Tampilkan postingan dengan label Pandan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pandan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Agustus 2019

Pandan Chiffon Cake

Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Setelah beberapa kali scroll Gallery HP yang biasa saya pake motret makanan hasil cooking baking, ketemu kesimpulan bahwa paling banyak kok foto Chiffon Cake, Banana Cake dan Brownies. Emang sih, kalau dipikir-pikir emang Chiffon Cake favorit kami banget, ya saya, suami saya dan Adek saya. Tapi alasan sebenarnya sih ya karena saat itu saya sedang belajar baking Chiffon Cake, eh suami sama Adek suka, jadilah keterusan 😅 Karena melalui Chiffon Cake juga saya belajar baking dengan metode pisah telur, pisah kuning dan putihnya yang membuat hasilnya ternyata lebih kami sukai, kalau dilihat dari segi tekstur, empuk kempus-kempus kayak lagi makan busa atau spon. Tapi emang penanganannya lebih ribet sih, tapi semua itu akan terbayar kok. 

Dari sekian kali baking Chiffon Cake, saya belum mahir juga buat nyisir pinggirannya, perlu banyak latihan memang, katanya. Tapi saya udah entah berapa kali, belum mahir juga 😆😆 Malu juga sih sebenarnya mau nunjukin hasil baking kalau masih berantakan, walaupun yang ini juga nggak rapi-rapi banget sih, tapi nggak apa-apa, kita dokumentasikan aja, sebagai tahap pembelajaran, practice makes perfect ☺️



--------
Pandan Chiffon Cake
.
Bahan:
.
Bahan A:
7 butir kuning telur
130 ml santan instant
70 ml minyak
130 gr tepung terigu protein rendah
1 sdt pasta pandan
.
Bahan B:
7 butir putih telur
140 gr gula pasir
1 sdm air jeruk nipis
¼ sdt garam
.
Cara Membuat:
Adonan I:
•Kocok lepas kuning telur dengan menggunakan whisk selama kurang lebih 2 menit, masukkan santan, minyak, dan pasta pandan, aduk rata.
•Masukkan tepung terigu, aduk sampai licin, sisihkan.
.
Adonan II:
•Kocok putih telur dan air jeruk nipis sampai mulai berbusa, masukkan gula pasir 3 kali secara bertahap sambil terus dikocok sampai mengembang stiff peak, jika baskom dibalik, adonan tidak akan tumpah.
.
•Masukkan Adonan II ke Adonan I secara bertahap 3-4 kali sambil diaduk menggunakan spatula dengan teknik aduk lipat (folding).
•Tuang dalam loyang chiffon tanpa dioles apapun.
•Panggang dengan suhu 160’ selama 60 menit atau hingga matang.
•Keluarkan dari oven, segera tangkupkan di atas botol, tunggu hingga mencapai suhu ruang, sisir dengan pisau atau spatula chiffon di sekelilingnya.
•Siap disajikan 😋😋



Fotonya pakai foto lama yaaa... hahaha. Pakai foto lama aja bangga 😆 Iyaa, belum nge- Chiffon Cake lagi setelah sekian lama. Yang penting dokumentasinya dapet laaah...

Resepnya masih setia pakai resep ci @tintinrayner karena memang saya belajar pake resepnya cici. Dan kesemuanya nggak ada yang gagal, asal semua bahan Fresh dan step by step benar. Alhamdulillah jarang gagal. Ya kalaupun gagal, paling bentukannya aja yang nggak banget, rasanya tetep oke, tetep edible. 

Yup, sekian dulu cerita soal Chiffon Cake, yuuukkk bikin juga, siapa tahu jadi favorit juga dirumah 😋
Happy baking 💕




Salam, 



Lisa.

Sabtu, 30 Maret 2019

Pukis Banyumas

Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Tes drive baking dan motret pasca pindahan. Sok-sokan minimalis atau belum ketemu ‘feel-nya’, padahal mah males bongkar box props dan belum nemu cahaya yang disuka aja 😆 Alas fotonya pun bukan alas foto favorit, alas fotonya mencar-mencar, dua di rumah Caruban, satu masih di kosan Jakarta dan satu di mobil buat alas tidur anaknya, hahaha. Jadi seadanya aja, yg penting ada dokumentasi 😅

Maunya di posting untuk ikutan seseruan pas temanya @uploadkompakan ‘pukis’, tapi apa daya nggak punya stok foto, mau bikin pun nggak keburu karena bahan belum lengkap, harus nyuri2 waktu juga, jadi yaaaa gituuu deh... bolos lagiii kitaaa... 😅

Ini kali kedua saya bikin pukis, yang sebelumnya kayaknya belum pernah di post di blog, nanti dicari dulu gambarnya, insyaAllah akan di post juga disini yaaa... Karena beda resep. Tapi kalau misal Follow saya di instagram, mungkin sudah pernah lihat sebelumnya, jadi silakan scroll aja ke bawah, insyaAllah ada.


Resep yang sekarang ikut-ikutan Mb Adit (@a__dama) yang pake resepnya Mb @rinarinso Alhamdulillah jadiii... lembuuut dan enaaak banget, berasa nostalgia sama pukis jadul, yang biasa dijual di pasar-pasar tradisional, tapi saya bikin 1/2 resep aja karena telurnya emang tinggal satu doang 🙈 jadi semua takaran bahannya disesuaikan untuk satu butir telur.
Ijin copas ya Mb @rinarinso terima kasih resepnya 🙏🏻😘
.
——-
Pukis Banyumas
Source: Mb @rinarinso Modified by me
.
Bahan:
1 btr telur
75 gr gula pasir
125 gr tepung terigu pro sedang
1/2 sdt ragi instan
1/4 sdt Vanilla Cream bubuk
200 ml santan 
1 lbr daun jeruk
1/4 sdt garam
40 gr susu kental manis
50 gr butter margarin, lelehkan

2 tetes pasta pandan
1 sdm cokelat bubuk

Cara Membuat:
•Rebus santan dan daun jeruk purut sampai mendidih, diamkan sampai hangat, masukkan skm, aduk rata.
•Kocok telur dan gula sampai kental, masukkan tepung terigu, ragi, Vanilla Cream bubuk dan garam, bergantian dengan campuran santan dan skm, aduk rata dengan mixer kecepatan rendah.
•Masukkan butter margarin leleh dan 2 tetes pasta pandan, kocok lagi hingga rata. Diamkan adonan selama kurang lebih 1 jam.
•Ambil 1/3 adonan, campur dengan 1 sdm cokelat bubuk, aduk rata.
•Aduk-aduk adonan terlebih dahulu setiap kali akan menuangkan ke dlm cetakan agar tidak terlalu banyak gas.
•Panaskan cetakan, tuang adonan hijau sampai hampir 3/4 tinggi cetakan, tambahkan adonan cokelat sampai 3/4 tinggi cetakan, acak dengan sumpit utk membuat motif.
•Tutup cetakan, masak hingga matang.
•Setelah matang, angkat dan keluarkan dari cetakan, olesi dengan butter margarin seluruh sisinya selagi panas.



Gampang banget lho ini, asli. Cuma lama di proofing-nya aja. Dan adonannya harus diaduk-aduk dulu setiap kali akan menuangkan ke dalam cetakan, agar nggak terlalu banyak gas. Kalau nggak diaduk-aduk dulu, gas yang terbentuk terlalu banyak, akibatnya permukaan pukisnya jadi nggak mulus kayak punya saya, banyak bolong-bolongnya.

Trus soal motif, nggak jadi cantik dong motif bikinan eike, haha 🙈🙈 Saya pakai cetakan pukis jadul, dan karena dapurnya diluar, kena angin sepoi-sepoi gitu, jadi apinya goyang-goyang, panas nggak merata, akibatnya cetakan terlalu panas trus udah set duluan sebelum motifnya diacak-acak. Jadi ya sudahlah yaa... lain kali lebih hati-hati lagi pas bikin. Yang penting kan enak dimakan.

Beneran lho ini, lembut banget pukisnya, asal nggak lupa oles-oles butter margarin pas masih panas, karena ngefek juga ini ternyata. Di percobaan pertama saya bikin pukis, saya males oles-oles yang ternyata bikin permukaan, samping kanan kiri pukis jadi kering, kalau dioles mah insyaAllah nggak kering. Tetep lembut luar dalam. Jadi baru ‘ngeh’ sekarang kenapa si Abang jual pukis suka oles-oles gitu, kayak dua kali kerja gitu, oles-oles cetakan dan pukisnya, ternyata ada maksudnya, hehehe.

Yuukk bikin... 
Happy baking...


Salam,




Lisa.

Minggu, 29 Oktober 2017

Bika Ambon Pandan



Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Ini adalah Bika Ambon pertama yang saya buat. Harusnya sih pakai teflon atau snack maker, karena saya nggak punya snack maker, nggak pengen pakai teflon juga, pengen pakai loyang kotak aja, biar bisa diiris-iris kayak yang dijual itu. Akhirnya nekat bikin dengan menggunakan loyang loaf medium.

Awalnya sih ragu-ragu banget, karena resep yang di post si ci @tintinrayner banyak banget telurnya. Saya masih takut nyoba baking dengan banyak telur, maksimal tujuh. Sayang aja rasanya, kalau gagal kan nyesek banget pakai telur sebanyak itu. Hehehe. Jadi main aman aja kita.

Karena saat itu lagi booming Bika Ambon, iyes bikinnya udah lama, akhirnya nemu resep lain yang lebih hemat telur, langsung cuuzz nekat nyoba.




Bika Ambon Pandan
Source: @dhiahhoddie
Modified by me

Bahan A:
50 gr margarin, lelehkan
1 sachet susu kental manis putih (40 gr)

Bahan B:
330 ml santan instan
1 batang serai, geprek
4 lembar daun jeruk
1 lembar daun pandan, simpulkan
½ sdt vanili
Pasta pandan secukupnya

Bahan C:
150 gr tepung sagu
100 gr tepung terigu
1 sdt ragi instant

Bahan D:
4 butir telur
150 gr gula pasir
1 sdt garam

Minyak goreng secukupnya.

Cara Membuat:

Adonan I:

  • Masak Bahan B sampai mendidih, aduk terus agar santan tidak pecah, dinginkan, saring.
  • Siapkan Bahan C dalam baskom, tuang bahan B, kemudian aduk dengan menggunakan whisker sampai halus, tidak bergerindil. Tutup serbet kering, diamkan selama 30 menit. Sisihkan.


Adonan II:

  • Kocok Bahan D sampai gula larut, kurang lebih selama 5 menit, kemudian masukkan Bahan A, aduk rata, sisihkan.
  • Masukkan Adonan II ke Adonan I, aduk rata, tutup kembali dengan serbet kering, diamkan selama 1 jam.
  • Siapkan loyang loaf medium, oles seluruh permukaannya dengan menggunakan minyak goreng, kemudian panggang dalam oven panas selama 15 menit.
  • Tuang Adonan Bika ke dalam loyang yang telah dipanaskan, panggang dengan temperatur sedang dan pintu oven sedikit terbuka selama 30 menit pertama, kemudian tutup rapat oven, panggang hingga matang.






Seratnya nggak kelihatan yaa... hehehe. Iya, mungkin loyang saya kurang panas sehingga sulit terbentuk gelembung-gelembung dari bawah. Saya pakai loyang loaf teflon yang cepat dingin kalau terpapar suhu ruang.

Kemungkinan kedua, adonan saya terlalu kental, karena saya memakai santan instant yang terlalu kental, seharusnya diencerkan sedikit dengan air.

Tapiii, rasanya enak banget lho... dan lembuuut... pas diiris dia jadi goyang-goyang kanan kiri saking lembutnya, hehehe. Jadi bagi saya ini bukan suatu kegagalan, karena Bika Ambonnya tetep enak dimakan, lembut berhari-hari meskipun sarangnya kurang terlihat. Semoga next time lebih oke.

Happy Baking ^^




Salam,

Lisa.