Assalamualaikum...
Lagi sibuk ngurus persiapan
pernikahan? Waahh, selamat yaa... I’m so Happy for you... Tapi masih bingung
mau pakai foto pre-wedding atau enggak? Kalau gitu, cek beberapa alasan
melakukan pre-wedding yang saya list berikut ini ya, siapa tahu teman-teman
menemukan jawaban yang sesuai dengan keinginan teman-teman
Jadi sebenarnya, penting nggak
sih foto pre-wedding itu? Kalau dulu, mungkin saya akan menjawab “Nggak
Penting, hanya foto dengan berbagai pose dengan pakaian dan tempat tertentu
sesuai tema. That’s all.” Tapi sekarang, saya akan meralat jawaban saya menjadi
“Penting, tapi tidak wajib dilakukan.” Hanya saja, saya perlu melakukan list
sekali lagi tentang alasan melakukan sesi foto pre-wedding sebelum mengucapkan
jawaban pasti saya. Hehehe.
Pernikahan adalah moment yang
membahagiakan, baik dari pasangan pengantinnya sendiri maupun dari keluarga
mempelai. Tapi ternyata, persiapan untuk moment yang membahagiakan itu memiliki
tantangan tersendiri bagi mempelai dan keluarganya yang terkadang melibatkan
berbagai emosi di dalamnya. Mempersiapkan pernikahan memang dinilai
gampang-gampang susah bagi sebagian besar pasangan, bahkan merupakan ujian
pertama sebelum memasuki married-life yang sesungguhnya. Salah satu persiapan
pernikahan yang sedang booming beberapa tahun ini adalah Foto Pre-Wedding.
Berikut beberapa alasan melakukan sesi foto pre-wedding yang berhasil saya
rangkum.
Mengabadikan Kenangan atau Moment
Menikah adalah moment sekali
seumur hidup sebelum pasangan menjalani kehidupan rumah tangga. Melakukan sesi
foto pre-wedding dinilai tepat untuk mengabadikan kenangan yang dimiliki oleh
pasangan. Terutama adalah untuk mengabadikan kenangan moment berdua sebelum
menikah, sebelum berumah tangga dan memiliki buah hati adalah moment yang tidak
akan terulang untuk kedua kalinya. Ditambah lagi dengan keahlian dan
kreativitas yang dimiliki oleh seorang fotografer dapat mewujudkan keinginan
setiap pasangan dengan berbagai tema foto pre-wedding yang unik seperti yang
dapat dilihat dari beberapa portofolio foto wedding Bandung berikut ini.
Sebagai Identitas
Terkadang ada rasa penasaran yang
timbul dari para tamu undangan sebelum bertemu dengan mempelai di pelaminan.
Misalnya seperti apa wajah si calon pengantin dan pasangannya, yang mana
orangnya, karena mungkin ada tamu undangan yang sudah lama sekali tidak
berjumpa dengan si calon pengantin. Begitu pula untuk tamu undangan yang sudah
sepuh atau orang tua yang mungkin sudah lupa bagaimana wajah si calon pengantin
ketika beranjak dewasa, mungkin dulu mengenal si calon pengantin saat masih
anak-anak. Keberadaan foto pre-wedding akan sangan membantu sebagai pengingat
dan identitas si calon pengantin. Foto pre-wedding yang dipakai sebagai identitas
dapat kita temui dalam cetakan undangan atau display pernikahan yang
ditempatkan di depan gedung atau diantara meja tamu.
This is Our Story
Sesi foto pre-wedding dapat
dimanfaatkan sebagai story teller yang diungkapkan kepada seluruh tamu undangan
yang hadir. Maksudnya adalah si calon pengantin dapat mengungkapkan bagaimana
kekompakan, keromantisan dan keceriaan mereka hingga akhirnya memutuskan untuk
menikah dalam sebuah rangkaian foto bertema yang disusun menjadi sebuah cerita.
Menarik kan?
Be A Star
Menikah dianggap sebagai moment
istimewa bagi setiap pasangan. Keberadaan foto pre-wedding dapat mewujudkannya
menjadi raja dan ratu sehari di hari spesialnya. Tidak ada salahnya untuk
menjadi “sempurna” di hari pernikahan yang akan dikenang sepanjang hidup.
Menyalurkan Hasrat atau Keinginan
Ada juga pasangan yang ingin
memiliki foto pre-wedding hanya untuk memenuhi hasratnya terhadap foto
pre-wedding. Misalnya ingin memiliki foto pre-wedding dengan tema tertentu
karena mupeng terhadap foto pre-wedding orang lain yang unik. Bisa juga karena
saking mupengnya, ada pasangan yang melakukan foto pre-wedding dengan tema yang
sangat berbeda dengan karakter, kesehariannya dan pekerjaan mereka.
Mengikuti Trend
Yang terakhir ini malah lebih
simpel daripada alasan lain sebelumnya yaitu mengikuti trend. Karena biasanya
foto pre-wedding disandingkan berpasangan atau sepaket dengan foto pernikahan
sehingga pasangan merasa kurang kekinian kalau nggak melakukan sesi foto
pre-wedding. Selain itu, foto pre-wedding dianggap sebagai bagian dari
pernikahan.
Jadi, sudah menemukan jawabannya
diantara ulasan saya di atas? Bagus kalau sudah. Pengalaman saya? Jadi malu ini
mau buka rahasia. Hehehe.
Sebelum saya dan calon suami saya
menikah, kami sama-sama bekerja di tempat yang berbeda, di kota yang berbeda
dan di pulau yang berbeda, tapi masih dalam satu negara, Indonesia. Jadi sulit
bagi kami untuk menemukan waktu yang pas diantara load pekerjaan kami masing-masing
yang sedang tinggi-tingginya. Calon suami saya tidak bisa seenaknya mengajukan
cuti atau ijin demi mengurus persiapan pernikahan. Sedangkan saya masih pegawai
baru di kantor saya dimana setiap hasil pekerjaan dan absen saya masih dalam
tahap penilaian. Jadi bagaimana kami bisa menikah? Bisa. Semua kami lakukan via
telepon, email, chatting dan semua media komunikasi yang dapat kami gunakan
untuk melakukan diskusi merencanakan pernikahan. Selebihnya saya yang harus
kesana – kemari, karena lokasi kantor saya paling dekat dengan rumah orang tua
saya dan mertua saya. Jadi saya berusaha mencuri waktu diantara pekerjaan
kantor saya. Pernikahan kami pun mungkin tidak akan terlaksana tanpa bantuan
orang tua dan calon mertua saya, karena kami sama-sama sibuk bekerja. Nah kan,
malah curhat.
Terus bagaimana dengan foto
pre-wedding? Jelas tidak masuk perhitungan, walaupun kami telah ditawari sesi
foto pre-wedding oleh fotografer yang kami pesan untuk pernikahan kami. Kami pun
berhasil melangsungkan pernikahan tanpa sesi foto pre-wedding dan saya menyesal
tidak dapat melakukannya.
Tapiii,, setahun setelah kami
menikah, kami sepakat melakukan sesi foto pra-wedding (bukan pre-wedding, karena melakukannya setelah kami menikah, hehehe) dengan suami saya demi
alasan pada poin pertama dan mencoba mencari celah sebelum saya berbadan dua. Hehehe
Sekarang, saya akan meralat
jawaban saya. Jadi, menurut saya, “Penting, untuk melakukan sesi foto
pre-wedding dengan alasan untuk mengabadikan kenangan atau moment”. Yang tidak
wajib adalah waktu untuk melakukannya. Bisa dilakukan sebelum menikah seperti
foto pre-wedding pada umumnya atau setelah menikah seperti pengalaman saya (pra-wedding). Atau
bisa juga membuat souvenir photobooth untuk tamu undangan seperti yang sedang
booming pada banyak pernikahan akhir-akhir ini. It’s all your choice. Asal budget
mencukupi yaahh... Hehehe
Okee, semoga bermanfaat dan selamat
hunting foto pre-wedding...
Eh, tapi calon pasangannya harus
ada dulu yah...
*just kidding, but I’m totally serious
Note: Tulisan ini diikutsetakan
dalam challenge Giveaway Pernikahan dan Souvenir. Yuuk ikutan meramaikan challenge
ini, maksimal 27 Oktober 2015 yah.
Salam,
Lisa.