Tampilkan postingan dengan label Snack. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Snack. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Mei 2017

Putu Ayu



Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Lamaaa banget nggak nge-blog, berasa kangen. Karena urusan ini dan itu akhirnya posting blog-nya jadi tertunda, padahal semua udah disiapkan, tinggal copas aja trus upload. Eh, kendala lain muncul, hebohnya malware beberapa hari kemarin juga membuat saya takut nyalain laptop, dan akhirnya posting-nya ketunda lagi, hehehe. Yah sudahlah, yuukk...

Punya sisa parutan kelapa muda yang seharusnya dipakai buat bikin jajanan tradisional lain, sayangnya ‘gatot’ alias gagal total pas eksekusi, menyisakan parutan kelapa muda yang kesepian. Akhirnya nekat bikin Putu Ayu, jajanan yang memakai parutan kelapa, Alhamdulillah berhasil on first trial. Nggak nyangka banget saya, kok nggak dari dulu-dulu saya bikin Putu Ayu sendiri, biar nggak selalu beli, mengingat Putu Ayu merupakan salah satu jajanan favorit saya.



Putu Ayu
Source: bunda Nina

Bahan:
250 gr Tepung terigu
225 gr gula pasir
3 butir telur utuh
½ sdt emulsifier
100 ml air (bisa pakai air kelapa)
Pasta pandan secukupnya
100 gr kelapa parut
Sejumput garam

Cara Membuat:

  • Campur kelapa parut dan garam, kukus selama 15 menit, sisihkan.
  • Siapkan cetakan, oles tipis minyak kemudian letakkan kelapa parur di bagian dasar cetakan sambil ditekan-tekan, dipadatkan, sisihkan.
  • Kocok telur, gula dan emulsifier dengankecepatan tinggi, hingga mengembang dan kental kurang lebih selama 10-15 menit.
  • Masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit sambil terus dikocok hingga rata, tambahkan pasta pandan secukupnya, matikan mixer.
  • Tuang ke dalam cetakan hingga hampir penuh kemudian kukus selama 15 menit atau hingga matang.
  • Angkat, keluarkan dari cetakan, angin-anginkan sebentar, siap disajikan.



Gampang banget kan ya? Nggak nyangka lho saya, ternyata bikin Putu Ayu itu gampang banget. Kok nggak dari dulu-dulu saya belajarnya, kebanyakan alasan sih ya buat belajar baking, hehehe.

Abaikan penampakannya yang nggak rapi dan banyak yang bolong-bolong ini ya, hehehe. namanya juga masih belajar, first trial. Sepertinya ada yang salah dengan proses saya, entah apa yang membuat jadi bolong-bolong dan nggak mulus ini. Saya sepertinya pernah baca di salah satu blog, tapi lupa apa dan lupa juga di blognya siapa, hehehe. Nanti kalau sudah ketemu akan saya update yaa...
Yuuk bikin...

Semoga bermanfaat ya...

Happy Baking ^^



Salam,

Lisa.

Senin, 01 Mei 2017

Dadar Gulung Mulus



Dadar Gulung Mulus

Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Alhamdulillah sudah bulan Mei aja, sebulan berasa cepet banget. Anyway, beberapa hari lalu saya bikin Dadar Gulung lagi, ceritanya sih mau ikutan setor daily theme @uploadkompakan yang serba hijau itu, something green, sayangnya malah kesiangan, dan nggak sempet foto.

Kenapa namanya Dadar Gulung Mulus? Iyah, saya bisanya bikin yang mulus begini. Nggak bisa bikin yang bolong-bolong berrongga, hihihi. Nggak apa-apa kan ya, yang penting kan enak, rasanya pas dan nggak terlalu manis.



Dadar Gulung Mulus

Bahan Kulit:
150 gr tepung terigu
1 sdm susu bubuk
1 butir telur
1 sdm tepung maizena
130 ml santan
145-155 ml air
3 sdm gula pasir
Sejumput garam
Pasta Pandan secukupnya

Bahan Isi Unti Kelapa:
250 gr kelapa parut (saya pakai kelapa yang muda)
200 gr gula merah (sisir untuk mempermudah pelarutan)
120 ml air
1 sdtgaram
1 helai daun pandan, simpulkan

Cara Membuat Kulit:

  • Campur tepung terigu, garam, telur, santan dan air, aduk sampai licin, kemudian saring sampai tidak ada yang bergerindil agar penampakan mulus saat dibuat dadar.
  • Tambahkan pasta pandan secukupnya sampai didapatkan warna hijau yang diinginkan.
  • Panaskan teflon dengan api kecil.
  • Buat dadar titis-tipis dengan teflon anti lengket, lakukan sampai adonan kulit habis.


Cara Membuat Isi:

  • Didihkan air dan masukkan gula merah, masak sampai gula larut dan saring.
  • Didihkan kembali larutan gula merah, masukkan parutan kelapa dan garam, aduk hingga rata.
  • Tes rasa, tambahkan gula pasir secukupnya jika dirasa kurang manis.
  • Masak sampai parutan kelapa agak kering.
  • Angkat. Dinginkan.


Cara Menggulung Dadar:

  • Ambil satu lembar dadar, bentangkan di atas nampan, isi dengan 2 sdm unti kelapa (kurang lebih).
  • Lipat sisi bawah dadar ke atas menutupi unti kelapa, kemudian lipat sisi kiri dan kanan dadar ke dalam, guling dadar dari bawah ke atas. Prinsip membuat gulungan dadar adalah seperti melipat amplop ya, hanya saja tidak dilipat tetapi digulung.
  • Lakukan hingga habis.
  • Siap di sajikan.



Untuk penambahan airnya saya kira-kira ya, sampai adonan kulit memiliki kekentalan yang cukup, tidak terlalu kental, karena kalau terlalu kental akan sulit memutar adonannya, adonan akan langsung terbentuk tebal di tengah. Sedangkan kalai terlalu cair dikhawatirkan kulit akan mudah sobek karena kurang elastis.

Jika ingin dadar agak bolong-bolong (berrongga) seperti yang dijual di penjual Dadar Gulung, masukkan adonan saat wajan benar-benar panas sampai terdengar bunyi desirannya. Karena kulit Dadar Gulung memang seharusnya berrongga yang menjadikan itu sebagai ciri khas dari Dadar Gulung. Tapiii, karena saya ini amatir bangeet, saya nggak berani memasukkan adonan kalau teflon terlalu panas, karena kalau kita nggak ahli, dadar akan langsung terbentuk tebal di tengah sebelum teflon sempat diputar. Makanya saya memakai api yang sangat kecil agar saya bisa memutar teflon untuk melebarkan dadar. Begitu. Walhasil, dadar saya mulus bangeet, hehehe. makanya namanya Dadar Gulung Mulus. Semoga next time bisa lebih baik lagi. Yuuuk bikin...

Happy Cooking^^



Salam,


Lisa.

Kamis, 13 April 2017

Martabak Telur isi Daging



Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Tadinya sih mau ikutan Daily Theme-nya @uploadkompakan yang kapan hari itu yaitu Martabak. Tapi saya terlalu asyik kelayapan sama suami, jadi malah nggak sempet bikin buat setor, padahal udah janji juga mau bikinin Martabak, secara pak suami suka telur, jadi Martabak jelas masuk hitungan favorit. Mau beli pun juga nggak sempet. Jadi malah absen, plus ditagih-tagih melulu sama pak suami.

Tapi good news-nya, saya sudah terlanjur belajar bikin Martabak Telur, jadi tetep pengen nyobain bikin Martabak meskipun nggak sempat buat setoran.



Martabak Telur isi Daging
Source: blognya bunda Nina @bund_nina
Modified by me

Bahan Kulit:
200 gr tepung terigu all purpouse (tepung segitiga biru)
¼ sdt garam
1 butir telur ayam
100 ml air
Minyak goreng secukupnya

Bahan tumis daging:
250 gr daging sapi giling
3 siung bawang putih, memarkan, cincang halus
2 sdt garam
1 sdt merica bubuk
1 sdm gula
1 sdm minyak goreng untuk menumis

Bahan isi:
4 batang daun bawang prei, iris tipis
4 butir telur ayam ukuran besar, kocok lepas
2 sdt garam
1 sdt merica bubuk

Pelengkap:
Cabe rawit hijau
Acar
Saus sambal/ tomat

Cara membuat:
Adonan kulit:

  • Campur tepung terigu, garam dan telur, aduk hingga rata.
  • Tuang air sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan kalis. Jika sudah kalis stop, air tidak harus habis.
  • Timbang adonan 25-30 gr, bulat-bulatkan adonan dan rendam ke dalam minyak goreng hingga tenggelam seluruhnya, diamkan selama kurang lebih 1 jam. Sisihkan.


Adonan Daging:

  • Panaskan 1 sdm minyak goreng, tumis bawang putih hingga harum dan layu, kemudian masukkan daging giling, aduk hingga berubah warna.
  • Bumbui dengan garam, merica dan gula pasir, aduk rata. Tes rasa.
  • Masak hingga kering, angkat dan dinginkan.


Adonan Isi:

  • Dalam wadah, kocok lepas telur, masukkan semua bahan isi dan tumisan daging, campur rata.
  • Ambil satu buah adonan kulit, rentangkan dan tipiskan dengan menggunakan jari, beri 1-1.5 sendok sayur adonan isi, lipat.
  • Panaskan minyak, goreng hingga kecoklatan, angkat dan tiriskan.
  • Lakukan hingga adonan habis.




Saya berhasil lhoh, bisa bikin Martabak Telur sendiri. Meskipun bikin kulitnya nggak dilempar-lempar kayak si Mas-Mas yang jual martabak itu, hehe. Cukup dipipihkan dengan menggunakan tangan dan direntang-rentangkan pakai jari. Tadinya sih, sudah siap rolling pin, tapi lebih enakan pakai tangan dan jari sendiri, karena adonan kulitnya lentur kok. Udah sama banget kayak kulit martabak asli bikinan masnya martabak.

Yang perlu banget diperhatikan adalah bahwa adonan kulit harus benar-benar tenggelam dalam minyak goreng. Kalau khawatir terlalu banyak, bisa dipipihkan sedikit bulatannya. Fungsinya? Mungkin perendaman ke dalam minyak goreng membantu dalam elastisitas adonan, biar lentur dan bisa moloor banget gitu. Kalau sampai ada bagian yang tidak terendam minyak goreng, bagian tersebut akan mengeras lho. Jadi kulitnya nggak elastis dan nggak bisa dipipihkan nanti.

Saya dibantuin suami saya pas bagian nggorengnya. Tadinya sih pak suami ini ngeyel, kepengen nyobain ngelempar-lempar kulitnya trus langsung dilipat di atas wajan, kayak si mas-mas martabak. Tapi malah gatot, karena si kulit udah keburu mengering sebelum sempat diisi adonan isi dan dilipat. Hehehe. Akhirnya menyerah, jadi saya lipat langsung seperti amplop kemudian langsung digoreng oleh pak suami. *untung bikinnya pas libur yah :D

Saya belum nemu yah, ngelipatnya bagaimana kalau tidak langsung digoreng, jaga-jaga kalau memang memasaknya sendirian, nggak ada yang bantuin. Karena saya sempat nyoba nggak langsung digoreng, tapi ternyata si telur merembes keluar. Mungkin karena lipatan saya yang nggak rapi.

Tapi sebenarnya, cara melipat saya sudah sama banget lho sama si mas-mas yang jual martabak. *tetep ngeyel

Soal rasa, enak bangeet... Alhamdulillah berhasil. Rasanya pun sebelas dua belas sama martabaknya mas-mas yang terkenal itu. Yang utama sih, saya berhasil sukses. Alhamdulillah.

Hayuuukk bikin martabak sendiri...

Happy Cooking^^





Salam,



Lisa.

Minggu, 09 April 2017

Mozzarella Stick



Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Weekend itu enaknya nyemil. Lagi pengen snack yang ringan tapi gurih trus pengennya yang bisa molor-molor iniiihh... hehehe. Akhirnya keinget keju Mozarella yang udah stand by di freezer nunggu giliran. Pas banget nemu postingan-nya Mb @fridajoincoffee. Yasudahlah yuuk eksekusi...



Mozzarella Stick
Source: Mb @fridajoincoffee

Bahan:
100 gr Keju Mozzarella, potong memanjang
75 gr tepung panir
40 gr tepung terigu
2 butir telur
30 ml susu cair
20 gr keju permesan bubuk
½ sdt bawang putih bubuk
1 sdt merica bubuk
2 sdt garam

Cara Membuat:

  • Siapkan 3 wadah. Di wadah pertama, masukkan tepung terigu. Di wadah kedua, campurkan susu, telur, garam dan merica bubuk. Di wadah ketiga, campurkan tepung panir, keju permesan bawang putih bubuk, garam dan merica bubuk, aduk rata.
  • Gulingkan keju mozzarella pada tepung terigu hingga terbalur rata, lalu celupkan pada campuran telur, lalu gulingkan pada campuran tepung panir sambil digulung-gulung dan ditekan-tekan agar tepung panir menempel rata dan menyelimuti semua bagian keju mozzarella.
  • Ulang sekali lagi tanpa membalurkannya pada tepung terigu, celupkan ke dalam campuran telur kemudian gulingkan pada campuran tepung panir.
  • Pastikan seluruh permukaan keju mozzarella tertutup agar tidak bocor ketika digoreng.
  • Simpan dalam wadah kedap udara, masukkan dalam freezer minimal 2 jam sebelum digoreng agar selimut menempel kuat.
  • Panaskan banyak minyak dengan api sedang. Setelah minyak benar-benar panas, goreng mozzarella stick selama beberapa menit saja hingga kuning keemasan. Balik sekali saja agar tidak menyerap banyak minyak. Segera angkat dan tiriskan.
  • Sajikan dengan cocolan saus.



Eh iya, sebelumnya mau cerita dulu nih, tentang keju Mozarella-nya. Keju Mozarella-nya biasanya saya beli di supermarket yang kudu banget melototin logo halal MUI-nya ada apa nggak, segala-galanya diceklah. Begitu nemu amannya, ternyata harganya dong Mak, nggak aman banget buat dompet belanjaan saya, secara saya cintaaa banget sama keju Mozarella ini. Namanya juga produk import, sudah pasti harganya ‘bunyi’ banget ya... *rasa-rasanya ada yang teriak Maaahhaaaaallll dari lubuk hati yang terdalam

Alhamdulillah, nggak sengaja lagi nih, nemu postingannya Mb Frida tentang resep Mozarella Stick ini, ternyata ada lho, keju Mozarella lokal, Indonesia, produksi lokal dari pabrik susu di Jawa Barat. Setelah cek n’ ricek, Alhamdulillah ini lokal, sudah jelas In Sya Allah terjamin halalnya, secara Indonesia termasuk negara dengan mayoritas muslim jadi In Sya Allah terjamin. Harganya pun kelihatan sahabatan banget lho sama dompet belanjaan saya. Biasanya kalau beli yang import tuh was-was-nya segudang, takut inilah, takut itulah, adaa aja, tapi karena ini lokal, In Sya Allah aman. Jadinya saya pun langsung kepengen bikin juga dengan keju yang sama. Pengen tes rasa gitu, sama nggak sama keju Mozarella import atau paling nggak mendekati keju Mozarella-nya si itu tuh, yang pizzanya jadi favorit. Hehehe.

Rasanya guriiihh banget, molooor lagi! Nggak kalah deh sama keju Mozarella import yang biasa saya beli di supermarket. Yang paling penting nih Mak, solusi banget buat saya yang cinta sama keju jenis ini. Enaknya dimakan sesaat setelah agak dingin yah, jadi bisa molor-molor, seruu gitu... kalau udah full dingin, jadi kurang molor lagi, keseruan berkurang walaupun rasa nggak berubah.

Jadi kayak ngiklan yah? Tapi saya nggak ngiklan loh, suer... Cuma mau cerita aja. Lumayan banget buat save banyak uang belajaan saya.

Tertarik? Yuuk bikin...

Happy baking^^




Salam,

Lisa.