Minggu, 28 Desember 2014

Jelajah Sumatera Barat


   Dua minggu lalu saya dan suami berkesempatan jalan-jalan ke Sumatera Barat, dengan berbekal GPS dari smartphone, sampailah kami pada beberapa objek wisata yang membuat kami menyadari betapa indahnya Indonesia, negeri yang kami tinggali. Maklum, ini beru pertama kalinya kami mengunjungi Sumatera Barat. Propinsi kedua di Pulau Sumatera yang kami kunjungi setelah Pekanbaru.
   Idenya muncul karena suami saya lelah dan jenuh bekerja setiap hari, Subuh harus sudah mandi dan bersiap-siap, pulang saat adzan Magrib berkumandang, membuatnya ingin berlibur dan sekalian menghabiskan jatah cuti tahunan 2014. Jadilah kami mulai mencari-cari ide kemana kami akan melakukan perjalanan kami. Kemudian muncullah ide Sumatera Barat. Alhamdulillahirabbil’alamin, atas limpahan rezeki-Nya yang tidak pernah putus pada kami, memberikan rezeki penginapan gratis di daerah Bungus – Padang, melalui teman kantor suami,membuat kami semakin semangat untuk berangkat

1.     Bukittinggi
   Kota pertama yang akan kami kunjungi adalah Bukittinggi. Apa objek wisata yang ada di Bukittinggi? Kami pun juga tidak tahu. Seperti yang sudah kami katakan di awal, bahwa kami hanya berbekal GPS Smartphone dan Google sebagai pemandu wisata dari kota-kota yang akan kami kunjungi sambil berharap masih terjangkau sinyal, paket smartphone dan baterai yang masih on.
    Setelah menempuh perjalanan panjang dari kota Duri, Riau, tempat tinggal kami, akhirnya kami sampai di kota Bukittinggi. Menurut hasil searching, yang paling terkenal adalah Jam Gadang, maka yang kami cari pertama kali ketika sampai di kota Bukittinggi adalah dimana keberadaan Jam Gadang ini. Tapi GPS menunjukkan performa yang kurang baik kala itu hingga kami pun tersesat, hahahaha


    Kelemahannya adalah GPS tidak akan tahu kalau jalan itu adalah satu arah, tidak boleh dilewati mobil pada saat itu ataupun sudah ditutup oleh pemerintah setempat. Dan kami berputar-putar mengelilingi jalan yang sama berkali-kali. Dengan kondisi suami yang lelah menyetir 8 jam, dan perut kami yang mulai lapar, kami putus asa dan memutuskan untuk mencari hotel terdekat untuk beristirahat sejenak.
     Selesai Sholat Magrib kami berangkat lagi untuk mencari jawaban dari rasa penasaran kami, kali ini kami akan bertanya dulu di resepsionis, hehehe



Jam Gadang
Jam Gadang terletak di pusat Kota Bukittinggi, terdapat semacam alun-alun tempat pusat keramaian kota dan ditengahnya berdiri megah,  Jam Gadang. Inilah landmark Kota Bukittinggi.
Jam Gadang - Bukittinggi, Sumatera Barat
 

Sssttt, kami baru sadar setelah menemukannya, bahwa jalan ini kami lalui saat sampai di kota Bukittinggi, antara lelah dan semangat yang membuat kami tidak sadar bahwa kami telah lewat didepannya siang tadi, hehehe

Wisata Taman Panorama

    Alhamdulillah, tanpa kami sadari, kami menginap di depan beberapa objek wisata di Bukittinggi yaitu Taman Panorama, Lobang Jepang dan Museum Perjuangan. Mungkin bisa jadi referensi teman-teman kalau berkunjung di Bukittinggi. Kami menginap di Hotel Gran Malindo, Jl. Panorama no. 30 Bukittinggi.

Taman Panorama - Bukittinggi








    Wisata Taman Panorama terletak di jalan Panorama di depan hotel tempat kami menginap, Gran Malindo, yang dapat ditempuh dengan jalan kaki. Wisata Taman Panorama menyuguhkan wisata pemandangan keindahan alam Bukittinggi yang sayang untuk dilewatkan.

Tourism Map Bukittinggi
Lobang Jepang
    Terletak satu pintu dengan Wisata Taman Panorama, terdapat Lobang Jepang. Menurut cerita yang kami dengar, Lobang Jepang ini digunakan oleh Jepang untuk melakukan kegiatan pengintaian. Sayangnya kami tidak masuk ke dalamnya karena terbatasnya waktu yang kami miliki.

Pintu masuk Lobang Jepang
Denah Lobang Jepang
2.       Pasir Putih Bungus  - Padang
    Terletak di daerah Bungus, Padang, sekitar 2 jam dari Pusat kota Padang. Seperti yang sudah saya ungkapkan di awal bahwa kami mengunjungi Bungus atas rekomendasi teman kantor suami saya yang sekaligus memberikan fasilitas menginap gratis di bungalow milik saudaranya. Namanya juga gratis, langsung tancap gas hheehhe


Pasir Putih Bungus - Padang

Sunset - Pasir Putih Bungus - Padang
Sunset - Pasir Putih Bungus - Padang
Nightview - Pasir Putih Bungus - Padang

Chavery Beach Hotel, Bungus, Padang, Sumatera Barat
    Hotel yang langsung menghadap ke laut, jadi kami bisa menikmati sunset dari hotel tempat kami menginap.



3.       Padang
Keesokan harinya kami pamit pada pemilik hotel dan melanjutkan perjalanan ke pusat kota, Kota Padang. Minimnya pengetahuan kami tentang kota-kota yang akan kami kunjungi membuat kami selalu manggantungkan perjalanan kami pada GPS dan Google. Dan akhirnya inilah objek wisata yang akan kami kunjungi di kota ini.

Museum Adityawarman
Sayang, kami tidak dapat masuk ke dalam museum saat itu karena museum sedang tutup, ada acara yang sedang berlangsung di depannya. Tapi kami bisa masuk lewat pintu belakang yang tidak terkunci, hehehhe 
untuk foto-foto pastinya




Kami sempat ditegur satpam, tapi setelah suami saya menjelaskan, akhirnya ya nggak apa-apa, hehehehe

 Scarf by All's scarf | Flower Blazer by Details | HANA Bags | Velvet Skirt by Moshaict | Shoe by Colette

Miniatur Makkah

    Miniatur Makkah terletak di Lubuk Minturun, Padang. Lokasi Miniatur Makkah tidak terdeteksi melalui Google Map, tapi kami dapat menemukannya dengan keyword Lubuk Minturun dan bertanya kepada penduduk sekitar.
    Miniatur Makkah adalah lokasi yang paling membuat saya penasaran, seperti apa tempat yang disebut sebagai Miniatur Makkah ini, karena kami memang belum pernah ke rumah ALLAH swt. Menurut informasi yang kami baca , tempat ini merupakan proyek pribadi dari haji Nuril Zakir dan keluarga. Niat pendirian ini sekaligus sebagai perayaan ulang tahun pernikahan mereka yang ke 30. Pembangunan Asrama ini dimulai pada tanggal 13 Desember 2000, selesai pada tanggal 8 September 2001.
    Di pintu gerbang masuk ke lokasi ini terdapat tugu Alquran raksasa. Di depan lokasi terdapat prasasti yang menyebutkan pendiri Miniatur Makkah ini. Masuk ke dalam bangunan berbelok ke sebelah kiri terdapat Masjid Nurzikrillah dengan miniatur Ka’bah di dalamnya. Masjid ini selain digunakan untuk beribadah juga digunakan untuk manasik haji. Masjid Nurzikrullah dibuka hanya pada waktu shalat.


Jembatan Siti Nurbaya


    Jembatan Siti Nurbaya adalah jembatan sepanjang 60 meter yang menghubungkan kota tua Padang dengan Taman Siti Nurbaya (tempat Siti Nurbaya dimakamkan). Membentang gagah di Muara Batang Arau. Menurut informasi yang kami peroleh, jembatan ini terlihat cantik bila senja menjelang. Pijar mercuri, sepoi angin pantai, dan lampu-lampu kapal yang mulai dinyalakan menambah romantis suasana. Sayangnya kami hanya bisa mengunjungi saat malam hari.

Air Terjun Lembah Anai



    Air  Terjun Lembah Anai terletak di tepi  Jl. Raya Padang – Bukittinggi, Padang Panjang. sehingga teman-teman tidak mungkin untuk tidak terpesona ketika melintasi jalan ini, dari Bukittinggi ke Padang ataupun sebaliknya. Jadi, sempatkan untuk berhenti sejenak walaupun hanya 15 menit untuk foto, heheheehe


4.       Payakumbuh


Lembah Harau - Kab. Lima Puluh Kota, Payakumbuh
    Wisata Lembah Harau terletak di Kabupaten Lima Puluh Kota, Payakumbuh. Kami paksakan mampir ke Payakumbuh untuk menikmati pemandangan alam Lembah Harau yang mempesona. Saya sangat menyukai film. Berkunjung ke Lembah Harau mengingatkan saya akan film-film fiksi yang biasanya saya tonton. Rasanya seperti berada di lokasi pembuatan film Jurassic Park atau film-film sejenisnya yang memiliki pemandangan serupa. Dan ini ASLI, ini INDONESIA.
     Untuk penginapan yang tersedia di sana adalah semacam Home Stay dan sepertinya pemerintah setempat kurang memberikan perhatian pada objek wisata ini, karena fasilitas pendukungnya saya nilai kurang atau mungkin saya saja yang merasa begitu. Who knows?!
      Untuk menginap di sekitar Lembah Harau saya sarankan beramai-ramai dengan keluarga atau dengan beberapa pasang teman, karena kalau cuma berdua seperti kami, rasanya kurang menyenangkan, kurang ramai dan jujur saya takut. Berada di antara lembah-lembah yang tingginya mencakar langit, sebagai umat manusia yang berada di antaranya, saya merasa Subhanallah, takjub, kagum dengan karya alam Allah swt. Seraya berucap syukur Alhamdulillah saya dan suami diberi kesempatan untuk menyaksikan maha karya Allah swt yang tiada siapapun yang dapat menandinginya. Allahu Akbar.




Bambu Hotel
    Karena ketakutan saya untuk menginap di home stay yang berlokasi di Lembah Harau, akhirnya kami kembali ke kota untuk mencari hotel atau penginapan yang lebih dekat dengan keramaian. Kami berkunjung bukan pada saat musim liburan sehingga home stay dan wisata di Lembah Harau sangat seeepiii, membuat saya takut berada di antara lembah-lembah yang menjulang tinggi. hehhehe
     Setelah berkeliling dengan mengandalkan GPS yang ternyata saat itu tidak bekerja maksimal atau mungkin memang minimnya hotel di Payakumbuh, akhirnya kami sampai di salah satu hotel yang mungkin bisa jadi referensi teman-teman yang singgah di Payakumbuh. Kami menginap di Bambu Hotel yang terletak di jl. Prof. HM Yamin SH No. 23, Payakumbuh. 
     Ada yang unik dari hotel yang kami singgahi, hotel ini dibangun di atas kolam-kolam ikan. Suasana sangat sejuk dan indah di pagi hari. Ikan yang dipelihara bermacam-macam dan besar-besar. jadi pemandangan pagi yang indah. Jadi terbayarkanlah berjam-jam mengandalkan GPS yang tidak tepat kala itu
 


Bambu Hotel - Payakumbuh

Bambu Hotel - Payakumbuh
Kelok Sembilan

Pemandangan Kelok Sembilan dari bawah jembatan
Pemandangan Kelok Sembilan dari atas
    Kelok Sembilan terletak di Jl. Raya Bukittinggi – Payakumbuh, sehingga tidak mungkin untuk tidak melewati jembatan ini. Jembatan ini dibangun untuk mempermudah jalan kendaraan bermotor. Karena terletak diantara lembah dan gunung, untuk mengurangi ketinggian jalan dan mempermudah jalannya kendaraan, jembatan ini dibuat berkelok-kelok. Kalau kita lewat dibawahnya, banyaknya kelok jembatan tidak akan terlihat, tapi ketika kita sampai di atas, pemandangan jembatan yang berkelo-kelok ini jadi terlihat indah.

PLTA Kota Panjang 114 MW
     Tidak banyak yang saya tahu dari PLTA Kota Panjang, hanya saja PLTA ini memiliki panorama alam yang indah dengan latar deretan bukit-bukit yang ditumbuhi berbagai jenis pepohonan. Jadi sayang untuk dilewatkan begitu saja, begitu juga dengan saya yang gatal banget buat sekedar foto, heheheh


PLTA Kota Panjang
Sumber informasi:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar