Tampilkan postingan dengan label Cotton Cake. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cotton Cake. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 April 2017

Three Color Ogura



Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Nemu info tentang Ogura di salah satu caption instagram, bahwa ternyata Ogura Cake itu berasal dari Batu Pahat, Malaysia.

‘Ogura’ is Japanese Surename, means lovesick. Is there a  love story behind the cake? No, There isn’t. Some baker in Batu Pahat just invented the name.

Kira-kira begitu yang saya baca, dan selama ini saya hanya menikmati euforianya bikin dengan berbagai warna dan aroma tanpa tahu informasi baking apa yang ada dibalik Ogura Cake, hehehe

Ya sudahlah, nggak apa-apa lah ya, yang penting jadinya tetep enak. Saya masih pakai resep modifan ci Tintin Rayner ya, sudah beberapa kali bake dengan resep ini, perlahan sudah mulai cocok, sudah nemu feel-nya. Sudah pernah juga saya post di sini, dengan tambahan pasta Vanilla dan poppy seeds.

Nah yang sekarang, nggak mau macem-macem sih, cuma lagi agak bosen aja, jadi pengen bikin yang gampang tapi tetep warna-warni. Hyuuk...



Three Color Ogura

Bahan A:
5 butir kuning telur
1 butir telur utuh
65 ml minyak goreng
65 ml santan instan
65 gr tepung Kunci
15 gr tepung maizena
Pasta Cokelat dan Mocca secukupnya

Bahan B:
5 butir putih telur
100 gr gula pasir
½ sdt air jeruk nipis

Cara Membuat:

  • Bahan A: Buat lubang di tengah-tengah bahan kering, masukkan bahan cair kemudian aduk rata sampai licin dengan menggunakan whisker.
  • Bahan B: Kocok putih telur dan air jeruk nipis sampai mulai berbusa, masukkan gula pasir 3 kali secara bertahap sambil terus dikocok sampai mengembang soft peak, jika mixer diangkat akan menimbulkan jambul melengkung pada adonan.
  • Masukkan bahan B ke dalam Bahan A secara bertahap 3-4 kali sambil diaduk menggunakan spatula dengan teknik aduk lipat (folding).
  • Bagi adonan menjadi tiga bagian, beri satu bagian adonan dengan pasta cokelat, satu bagian lain dengan pasta mocca, dan satu bagian tanpa warna. Aduk rata menggunakan spatula dengan teknik aduk lipat (folding).
  • Sendokkan secara berselang-seling dengan menggunakan sendok sayur hingga habis ke dalam loyang teflon yang sudah dialas kertas roti. Buat beberapa garis vertikal dan horizontal pada adonan dengan menggunakan sumpit.
  • Panggang dengan sistem Au Bain Marie (Loyang adonan dialasi loyang lain yang berukuran lebih besar dan diisi air setinggi 1.5 cm).
  • Panggang dengan suhu 160’ selama 50 menit atau hingga matang.




Awalnya agak dag-dig-dug sih, karena dua adonan yang diberi pasta menjadi agak lebih encer daripada satu adonan yang tanpa diberi pasta. Tapi Alhamdulillah tetep berhasil dengan bonus motif cantik. Langsung berasa sumringah saat motong-motong, padahal sudah bayangin kalau polanya bakalan absurd. Hehehe.

Karena saya memakai dua macam pasta, jadi aromanya pun campur-campur, antara cokelat dan mocca, aroma galau yang menuh-menuhin rumah. Kalau soal rasa, nggak usah ditanya, seperti biasa, lembut, moist, kayak lagi makan spon busa, tahu-tahu udah habis banyak aja.
Yuukk bikiin...

Happy baking^^




Salam,

 
Lisa.

Sabtu, 01 April 2017

Taro Japanese Cotton Cheesecake (Gluten Free)



Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Wiiih... nggak terasa sudah awal bulan ajaa,, Selamat datang April 2017. Bikinnya kapan, di post-nya kapan, duh mesti merapatkan kembali kedisiplinan dan barisan untuk blogpost.

Btw, Cream cheese-nya masih bersisa sedikit, plus saya pengen nyoba ngutak-atik resep yang kemarin, semoga ‘ngeju’-nya yang kebangetan (menurut saya) jadi sedikit berkurang. Iyalah, lidah ‘ndeso’ macam saya ini nggak cocok banget dikasih cake yang ‘ngeju’, cocoknya standar bolu, hehehe.

Selain itu, saya agak amazed sama motif zebra yang dihasilkan sama Green tea Japanese Cotton Cheesecake kemarin, seharusnya layernya miring-miring garis-garis karena resep asli menggunakan loyang bulat. Sementara saya memakai loyang loaf persegi ukuran medium. Jadi bentuk saat diiris jadi sedikit berubah karena loyang yang digunakan berbeda. Tapi justru lebih unik kalau menurut saya. Yuukk...



Taro Japanese Cotton Cheesecake (Gluten Free)

Source: Epipastry
Modified by me

Bahan A (pasta):
85 gr cream cheese
40 gr minyak goreng
30 gr gula

70 gr susu cair full cream
3 kuning telur
2 sdt air perasan jeruk nipis
70 gr maizena

Bahan B:
3 putih telur
2 sdt air perasan jeruk nipis
50 gr gula pasir

1 sdm bubuk taro, seduh dengan air panas hingga berbentuk seperti pasta

Cara Membuat:

  • Masak dengan cara di tim (double boiler) campuran cream cheese, minyak goreng dan gula, sampai leleh dan tercampur rata, aduk dengan menggunakan whisker. Angkat dari kompor.
  • Masukkan kuning telur satu per satu, kemudian masukkan susu cair, air jeruk nipis dan tepung maizena. Aduk hingga rata, sisihkan.
  • Kocok putih telur dan air jeruk nipis sampai mulai berbusa, masukkan gula pasir 3 kali secara bertahap sambil terus dikocok sampai mengembang soft peak, jika mixer diangkat akan menimbulkan jambul melengkung pada adonan.
  • Masukkan adonan putih telur ke dalam adonan kuning telur secara bertahap 3-4 kali sambil diaduk dengan menggunakan spatula dengan teknik aduk lipat (folding).
  • Masukkan campuran adonan kuning telur dan putih telur ke dalam wadah kocokan putih telur, aduk kembali dengan menggunakan spatula dengan teknik aduk lipat (folding) hingga tercampur rata.
  • Bagi adonan menjadi dua bagian, beri salah satu bagian adonan dengan pasta green tea. Aduk rata.
  • Siapkan loyang teflon atau loyang tanpa sambungan yang telah dioles margarin dan ditaburi tepung maizena tipis-tipis.
  • Tuang adonan selang seling dengan menggunakan sendok sayur. Hentakkan beberapa kali untuk mengurangi gelembung udara yang terbentuk dari proses mengaduk.
  • Panggang dengan sistem Au Bain Marie (Loyang adonan dialasi loyang lain yang berukuran lebih besar dan diisi air setinggi 1.5 cm).
  • Panggang dengan suhu 200’ selama 80-90 menit atau hingga matang. Lakukan tes tusuk dan tes sentuh.
  • Keluarkan dari oven, dinginkan diatas cooling rack, potong-potong, siap disajikan.


Resepnya agak saya rubah sedikit ya, karena cream cheese berkurang banyak, saya berpikir buat nambahin tepung maizenanya, sayangnya gulanya nggak saya tambahin, jadi, rasa manisnya berkurang banyak banget, beda dengan Green tea Japanese Cotton Cheesecake  kemarin. Kalau suka manis, monggo ditambahin di adonan kuning telurnya sebanyak 10-20 gr, In Sya Allah nanti akan pas manisnya.

Soal rasa, perubahan komposisi tepung dan cream cheese-nya jelas merubah rasa. Tapi, kejunya tetap terasa walaupun ringan. Karena komposisi tepung maizena bertambah, otomatis cake jadi lebih padat, namun tetap lembut dan lembab. Selain itu, aroma taronya wangiii, jadi semangat makannya.

Yuuk bikin...

Happy Baking ^^





Salam,


Lisa.

Kamis, 30 Maret 2017

Green tea Japanese Cotton Cheesecake (Gluten Free)



Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Punya cream cheese nganggur yang hampir kadaluarsa di kulkas kok ya bisa bikin galau tiap buka kulkas. Pengen cepet-cepet ngeluarin tapi kok ya mati gaya kalau urusan keju begini. Maklum, saya nggak suka keju yang nggak matang atau lembek selain Keju Mozarella. Niat bikin, sayang kalau nggak dipake, akhirnya searching di berbagai sumber dari blogger-blogger idola, youtube dan segala macam tutorial masak-lah intinya. Akhirnya nemu resep Cheesecake yang nggak memakai banyak cream cheese.

Kilas balik sebentar, dulu pas masih jaman tinggal di Duri, Riau, saya pernah diajakin bikin Cheesecake oleh salah satu sahabat saya yang emang hobiii banget sama yang namanya Cheesecake. Awalnya sih saya penasaran, kayak apa sih si Cheesecake ini yang membuat sahabat saya ini tergila-gila sama cake yang satu ini. Saya pun manut apa kata dia, bikin Cheesecake yang fenomenal. Tapi ternyata gagal, hehehe, penyebabnya adalah loyang alasnya yang bocor sehingga air cepet banget habis, walhasil oven pun dibuka tutup entah berapa puluh kali, jadi cake-nya pun nggak matang-matang. Setelah matang dan dicoba pun rasanya ternyata ‘ngeju’ banget yang ternyata saya nggak suka. Sementara sahabat saya cintaaanya luar biasa sama cake ini, dan dia semakin bahagia ketika saya memutuskan untuk membawa sedikit saja karena masalah selera dan lidah. Itu kenangan saya tentang pertama kali bikin Cheesecake.

Nah, sekarang, dengan modal Bismillahhirrahmannirrahim nekat, saya nekat bikin sendiri, dikasih bubuk Green tea, dengan harapan aroma keju dan rasa ‘ngeju’-nya sedikit tersamarkan.



Green tea Japanese Cotton Cheesecake (Gluten Free)
Source: Epipastry dan Mb @ayudiahrespatih

Bahan A (pasta):
125 gr cream cheese
40 gr minyak goreng
30 gr gula

60 gr susu cair full cream
3 kuning telur
1 sdt air perasan jeruk nipis
30 gr maizena

Bahan B:
3 putih telur
1 sdt air perasan jeruk nipis
50 gr gula pasir

1 sdm green tea, seduh dengan air panas hingga berbentuk seperti pasta

Cara Membuat:
  • Masak dengan cara di tim (double boiler) campuran cream cheese, minyak goreng dan gula, sampai leleh dan tercampur rata, aduk dengan menggunakan whisker. Angkat dari kompor.
  • Masukkan kuning telur satu per satu, kemudian masukkan susu cair, air jeruk nipis dan tepung maizena. Aduk hingga rata, sisihkan.
  • Kocok putih telur dan air jeruk nipis sampai mulai berbusa, masukkan gula pasir 3 kali secara bertahap sambil terus dikocok sampai mengembang soft peak, jika mixer diangkat akan menimbulkan jambul melengkung pada adonan.
  • Masukkan adonan putih telur ke dalam adonan kuning telur secara bertahap 3-4 kali sambil diaduk dengan menggunakan spatula dengan teknik aduk lipat (folding).
  • Masukkan campuran adonan kuning telur dan putih telur ke dalam wadah kocokan putih telur, aduk kembali dengan menggunakan spatula dengan teknik aduk lipat (folding) hingga tercampur rata.
  • Bagi adonan menjadi dua bagian, beri salah satu bagian adonan dengan pasta green tea. Aduk rata.
  • Siapkan loyang teflon atau loyang tanpa sambungan yang telah dioles margarin dan ditaburi tepung maizena tipis-tipis.
  • Tuang adonan selang seling dengan menggunakan sendok sayur. Hentakkan beberapa kali untuk mengurangi gelembung udara yang terbentuk dari proses mengaduk.
  • Panggang dengan sistem Au Bain Marie (Loyang adonan dialasi loyang lain yang berukuran lebih besar dan diisi air setinggi 1.5 cm).
  • Panggang dengan suhu 150’ selama 60 menit atau hingga matang. Lakukan tes tusuk dan tes sentuh.
  • Keluarkan dari oven, dinginkan diatas cooling rack, potong-potong, siap disajikan.

Judulnya panjang banget? Iyah, aslinya begono, hehehe. In Sya Allah prosesnya nggak panjang dan mudah banget diikutin. Resep aslinya saya adaptasi dari Epipastry ya, bisa cek videonya di Youtube. Tapi saya sempat belajar juga dari post-nya mb @ayudiahrespatih. Ada sedikit perbedaan dengan hasilnya mb Ayu. Saya lebih prefer dan mengacu ke Epipastry dengan beberapa adjusment sesuai dengan kondisi bahan dan kemampuan saya. Bebas sih, toh kita belajar masing-masing, saya pun belajar sendiri, otodidak, jadi ya, pengalaman saya dan pengalaman orang lain adalah guru terbaik.

Untuk cream cheese-nya saya pakai cream cheese yang memang dipakai untuk membuat cheesecake ya, karena ternyata ada beberapa macam cream cheese yang biasa dipakai untuk membuat cheesecake. Saya pun baru tahu, hehehe. Kebetulan cream cheese yang saya punya memang sesuai dengan resepnya. Saya memakai cream cheese dari keju segar yang berjenis Neufchatel cream cheese. Alhamdulillah bener belinya. Maklum, saya pun juga baru belajar. Dari FAQ NCC dengan bu Fatmah, disarankan untuk memakai jenis cream cheese ini jika ingin membuat cheesecake. Nah, mb Ayu punyanya cheese spread jadi beliau pakai itu, berhasil, hanya saja pada prosesnya perlu disaring karena terlalu bergerindil katanya, tidak bisa langsung lembut dengan sendirinya saat di tim (double boiler). Sementara saya yang memakai Neufchatel cream cheese baik-baik saja, gampang banget lembutnya. Dari FAQ NCC juga, Bu Fatmah menyarankan kalau bisa jangan memakai light cream cheese untuk membuat cheesecake karena hasil cake-nya akan terlalu asam dan cair. Nah, bentuknya cheese spread dan light cream cheese kayak apa? Saya pun gelap, entah apa itu, mungkin nih ya, mungkin, ada tulisannya di labelnya. Kalau nggak ada tulisannya ya Bismillah aja bener, hehehe.

Untuk proses mencampur adonan putih telur ke adonan kuning telur atau pasta, saya memakai teknik aduk lipat (folding). Saya berpikir, mungkin penyebab pori-pori dari hasil cake-nya Mb Ayu besar-besar karena terlalu banyak udara masuk ke adonan saat proses mencampur dan mengaduk ini. Walaupun di Epipastry di aduk pakai whisker juga sih. Tapi saya nekat, pakai teknik folding, dengan harapan siapa tahu hasilnya akan lebih mulus. Dan benar, hasilnya lebih mulus, Alhamdulillah.

Satu lagi yang saya ubah dari proses baking Epipastry, seharusnya, adonan dituang berselang-seling 2-3 sdm per sekali tuang. Nah saya pakai sendok sayur, 2-3 sdm kan beda-beda tipis sama 1 sendok sayur kan? Jadi lebih efisien sih, hehehe. Gitu doang, hehehe...

Hasilnya? Alhamdulillah, mulus, pori-pori halus, lembab, nyes-nyes, ilang-ilang aja di mulut, nggak perlu ngunyah. Enyaaakk... cake-nya masih ‘ngeju’ banget ya, aromanya keju jadi bercampur dengan aroma green tea-nya jadi wangiii. Yang suka cheesecake dan green tea wajib banget bikin ini.
O iya, maafkan ngirisnya yang nggak mulus, si cake ini joged-joged dan goyang-goyang melulu pas mau diiris, saya kan jadi grogi juga kalau kayak gini. Yang penting rasanya ‘superb’...

Semoga bermanfaat ya...




Happy Baking ^^


Salam,


Lisa.

Rabu, 25 Januari 2017

Vanilla Ogura



Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum...

Setelah saya beli loyang baru yang rencananya khusus untuk dipakai baking dengan teknik Au Bain Marie, yaitu loyang tanpa sambungan, proses baking pun menjadi lebih lancar, Alhamdulillah.  Saya nggak perlu was-was lagi karena tidak akan ada lagi suara meletus-meletus tetesan air perendam ke dasar oven yang panas. Jadi bisa lebih santai nungguin cake matang, nggak perlu lagi bolak-balik ngecek ke depan oven. Alhamdulillah.

Nah, Ogura ini di panggang dengan teknik yang sama dengan Condensed Milk Cotton Cake yaitu teknik Au Bain Marie. Jadi pas banget buat saya yang sedang belajar teknik ini, biar makin fasiiihhh... yuuuk...




Vanilla Ogura
Source: @tintinrayner
Modified by me


Bahan A:
5 butir kuning telur
1 butir telur utuh
65 ml minyak goreng
65 ml santan instan
65 gr tepung Kunci
15 gr tepung maizena
2 sdt bubuk vanilla, encerkan dengan 2 sdm air panas
2 sdt poppy seed (optional)

Bahan B:
5 butir putih telur
100 gr gula pasir
½ sdt air jeruk nipis atau Cream of tartar

Cara Membuat:

  • Bahan A: Buat lubang di tengah-tengah bahan kering, masukkan bahan cair kemudian aduk rata sampai licin dengan menggunakan whisker.
  • Bahan B: Kocok putih telur dan air jeruk nipis sampai mulai berbusa, masukkan gula pasir 3 kali secara bertahap sambil terus dikocok sampai mengembang soft peak, jika mixer diangkat akan menimbulkan jambul melengkung pada adonan.
  • Masukkan bahan B ke dalam Bahan A secara bertahap 3-4 kali sambil diaduk menggunakan spatula dengan teknik aduk lipat (folding).
  • Tuang ke dalam loyang tanpa sambungan atau loyang teflon yang sudah dialas kertas roti.
  • Panggang dengan sistem Au Bain Marie (Loyang adonan dialasi loyang lain yang berukuran lebih besar dan diisi air setinggi 1.5 cm).
  • Panggang dengan suhu 160’ selama 50 menit atau hingga matang.


Ini merupakan kedua kalinya saya baking dengan menggunakan teknik Au Bain Marie. Berhasil? Alhamdulillah. Mungkin benar menurut feeling saya, kalau Condensed Milk Cotton Cake saya yang kemarin berpori-pori besar karena kesalahan saya, salah cara mencampur dan mengaduk adonan. Seharusnya dicampur dan diaduk dengan teknik aduk lipat (folding) sehingga tidak tercipta gelembung udara di dalam adonan. Permukaan cake akan mulus tanpa adanya pecahan gelembung di permukaannya kalau cara mengaduk kita benar. Jadi pelajaran banget buat saya. Jadi saya akan lebih hati-hati saat mengaduk dan mencampur adonan.

Condensed Milk Cotton Cake dan Ogura memiliki teknik baking yang sama ya, yaitu dengan menggunakan teknik Au Bain Marie. Tapi keduanya memiliki langkah yang berbeda jauh. Hasilnya? Perbedaannya? Akan saya update di postingan Ogura selanjutnya ya, karena saya agak kurang yakin. Perlu memastikan lagi. PR nih buat saya, hehehe.

Rasanya? Mirip banget sama Condensed Milk Cotton Cake. Rasanya kempus-kempus kayak makan spon busa. Hehehe. Suami dan adik saya suka banget. Apalagi aroma vanilla-nya keluar banget. Nggak perlu waktu lama untuk ngabisinnya. Asli, ringan banget cake-nya, nggak terasa kalau udah habis banyak. Diet? Besook ajaaaahhh....





Happy Baking,






Lisa.