Kamis, 22 Oktober 2015

6 Alasan Seseorang Melakukan Foto Pre-Wedding


Assalamualaikum...


Lagi sibuk ngurus persiapan pernikahan? Waahh, selamat yaa... I’m so Happy for you... Tapi masih bingung mau pakai foto pre-wedding atau enggak? Kalau gitu, cek beberapa alasan melakukan pre-wedding yang saya list berikut ini ya, siapa tahu teman-teman menemukan jawaban yang sesuai dengan keinginan teman-teman
 
Jadi sebenarnya, penting nggak sih foto pre-wedding itu? Kalau dulu, mungkin saya akan menjawab “Nggak Penting, hanya foto dengan berbagai pose dengan pakaian dan tempat tertentu sesuai tema. That’s all.” Tapi sekarang, saya akan meralat jawaban saya menjadi “Penting, tapi tidak wajib dilakukan.” Hanya saja, saya perlu melakukan list sekali lagi tentang alasan melakukan sesi foto pre-wedding sebelum mengucapkan jawaban pasti saya. Hehehe.

Pernikahan adalah moment yang membahagiakan, baik dari pasangan pengantinnya sendiri maupun dari keluarga mempelai. Tapi ternyata, persiapan untuk moment yang membahagiakan itu memiliki tantangan tersendiri bagi mempelai dan keluarganya yang terkadang melibatkan berbagai emosi di dalamnya. Mempersiapkan pernikahan memang dinilai gampang-gampang susah bagi sebagian besar pasangan, bahkan merupakan ujian pertama sebelum memasuki married-life yang sesungguhnya. Salah satu persiapan pernikahan yang sedang booming beberapa tahun ini adalah Foto Pre-Wedding. Berikut beberapa alasan melakukan sesi foto pre-wedding yang berhasil saya rangkum.

Mengabadikan Kenangan atau Moment
Menikah adalah moment sekali seumur hidup sebelum pasangan menjalani kehidupan rumah tangga. Melakukan sesi foto pre-wedding dinilai tepat untuk mengabadikan kenangan yang dimiliki oleh pasangan. Terutama adalah untuk mengabadikan kenangan moment berdua sebelum menikah, sebelum berumah tangga dan memiliki buah hati adalah moment yang tidak akan terulang untuk kedua kalinya. Ditambah lagi dengan keahlian dan kreativitas yang dimiliki oleh seorang fotografer dapat mewujudkan keinginan setiap pasangan dengan berbagai tema foto pre-wedding yang unik seperti yang dapat dilihat dari beberapa portofolio foto wedding Bandung berikut ini.

Sebagai Identitas
Terkadang ada rasa penasaran yang timbul dari para tamu undangan sebelum bertemu dengan mempelai di pelaminan. Misalnya seperti apa wajah si calon pengantin dan pasangannya, yang mana orangnya, karena mungkin ada tamu undangan yang sudah lama sekali tidak berjumpa dengan si calon pengantin. Begitu pula untuk tamu undangan yang sudah sepuh atau orang tua yang mungkin sudah lupa bagaimana wajah si calon pengantin ketika beranjak dewasa, mungkin dulu mengenal si calon pengantin saat masih anak-anak. Keberadaan foto pre-wedding akan sangan membantu sebagai pengingat dan identitas si calon pengantin. Foto pre-wedding yang dipakai sebagai identitas dapat kita temui dalam cetakan undangan atau display pernikahan yang ditempatkan di depan gedung atau diantara meja tamu.  
  
This is Our Story
Sesi foto pre-wedding dapat dimanfaatkan sebagai story teller yang diungkapkan kepada seluruh tamu undangan yang hadir. Maksudnya adalah si calon pengantin dapat mengungkapkan bagaimana kekompakan, keromantisan dan keceriaan mereka hingga akhirnya memutuskan untuk menikah dalam sebuah rangkaian foto bertema yang disusun menjadi sebuah cerita. Menarik kan?

Be A Star
Menikah dianggap sebagai moment istimewa bagi setiap pasangan. Keberadaan foto pre-wedding dapat mewujudkannya menjadi raja dan ratu sehari di hari spesialnya. Tidak ada salahnya untuk menjadi “sempurna” di hari pernikahan yang akan dikenang sepanjang hidup.


Menyalurkan Hasrat atau Keinginan
Ada juga pasangan yang ingin memiliki foto pre-wedding hanya untuk memenuhi hasratnya terhadap foto pre-wedding. Misalnya ingin memiliki foto pre-wedding dengan tema tertentu karena mupeng terhadap foto pre-wedding orang lain yang unik. Bisa juga karena saking mupengnya, ada pasangan yang melakukan foto pre-wedding dengan tema yang sangat berbeda dengan karakter, kesehariannya dan pekerjaan mereka.

Mengikuti Trend
Yang terakhir ini malah lebih simpel daripada alasan lain sebelumnya yaitu mengikuti trend. Karena biasanya foto pre-wedding disandingkan berpasangan atau sepaket dengan foto pernikahan sehingga pasangan merasa kurang kekinian kalau nggak melakukan sesi foto pre-wedding. Selain itu, foto pre-wedding dianggap sebagai bagian dari pernikahan.

Jadi, sudah menemukan jawabannya diantara ulasan saya di atas? Bagus kalau sudah. Pengalaman saya? Jadi malu ini mau buka rahasia. Hehehe.

Sebelum saya dan calon suami saya menikah, kami sama-sama bekerja di tempat yang berbeda, di kota yang berbeda dan di pulau yang berbeda, tapi masih dalam satu negara, Indonesia. Jadi sulit bagi kami untuk menemukan waktu yang pas diantara load pekerjaan kami masing-masing yang sedang tinggi-tingginya. Calon suami saya tidak bisa seenaknya mengajukan cuti atau ijin demi mengurus persiapan pernikahan. Sedangkan saya masih pegawai baru di kantor saya dimana setiap hasil pekerjaan dan absen saya masih dalam tahap penilaian. Jadi bagaimana kami bisa menikah? Bisa. Semua kami lakukan via telepon, email, chatting dan semua media komunikasi yang dapat kami gunakan untuk melakukan diskusi merencanakan pernikahan. Selebihnya saya yang harus kesana – kemari, karena lokasi kantor saya paling dekat dengan rumah orang tua saya dan mertua saya. Jadi saya berusaha mencuri waktu diantara pekerjaan kantor saya. Pernikahan kami pun mungkin tidak akan terlaksana tanpa bantuan orang tua dan calon mertua saya, karena kami sama-sama sibuk bekerja. Nah kan, malah curhat.

Terus bagaimana dengan foto pre-wedding? Jelas tidak masuk perhitungan, walaupun kami telah ditawari sesi foto pre-wedding oleh fotografer yang kami pesan untuk pernikahan kami. Kami pun berhasil melangsungkan pernikahan tanpa sesi foto pre-wedding dan saya menyesal tidak dapat melakukannya. 

Tapiii,, setahun setelah kami menikah, kami sepakat melakukan sesi foto pra-wedding (bukan pre-wedding, karena melakukannya setelah kami menikah, hehehe) dengan suami saya demi alasan pada poin pertama dan mencoba mencari celah sebelum saya berbadan dua. Hehehe

Sekarang, saya akan meralat jawaban saya. Jadi, menurut saya, “Penting, untuk melakukan sesi foto pre-wedding dengan alasan untuk mengabadikan kenangan atau moment”. Yang tidak wajib adalah waktu untuk melakukannya. Bisa dilakukan sebelum menikah seperti foto pre-wedding pada umumnya atau setelah menikah seperti pengalaman saya (pra-wedding). Atau bisa juga membuat souvenir photobooth untuk tamu undangan seperti yang sedang booming pada banyak pernikahan akhir-akhir ini. It’s all your choice. Asal budget mencukupi yaahh... Hehehe

Okee, semoga bermanfaat dan selamat hunting foto pre-wedding...
Eh, tapi calon pasangannya harus ada dulu yah...
*just kidding, but I’m totally serious







Note: Tulisan ini diikutsetakan dalam challenge Giveaway Pernikahan dan Souvenir. Yuuk ikutan meramaikan challenge ini, maksimal 27 Oktober 2015 yah.





Salam,



Lisa.
 

10 komentar:

  1. Waah terima kasih partisipasinya.. Foto yang pertama asik banget mbaak..
    Lokasinya dimana itu ?
    Btw salam kenal ya mampir juga ya ke blog saya http://yasinyasintha.com hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. asyiiikk, langsung dikunjungi dah sama owner giveawaynya :)

      di Kab. Madiun mb, nyari area persawahan, karena niatnya nggak mau jauh-jauh sampai keluar kota, di dalam kota aja, tapi tetap oke buat pra-wedding, begituu :)

      iyaa, sudah bw juga di blognya mb yasinta, salam kenal juga mb :)

      Hapus
  2. keren banget fotomu Sa...aku dulu nggak pake begituan..hehehe... :) mupeng sih sebenarnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa doonk,, smpe jumpalitan keringetan itu wik biar dapet foto baguus,hehehehe...
      ya foto aja wiik, fto pas lagi hamil gedhee trus nnti pas udah lahiran foto lagi,, buat kenangan nnti kl si baby udah dewasa bisa ditunjukin :)
      Lisa aja fotonya setelah nikah, mumpung blm hamil, hehehe :D

      Hapus
  3. Saya tuh suka banget lihatin foto pre-wed orang Lisa. Hehehe. Abisnya bisa nangkep cerita di balik pasangan ini lewat prewed itu. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu brarti mas Ryan bisa baca story telling yang disampaikan sama pasangan pengantinnya... jadi kebaca juga kalau tujuannya bikin story telling lewat foro pre-wedding :)

      Hapus
  4. Aku suka pose levitasinya, mbak. Biar bebas mesra-mesraan, kayaknya enakan foto post wedding buatku mah hehehe.. eh tapi kalau prewed juga bisa diatur-atur kali, ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. apaan tuh mb pose levitasi??? yang tiduran itu kah? maaf Lisa kepo, ngak paham dunia fotografi..hehe

      iyalah mba, lebih enak foto pra-wedding / post-wedding, lebih bebas mau pegang-2an ky apa juga.. tapi ada kok foto pre-wedding tanpa pegang2an/ dket2an tp masih tetep terlihat bagus, misalnya kalau artis dulu kl g salah Indra Bekti sama Ibas Yudhoyono. jadi tinggal pinter2nya fotografernya aja sih buat ngatur2 posenya :)

      salam kenal yah mb efi, thank you for dropping by :)

      Hapus
  5. mungkin perlu di coba untuk foto hitam putih atau infrared

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau foto hitam putih kan sudah ada itu, kalau yang infrared kurang paham ya, eh ga paham tentang fotografi sih, hehe
      trima kasih infonya dan terima kasih juga sudah mampir :)

      Hapus