Sabtu, 27 Juni 2015

EF#22: My Upcoming Holiday

Surabaya


Actually this is not a story about the failure of my holiday anyway, but more to the holiday wishes that have not been accomplished but still just want to get there somehow. So here is the story.

Who does not know the Heroes City? Yes, exactly Surabaya City, save a lot of memories for me personally. My life in that city lasted about 4.5 years more. My memories include my bachelor education in Surabaya, met my boyfriend who later became my husband is also in Surabaya, although we come from the same city. Met with my outstanding friends as well as through lectures in Surabaya. And of course my meeting with those people makes me have a lot of experience that I went through there. Yes, people, the density of traffic, culinary, hospitality, flood, and everything about Surabaya made me want to have a house there, moved there if possible. It all makes me want to go back there somehow and whenever it. It always makes me homesick.

After I graduated, I was accepted to work in my home town. Since that time, as I recall only two times I visited Surabaya, it is just to a particular matter that requires me right back home. So I do not have time to reminisce there.

Surabaya will be my next destination although still does not know when it will get there. Wish for my husband to have the event in Surabaya so that I could tag along.

This is my story about my next vacation destination, where do you want to go?


Note:
This is my late submission (again and again) because I was sick so I just spending my time for resting in my bed. So sorry, hope I will not late again next time.




Minggu, 07 Juni 2015

EF#21: Natural Escape Destination, Grape Forest Tourism



Wana Wisata Grape


BEC challenge this week makes me think, are there any holiday destination that exist in my city? Why even ask? Because sometimes we are too focused with what is owned by someone else, so we do not realize what we have which then makes us less grateful. I mean, that we often overlook the potential of our city and tend to travel to another city because the destination is often talked about other people or we often hear from others. Lets say it, Bali, Malang, Yogyakarta, Bandung and some other city that when we mention the name of the city alone, we already imagined what was there, tourist destination, culinary, and all the uniqueness of each city. Then? What about our city? We tend not interested, do not know and probably do not even care. Ironic. I'll make this post as notes to myself. As a reminder.

Sungai di Wana Wisata Grape

So, what's in Madiun? Some already mentioned here. So what would I tell you? Grape tourism. Grape tourism is located at the foot of Mount Wilis. The distance is about fifteen to twenty kilometers from Madiun City. We can get there by motorcycle or car. This tourism will take us to the nuances of a beautiful forest that blends with the beautiful view of the rice fields and hills. We can follow the river with small ripples as a result of large rocks along the river. The river is still clean and beautiful. Still natural.

Grape tourism is also famous among school children, because it is often used by schools around the Madiun City for camping. We also can do hiking, cycling or playing water in the river. The landscape is still very natural. So Grape tourism is the perfect place to escape for a while from the daily routine torture.

For the budget nominal, I will make sure under 100,000 rupiahs, because to get there we just need money from the fuel of our vehicles. The entry ticket price was only  2000 rupiahs for a person. For food supplies we can bring from home or we can taste the food that sold by the people around. There are some restaurant that provide a menu of chicken, carp, tilapia, or wader fish in fried or grilled, vegetables stir along with fresh vegetables. Restaurant was located on the banks of the river so well suited to gather with family to enjoy the scenery while eating a meal.

How? Traveled here relatively cheap, right?
Or is there another cheaper holiday destinations? Share your story please...

Note:
I forget to mention, do you know how to spell Grape Tourism? It's different spell when we spell Grapes as a fruits. It's really as its write in Indonesian, GRAPE.

Jumat, 05 Juni 2015

My First Meet Up: Muslim Mommypreneur



Finally, I’ve got my very first meet up, ya walaupun bukan dengan sesama blogger sih, setidaknya ketemunya dengan beberapa penduduk dunia maya alias dengan orang-orang yang belum pernah ketemu sebelumnya. Seperti yang sudah saya ceritakan disini kalau saya belum pernah sama sekali memiliki pengalaman meet up dengan blogger manapun. Duh, malunya. Jadinya saya excited banget ketika saya akan ikut salah satu event meet up.

Jadi ceritanya beberapa bulan yang lalu saya tergabung di salah satu komunitas jualan online yang dibentuk oleh wanita-wanita yang ingin belajar berwirausaha tanpa mengabaikan tugas utama sebagai ibu yang mengurus keluarga dan anak. Di bulan Januari 2015 saya tergabung dalam komunitas Muslim Mommypreneur dengan keanggotaan no MM 049. Nah, pada bulan April 2015, komunitas Muslim Mommypreneur (ig: muslim_mommypreneur) mengadakan meet up yang ke-3 bertepatan dengan keberadaan saya di Jakarta karena urusan pekerjaan suami. Telat banget ya postingnya, karena bulan April saya banyak bepergian kesana-kemari jadi agak berat bagi saya untuk posting blog, secara nggak bawa laptop sendiri, laptop suami dipakai untuk kerja. Sibuk bongkar pasang koper, ganti muatan tiga kali dalam satu bulan, menyiapkan keperluan kami selama bepergian. Eh, malah curhat. Pardon me.

Ada beberapa agenda yang akan dilakukan dalam acara meet up Muslim Mommypreneur.  Yang pertama silaturahim tentunya, pelatihan fotografi oleh mb Dian owner usaha brownies pasir freezybrowniezz (ig: freezybrowniezz), cerita bisnis, jualan dan makan bersama.

Muslim Mommypreneur
Oke, langsung aja kalau gitu, review materi hasil meet up Muslim Mommypreneur



Karena sebagian besar anggota MM adalah ibu-ibu, tentunya memiliki pekerjaan utama mengurus rumah tangga dan keluarga, maka sulit tentunya untuk memiliki kemampuan mengolah gambar disela-sela rutinitas dan aktivitas seharian dalam mengurus keluarga. Oleh karena itu, pelatihan fotografi ini sangat bermanfaat untuk menunjang bisnis onlineshop maupun offlineshop yang sedang dirintis oleh sebagian besar anggota MM.

Dalam bisnis onlineshop, foto yang berkualitas akan menunjang kelancaran bisnis, dimana foto yang diinginkan adalah foto yang sesuai dengan kondisi aslinya, bukan foto yang overediting. Lalu, bagaimana cara mendapatkan foto produk yang bagus tanpa overediting? Yang diinginkan adalah foto pribadi tanpa fotografer handal namun mampu menghasilkan kualitas gambar yang bagus dan tidak kalah dengan hasil jepretan fotografer.

Photoshoot Property
1.       Kamera
Kamera yang digunakan tidak harus kamera DSLR ala fotografer-fotografer handal yang saya pun juga tidak paham jenis dan variannya, cukup dengan menggunakan kamera digital, camera hp, tablet atau smartphone yang memiliki kualitas gambar oke. Tapi usahakan kamera tersebut memiliki resolusi >= 8 mega pixels untuk mendapatkan gambar yang bagus.

2.       Produk
Siapkan produk yang akan melalui proses photoshoot. Produk harus dalam keadaan terbuka, bukan di dalam kemasan seperti terbungkus plastik atau mika karena cahaya akan terpantul jika mengenai plastik atau mika tersebut sehingga hasil foto menjadi kurang bagus.

3.       Alas Foto atau background
Komponen photoshoot yang tidak kalah pentingnya adalah alas foto atau background. Sekarang ini banyak dijual alas foto lipat yang tentunya berguna untuk mempermanis tampilan background dalam melakukan photoshoot. Tapi lebih disarankan untuk memakai mini studio atau grass artificial sebagai background. Atau yang lebih sederhana, bisa menggunakan karton putih atau kain potih polos agar gambar produk terlihat jelas. Kalaupun ingin menggunakan alas foto lipat, pilih gambar atau motif alas foto yang simpel, sederhana dan satu warna. Karena alas foto yang memiliki gambar yang terlalu ramai seperti motif shabby chic akan mematikan produk yang akan difoto karena gambar alas foto terlalu meriah.

Mini Studio

Grass Artificial

Alas foto
 

4.       Properti lain
Untuk mempermanis foto, ada kalanya fotografer menambahkan sedikit properti dalam melakukan photoshoot. Untuk produk makanan misalnya, produk bisa diletakkan di atas piring, dengan menambahkan cangkir teh sebagai pemanis, sedikit potongan kue, sendok atau garpu seperti ini.

Freezy Browniezz

Editing Process
Jika photoshoot sudah menggunakan smartphone yang oke alias memiliki kualitas gambar yang sudah bagus, proses editing dapat menggunakan aplikasi editing pada smartphone android atau iphone. Untuk aplikasi android dapat menggunakan snapseed atau VSCO Cam. Sedangkan untuk editing watermark atau label brand dapat menggunakan studio. Editing prosesnya tinggal menyesuaikan dengan keadaan gambar aslinya, yaitu penyesuaian contras, lightning, dll. 

Jika memungkinkan atau memiliki kemampuan editing, sebaiknya melakukan editing pada laptop. Saya pribadi rela rempong memindahkan foto dari smartphone atau camera digital ke laptop untuk melalui proses editing atau watermark dengan menggunakan Photoshop. Ya walaupun saya nggak mahir-mahir amat sih.

Jangan lupa untuk menambahkan label atau watermark pada foto produk sebelum melakukan uploading. Karena banyak orang diluar sana yang tidak bisa menghargai hasil kerja keras kita yang melakukan photoshoot seperti yang sudah saya ceritakan disini.

Tips and Trick
  • Usahakan untuk melakukan photoshoot diluar ruangan, dengan menggunakan sinar matahari, bukan di dalam ruangan sehingga warna asli produk dapat lebih terlihat.
  • Photoshoot sebaiknya dilakukan pada pagi hari antara jam 09.00 – 11.00 WIB atau sore hari 15.30 – 17.00 WIB dimana sinar matahari sangat bagus untuk melakukan photoshoot.
  • Jika terpaksa harus melakukan photoshoot pada malam hari, gunakan light tent sebagai tambahan sinar dalam melakukan photoshoot.
  •  Jika ingin hasil gambar lebih bagus, bisa menggunakan mini studio, karena keempat sisi kainnya dapat mengumpulkan sinar dengan baik sehingga hasil photoshoot pun InshaAllah tidak akan kalah dengan hasil jepretan fotografer.
Yup, sepertinya sudah cukup lengkap. Semoga review dari meet up MM dapat bermanfaat dan semoga dapat berbagi lagi lain waktu. See you


Salam,
Lisa.



Note:
Ingin gabung bareng kami di MM, bisa kok
Cara daftarnya disini ya