bikin...



Orange Kugelhopf Cake

Source: Sedap Sekejap Khusus Pemula Edisi 25/ V/ 05
Modified by me

Bahan:
225 gr margarin
225 gr gula pasir
4 butir telur, pisahkan kuning dan putihnya
275 gr tepung terigu
25 gr tepung maizena
2 sdt baking powder
¼ sdt garam
150 ml jus jeruk siap pakai
1 sdt kulit jeruk, didapat dari 1 buah jeruk lemon

Sirup:
100 ml jus jeruk siap pakai
2 sdm gula pasir
1 sdt air lemon

Cara Membuat:
  • Kocok margarin dan 175 gr gula pasir sampai lembut, kemudian tambahkan kuning telur satu per satu sambil terus dikocok.
  • Tambahkan tepung terigu, tepung maizena dan baking powder, aduk rata. Masukkan secara bergantian dengan jus jeruk dan kulit jeruk. Aduk rata. Sisihkan.
  • Kocok putih telur sampai setengah mengembang, kemudian tambahkan sisa gula pasir (50 gr). Kocok hingga mengembang, tambahkan garam, kemudian kocok kembali.
  • Masukkan adonan putih telur ke dalam adonan tepung sedikit demi sedikit, secara bertahap sambil diaduk rata.
  • Tuang adonan ke dalam loyang gugel yang sudah dioles margarin.
  • Panggang dengan suhu 180’ C selama 45 menit. Angkat, diamkan dalam suhu ruang selama 10 menit.
  • Rebus semua bahan sirup sampai mendidih dan mengental.
  • Oleskan cairan sirup ke atas cake dengan menggunakan kuas sambil ditepuk-tepuk agar sirup meresap ke dalam cake.
  • Siap disajikan.

Hasil cake-nya berrongga halus dan lembut banget di mulut. Lebih padat daripada Chiffon Cake dan Sponge Cake tapi lebih ringan daripada Pound Cake. Ada semburat rasa manis asamnya sirup yang di kuaskan ke atas cake. Jadi sengaja memang tidak saya taburi gula halus diatasnya agar rasa cake-nya tidak terlalu manis nantinya. Walaupun bagus buat foto sih, hehe.

Cake ini biasa disajikan sebagai teman minum kopi atau teh di pagi atau sore hari sambil ngobrol-ngobrol cantik gitu katanya. Hehe. Kugelhopf Cake ini termasuk dalam cake yang mengenyangkan, sepotong saja cukup untuk mengisi perut, tapi saya masih pengen-pengen terus, hehe. Rasa manis asamnya sirup jeruk dan lemon bikin nagih banget.

Gara-gara kepo nih, saya jadi belajar macam-macam hanya ituk cake ini saja. Hehe. Jadi penasaran, bikin Kugelhopf yang sebenarnya. Hmm, nambah PR lagi nih saya.




Happy Baking^^



Salam,


Lisa.

Kamis, 26 Januari 2017

Gado - Gado



Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Begini nih kalau ngajak makan saya, kalau nggak puas sama apa yang dimakan, ujung-ujungnya pasti kepengen bikin sendiri. Hehehe. Jadi ceritanya, saya diajak makan sama Pak Suami, nyobain Gado-Gado di salah satu Resto Gado-Gado yang cukup terkenal di Jakarta. Nah, ada satu atau beberapa yang mungkin nggak pas sama selera lidah saya dan Pak Suami. Jadi setelah makan, kami pun sok-sok-an, mengkritisi secara diam-diam dan bisik-bisik tetangga, kenapa begini dan begitu kurang ini dan itu. Merasa tertantang-lah saya, dan langsung mengutarakan niat saya ke Pak Suami. Hasilnya? Di-Aamiin-in-laaahh... Wong Pak Suami saya juga seneng makan, hehehe...

Yuuukk...



GADO-GADO
Source: catatan-nina.blogspot.com
Modified by me

Bahan:
Lontong / ketupat *resep Lontong sudah pernah saya share sebelumnya yah
Kentang, rebus, kupas, potong-potong
Tahu dan tempe goreng
Tomat
Kacang panjang, seduh air panas
Selada
Telur rebus

Pelengkap:
Krupuk Emping
Sambal
Bawang goreng

Bahan Bumbu Gado-gado:
250 gr kacang tanah, goreng
5 siung bawang putih, goreng sebentar
100 gr gula merah, sisir halus
2 sdt garam
1 sdm gula pasir
400 ml santan instan
200 ml air

Cara Membuat Bumbu:
1. Haluskan kacang tanah, bawang putih dan gula merah.
2. Siapkan panci, letakkan bumbu yang sudah dihaluskan di dalamnya, nyalakan api dan tuang santan.
3. Tambahkan gula dan garam, masak sambil sesekali di aduk hingga bumbu halus dan mendidih. Lakukan test rasa ya.
4. Matikan api dan siap digunakan.

Penyelesaian :
1. Iris-iris bahan gado-gado, letakkan di atas piring saji.
2. Tuang bumbu dan sajikan dengan pelengkap

Ternyata, memasak Gado-Gado itu agak-agak ribet yaaa, hahaha... Sebenarnya cuma gitu doang sih, mungkin sayanya aja yang lebay. Hehehe. Yang agak memberatkan itu adalah proses mengupas kacang tanah dan membuang kulitnya setelah digoreng. Kita mesti pinter-pinter memilah agar bumbu Gado-Gado kita nantinya halus. Tapi mungkin, saya aja yang belum paham cara menggoreng dan mengupas kacang tanah. Jadi PR selanjutnya buat saya.

Untuk sayurnya, suka-suka ya, bisa ditambahin Timun, Tauge atau Kecambah, dan Kol juga. sesuai selera saja. Alhamdulilllah rasanya sesuai dengan lidah saya dan Pak Suami, dan lagi, lebih puas juga, mau dibanyakin sayurnya atau bumbunya mah bebaass, hahaha.




Happy Cooking,

Semoga Bermanfaat ya ^^







Salam,




Lisa.

Rabu, 25 Januari 2017

Vanilla Ogura



Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum...

Setelah saya beli loyang baru yang rencananya khusus untuk dipakai baking dengan teknik Au Bain Marie, yaitu loyang tanpa sambungan, proses baking pun menjadi lebih lancar, Alhamdulillah.  Saya nggak perlu was-was lagi karena tidak akan ada lagi suara meletus-meletus tetesan air perendam ke dasar oven yang panas. Jadi bisa lebih santai nungguin cake matang, nggak perlu lagi bolak-balik ngecek ke depan oven. Alhamdulillah.

Nah, Ogura ini di panggang dengan teknik yang sama dengan Condensed Milk Cotton Cake yaitu teknik Au Bain Marie. Jadi pas banget buat saya yang sedang belajar teknik ini, biar makin fasiiihhh... yuuuk...




Vanilla Ogura
Source: @tintinrayner
Modified by me

Bahan A:
5 butir kuning telur
1 butir telur utuh
65 ml minyak goreng
65 ml santan instan
65 gr tepung Kunci
15 gr tepung maizena
2 sdt bubuk vanilla, encerkan dengan 2 sdm air panas
2 sdt poppy seed (optional)

Bahan B:
5 butir putih telur
100 gr gula pasir
½ sdt air jeruk nipis atau Cream of tartar

Cara Membuat:

  • Bahan A: Buat lubang di tengah-tengah bahan kering, masukkan bahan cair kemudian aduk rata sampai licin dengan menggunakan whisker.
  • Bahan B: Kocok putih telur dan air jeruk nipis sampai mulai berbusa, masukkan gula pasir 3 kali secara bertahap sambil terus dikocok sampai mengembang soft peak, jika mixer diangkat akan menimbulkan jambul melengkung pada adonan.
  • Masukkan bahan B ke dalam Bahan A secara bertahap 3-4 kali sambil diaduk menggunakan spatula dengan teknik aduk lipat (folding).
  • Tuang ke dalam loyang tanpa sambungan atau loyang teflon yang sudah dialas kertas roti.
  • Panggang dengan sistem Au Bain Marie (Loyang adonan dialasi loyang lain yang berukuran lebih besar dan diisi air setinggi 1.5 cm).
  • Panggang dengan suhu 160’ selama 50 menit atau hingga matang.


Ini merupakan kedua kalinya saya baking dengan menggunakan teknik Au Bain Marie. Berhasil? Alhamdulillah. Mungkin benar menurut feeling saya, kalau Condensed Milk Cotton Cake saya yang kemarin berpori-pori besar karena kesalahan saya, salah cara mencampur dan mengaduk adonan. Seharusnya dicampur dan diaduk dengan teknik aduk lipat (folding) sehingga tidak tercipta gelembung udara di dalam adonan. Permukaan cake akan mulus tanpa adanya pecahan gelembung di permukaannya kalau cara mengaduk kita benar. Jadi pelajaran banget buat saya. Jadi saya akan lebih hati-hati saat mengaduk dan mencampur adonan.

Condensed Milk Cotton Cake dan Ogura memiliki teknik baking yang sama ya, yaitu dengan menggunakan teknik Au Bain Marie. Tapi keduanya memiliki langkah yang berbeda jauh. Hasilnya? Perbedaannya? Akan saya update di postingan Ogura selanjutnya ya, karena saya agak kurang yakin. Perlu memastikan lagi. PR nih buat saya, hehehe.

Rasanya? Mirip banget sama Condensed Milk Cotton Cake. Rasanya kempus-kempus kayak makan spon busa. Hehehe. Suami dan adik saya suka banget. Apalagi aroma vanilla-nya keluar banget. Nggak perlu waktu lama untuk ngabisinnya. Asli, ringan banget cake-nya, nggak terasa kalau udah habis banyak. Diet? Besook ajaaaahhh....





Happy Baking,





Lisa.