Sabtu, 21 Oktober 2017

Sayur Bening (Bayam)



Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Weekend itu waktunya males-malesan ya, hihihi. Jadi menu ini jadi penyelamat banget dikala mager. Daily menu sederhana yang sering banget dimasak. Saking gampangnya, kupas, iris, cemplung-cemplung, mendidih, jadi. Cepet banget dah. Nggak pake mikir lama.

Yakin banget juga kalau semua orang pasti langsung bisa masak ini. Tapi, lain cerita kalau bukan orang Jawa, nggak punya saudara orang Jawa, nggak pernah main ke Pulau Jawa, apalagi makan masakan Jawa. Hehehe.



Sayur Bening (Bayam)

Bahan:
1 ikat Bayam, siangi, cuci bersih
1 batang wortel, iris tipis, serong
1 tongkol jagung manis, pipil
1000 ml air

Bumbu:
3 siung bawang merah, iris tipis
3 siung bawang putih, iris tipis
2 batang temu kunci, kupas
2 sdt garam
1 sdm gula pasir

Cara Membuat:

  • Masak air, masukkan jagung manis pipil, rebus hingga lunak dan empuk.
  • Tambahkan wortel, bayam, bawang merah iris, bawang putih iris, dan temu kunci.
  • Masukkan garam dan gula pasir, tes rasa.
  • Masak hingga mendidih dan segera matikan api.
  • Angkat dan sajikan dengan taburan bawang merah goreng.



Tuh kan cuma gitu doang sudah jadi aja. Sayur ini cenderung dominan dengan rasa manis ya. Seger banget dimakan pas cuaca lagi panas-panasnya. Lauknya pun bisa dipadu-padankan dengan macam-macam, tergantung selera. Sayangnya, sayur ini nggak bisa tahan lama, harus habis seketika itu juga. Rasa segarnya sudah jauh berkurang jika harus melalui proses pemanasan ulang. Jadi harus habis yaaa...

Semoga bermanfaat...
Happy cooking ^^



Salam,


Lisa.

Jumat, 20 Oktober 2017

Pepes Ikan Salem



Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Ini salah satu menu favorit kami, menu tradisional yang selalu ingin kami pertahankan, karena pasti enaknya dan cocok di lidah. Jarang nemu beginian di warung, apalagi pas masih tinggal di Duri, Riau, nggak bakal ada yang kayak gini, hehehe.

Satu-satunya jalan ya bikin sendiri, lumayan sering masak ini di rumah, tapi nggak pernah kefoto, malu nunjukinnya. Saya termasuk yang nggak ahli dalam hal bungkus-membungkus pakai daun, yang tumpah pas mbungkusinnya, bocor, sobek, adaaa aja, nggak pernah bisa rapi, asal terbungkus, asal jadi aja.

Jadi, abaikan penampakannya yang nggak rapi ya, ini udah dibagus-bagusin. Demi... pengen lhoo sekali-sekali motret pepes andalan keluarga. Resepnya dari siapa? Dari ibu saya. tapi ini gampaaang banget, tapi ikannya harus Ikan Salem, biar klop sama gurihnya. Saya belum pernah nyoba sih buat bikin pake jenis ikan lain. Maybe next time...



Pepes Ikan Salem

Bahan:
3 ekor ikan Salem ukuran sedang
2 buah cabe keriting, iris tipis
Daun pisang secukupnya
Tusuk gigi secukupnya

Bumbu halus:
3 buah tomat
4 butir bawang merah
4 siung bawang putih
3 butir kemiri, sangrai

Cara Membuat:

  • Cuci bersih Ikan Salem, bagi dua, buang kotoran dan tulang ikan bagian tengah dan duri di sisi atas dan bawah. Sisihkan.
  • Ambil daun pisang, ambil satu sisi Ikan Salem, tambahkan 2-3 sdm bumbu halus, bungkus dan sematkan kedua sisinya dengan tusuk gigi.
  • Kukus selama kurang lebih 30 menit atau hingga matang.
  • Angkat, siap disajikan.



Gampang banget kaaann... Masak Pepes Ikan Salem ini, sayurnya pakai Sayur Bening Bayam atau Sayur Bobor Bayam, maknyuuuss... nambah terus nanti nasinya.
Yuuk masak...


Happy Cooking ^^




Salam,

Lisa.

Kamis, 19 Oktober 2017

Chocolate Chiffon Cake



Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Yassalam... niat posting hanya tinggal angan-angan, sibuk di dapur mulu, kelar jeprat –jepret bentar, malem udah capek maubuka laptop, begitu seterusnya, hehehe... Lama iiihhh, yuukk...

Chiffon Cake adalah salah satu jenis cake yang seriiing banget saya bikin dirumah. Pertama kali bikin Chiffon Cake adalah karena nyobain loyang baru. Yes, hariii gini baru bikin chiffon cake? Yes, saya agak-agak gimana gituuu bikin cake yang mengandung banyak telur, apalagi membuatnya pakai teknik pisah telur. Termasuk teknik yang baru banget saya pelajari. Chiffon cake lumayan mengandung banyak telur ya, buat saya. Jadi kalau gagal itu rasanya nyesek gitu. Hehehe. Jadi baru berani nyobain setelah mempelajari resepnya berulang-ulang dari banyak sumber. Trus baru beli loyangnya.

Chiffon Cake pertama yang saya buat adalah Chocolate Chiffon Cake. Jangan ditanya kapan bikinnya, udah lamaaaa, feed pertama kali upload ya di instagram saya. Setelah saya cek, ternyata awal Juni 2017. Hahaha udah lama bangeeet kan? Saya mah sok sibuk banget... Lebih asyik nguprek di dapur trus mainan instagram daripada harus buka laptop buat posting. Hehehe. Jadi aktivitas blogging pun jadi sedikit terlupakan.



Chocolate Chiffon Cake
Source: tintin rayner 

Bahan:
Bahan A:
25 gr cokelat bubuk
85 ml susu cair putih
50 gr DCC, lelehkan
55 gr minyak goreng
½ sdt pasta cokelat
100 gr tepung terigu protein rendah
½ sdt baking powder
6 butir kuning telur
25 gr Chocochips

Bahan B:
6 butir putih telur
140 gr gula pasir
½ sdt cream of tar-tar
¼ sdt garam

Cara Membuat:
Adonan I:

  • Larutkan cokelat bubuk di dalam susu cair panas, tambahkan DCC, minyak goreng dan pasta cokelat, aduk rata, sisihkan.
  • Masukkan tepung terigu dan baking powder sedikit demi sedikit, sambil diaduk dengan menggunakan whisker.
  • Tambahkan kuning telur, aduk rata, sisihkan.


Adonan II:

  • Kocok putih telur dan cream of tar-tar sampai mulai berbusa, masukkan gula pasir 3 kali secara bertahap sambil terus dikocok sampai mengembang stiff peak, jika baskom dibalik, adonan tidak akan tumpah.
  • Masukkan Adonan II ke Adonan I secara bertahap 3-4 kali sambil diaduk menggunakan spatula dengan teknik aduk lipat (folding).
  • Masukkan Chocochips, aduk asal rata.
  • Tuang dalam loyang chiffon tanpa dioles apapun.
  • Panggang dengan suhu 160’ selama 55 menit atau hingga matang.
  • Keluarkan dari oven, segera tangkupkan di atas botol, tunggu hingga mencapai suhu ruang, sisir dengan pisau atau spatula chiffon di sekelilingnya.
  • Siap disajikan.



Ternyata saya bikinnya udah kesorean banget yaaa... nggak nyangka aja kalau fase nunggingnya membutuhkan waktu lumayan lama, sementara matahari udah keburu tenggelam, jadi motretnya pun gelap-gelapan, noise pula. Jadi jangan dicontoh ya, hihihi. Niatkan bikin Chiffon cake agak pagi atau siang agar bisa pepotoan pas matahari masih ada. 

Saya pakai taburan chococips, jadi semakin nyoklat rasanya. Tapi ngirisnya harus hati-hati ya, kalau sudah set, dia nggak bakalan colaps, cuma kalau masih hangat pas ngirisnya, chococips ikuta basah karena proses pemanggangan, jadi agak-agak lengket di pisau. Buat di foto pun jadi kelihatan melebar kemana-mana bekas chococipsnya. Jadi, baiknya tunggu dingin dulu ya...

Happy Baking ^^


Salam,



Lisa.



Selasa, 03 Oktober 2017

Choco Oreo Pudding

Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Beberapa minggu lalu saya bergabung dengan komunitas baking cooking baru di instagram, setelah sekian lama cuma jadi silent stalker aja. Nama komunitasnya adalah @homemadeloversss. Hampir sama dengan komunitas sejenis yang memberikan challenge kepada follower-nya untuk membuat sesuatu dari dapur sesuai dengan tema dalam jangka waktu tertentu. bedanya dengan komunitas lain? Adminnya dua orang berasal dari dua negara, Indonesia dan Singapura. Kebayang dong, lebih luas, bisa kenalan sama baker-baker dari negara tetangga. Komunitas ini pun tentu memiliki member yang lebih luas, dari dua negara, Indonesia dan Singapura. Yang unik? Hari dan jam upload ditentukan, dengan perpanjangan waktu sampai satu hari berikutnya. Berbeda dengan kebanyakan komunitas yang upload-nya terserah follower-nya asalkan masih dalam jangka waktu tema mingguan. Seru? Banget! Berasa gradakan di jam upload-nya! Hahaha. Walaupun ada perpanjangan sih, tapi lebih seru.

Dan challenge ini adalah tema kedua yang saya ikuti, kalau nggak salah, sekitar 2 minggu lalu. *Duh, maap ye, telat posting-nya. Dedek sok sibuk. Temanya adalah Oreo Creation. Karena saya lagi nggak ada ide sama sekali, akhirnya bikin yang gampang aja, nggak kepikiran buat bikin yang ribet-ribet, hehehe. Daan nggak kepikiran juga kalau ternyata loyangnya kegedean, walhasil lapisannya pun jadinya tipis beneeerrr, hehehe. Next-lah, mau bikin lagi pakai cetakan puding kecil-kecil, biar gampang makannya.

 

Choco Oreo Pudding

Bahan:
1 bks (7 gr) agar-agar bubuk plain
120 gr gula pasir
800 ml air
25 gr whipped cream bubuk
8 keping biskuit oreo, buang krimnya
1 sachet (40 ml) skm putih
1 sachet (40 ml) skm cokelat

Pelengkap:
9 keping biskuit oreo besar
4 keping biskuit oreo mini

Cara Membuat:

  • Siapkan wadah, basahi dengan sedikit air, tata biskuit oreo besar dan oreo mini sesuai selera.
  • Dalam panci, campur agar-agar bubuk, gula pasir dan air, masak hingga mendidih, matikan api, bagi larutan agar menjadi 3 bagian.
  • Ambil 200 ml larutan agar, tuang pelan-pelan dengan menggunakan sendok, ke wadah berisi tatanan oreo, bekukan.
  • Ambil 250 ml larutan agar, masukkan ke panci lain, tambahkan skm cokelat, aduk rata, biarkan tetap hangat, hanya supaya tidak mengeras.
  • Tambahkan skm putih dan whipped cream bubuk ke dalam sisa larutan agar bening, kocok dengan whisk, saring agar tidak ada yang menggumpal, masukkan remahan oreo, aduk rata.
  • Kerat tipis-tipis larutan bening yang sudah mengeras dengan garpu, tuang larutan oreo ke atasnya, bekukan.
  • Kerat tipis-tipis larutan oreo yang sudah mengeras dengan garpu, tuang larutan cokelat ke atasnya, bekukan.
  • Biarkan set dan mengeras seluruhnya, simpan dalam kulkas.
  • Sajikan dingin.



Pada lapisan pertama, ada lapisan bening dengan biskuit oreo utuh. Adanya biskuit oreo membuat agar-agar menjadi lebih rapuh. Hati-hati saat mengiris dan memindahkannya ke piring saji. Saat menuangkan puding bening ke tatana oreo pun juga perlu hati-hati. Jangan tuang sekaligus, karena akan mengacak tatanan oreo, tuang sedikit demi sedikit dengan menggunakan sendok. Biskuit pun jadi mudah rapuh juga saat terkena larutan agar-agar panas.

Pada lapisan kedua, terdapat campuran whipped cream bubuk dan remahan biskuit oreo. Whipped cream bubuk menjadikan agar-agar menjadi lebih creamy dan lembut, tapi tetap kokoh sebagai agar-agar. Lapisan ini yang paling saya suka. O iya, saya pun pernah bikin versi full puding oreo dengan whipped cream. Silakan cek disini ya... Bagian sulit di lapisan ini adalah pencampuran whipped cream ke larutan agar panas. Jangan panik, pasti menggumpal-gumpal, saring minimal dua kali agar tercampur rata dengan larutan agar. Setelah tercampur rata, baru masukkan remahan biskuit oreo, aduk asal rata saja, agar biskuit tidak hancur.

Pada lapisan ketiga, terdapat larutan cokelat. Lapisan cokelat ini paling kokoh diantara lapisan lain, karena hanya terdiri dari larutan agar yang ditambah dengan skm cokelat. Bagian sulit dari pembuatan lapisan ini adalah mempertahankan larutan agar tetap hangat, tidak cepat membeku, sambil menunggu lapisan kedua agak set. Panaskan dengan api sangat kecil. Banyaknya larutan pasti berkurang karena proses pemanasan yang terus-menerus. Nggak masalah.

Gimana? Gampang ya? Agak tricky sih memang. Tapi sepadan kok dengan hasilnya.

Happy Pudding ^^



Salam,


Lisa.