Tampilkan postingan dengan label Telur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Telur. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 April 2017

Martabak Telur isi Daging



Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Tadinya sih mau ikutan Daily Theme-nya @uploadkompakan yang kapan hari itu yaitu Martabak. Tapi saya terlalu asyik kelayapan sama suami, jadi malah nggak sempet bikin buat setor, padahal udah janji juga mau bikinin Martabak, secara pak suami suka telur, jadi Martabak jelas masuk hitungan favorit. Mau beli pun juga nggak sempet. Jadi malah absen, plus ditagih-tagih melulu sama pak suami.

Tapi good news-nya, saya sudah terlanjur belajar bikin Martabak Telur, jadi tetep pengen nyobain bikin Martabak meskipun nggak sempat buat setoran.



Martabak Telur isi Daging
Source: blognya bunda Nina @bund_nina
Modified by me

Bahan Kulit:
200 gr tepung terigu all purpouse (tepung segitiga biru)
¼ sdt garam
1 butir telur ayam
100 ml air
Minyak goreng secukupnya

Bahan tumis daging:
250 gr daging sapi giling
3 siung bawang putih, memarkan, cincang halus
2 sdt garam
1 sdt merica bubuk
1 sdm gula
1 sdm minyak goreng untuk menumis

Bahan isi:
4 batang daun bawang prei, iris tipis
4 butir telur ayam ukuran besar, kocok lepas
2 sdt garam
1 sdt merica bubuk

Pelengkap:
Cabe rawit hijau
Acar
Saus sambal/ tomat

Cara membuat:
Adonan kulit:

  • Campur tepung terigu, garam dan telur, aduk hingga rata.
  • Tuang air sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan kalis. Jika sudah kalis stop, air tidak harus habis.
  • Timbang adonan 25-30 gr, bulat-bulatkan adonan dan rendam ke dalam minyak goreng hingga tenggelam seluruhnya, diamkan selama kurang lebih 1 jam. Sisihkan.


Adonan Daging:

  • Panaskan 1 sdm minyak goreng, tumis bawang putih hingga harum dan layu, kemudian masukkan daging giling, aduk hingga berubah warna.
  • Bumbui dengan garam, merica dan gula pasir, aduk rata. Tes rasa.
  • Masak hingga kering, angkat dan dinginkan.


Adonan Isi:

  • Dalam wadah, kocok lepas telur, masukkan semua bahan isi dan tumisan daging, campur rata.
  • Ambil satu buah adonan kulit, rentangkan dan tipiskan dengan menggunakan jari, beri 1-1.5 sendok sayur adonan isi, lipat.
  • Panaskan minyak, goreng hingga kecoklatan, angkat dan tiriskan.
  • Lakukan hingga adonan habis.




Saya berhasil lhoh, bisa bikin Martabak Telur sendiri. Meskipun bikin kulitnya nggak dilempar-lempar kayak si Mas-Mas yang jual martabak itu, hehe. Cukup dipipihkan dengan menggunakan tangan dan direntang-rentangkan pakai jari. Tadinya sih, sudah siap rolling pin, tapi lebih enakan pakai tangan dan jari sendiri, karena adonan kulitnya lentur kok. Udah sama banget kayak kulit martabak asli bikinan masnya martabak.

Yang perlu banget diperhatikan adalah bahwa adonan kulit harus benar-benar tenggelam dalam minyak goreng. Kalau khawatir terlalu banyak, bisa dipipihkan sedikit bulatannya. Fungsinya? Mungkin perendaman ke dalam minyak goreng membantu dalam elastisitas adonan, biar lentur dan bisa moloor banget gitu. Kalau sampai ada bagian yang tidak terendam minyak goreng, bagian tersebut akan mengeras lho. Jadi kulitnya nggak elastis dan nggak bisa dipipihkan nanti.

Saya dibantuin suami saya pas bagian nggorengnya. Tadinya sih pak suami ini ngeyel, kepengen nyobain ngelempar-lempar kulitnya trus langsung dilipat di atas wajan, kayak si mas-mas martabak. Tapi malah gatot, karena si kulit udah keburu mengering sebelum sempat diisi adonan isi dan dilipat. Hehehe. Akhirnya menyerah, jadi saya lipat langsung seperti amplop kemudian langsung digoreng oleh pak suami. *untung bikinnya pas libur yah :D

Saya belum nemu yah, ngelipatnya bagaimana kalau tidak langsung digoreng, jaga-jaga kalau memang memasaknya sendirian, nggak ada yang bantuin. Karena saya sempat nyoba nggak langsung digoreng, tapi ternyata si telur merembes keluar. Mungkin karena lipatan saya yang nggak rapi.

Tapi sebenarnya, cara melipat saya sudah sama banget lho sama si mas-mas yang jual martabak. *tetep ngeyel

Soal rasa, enak bangeet... Alhamdulillah berhasil. Rasanya pun sebelas dua belas sama martabaknya mas-mas yang terkenal itu. Yang utama sih, saya berhasil sukses. Alhamdulillah.

Hayuuukk bikin martabak sendiri...

Happy Cooking^^





Salam,



Lisa.

Senin, 20 Februari 2017

Kotok Telur



Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Ini menu kami beberapi hari yang lalu, lupa kapan tepatnya, hehehe. Bagi penggemar telur, wajib banget memasukkan menu ini sebagai tambahan variasi daily menu keluarga. Enak bangeeet... Mirip banget sama Semur Telur Puyuh dan Baby Kentang yang saya posting sebelumnya. Cuma bedanya terdapat penggunaan santan. Bagi yang takut makan Telur Puyuh karena mengandung kolesterol tinggi, boleh diganti dengan Telur Ayam Kampung atau Telur Ayam Negeri ya. Tapi kalau pengen nyobain, boleh-lah sekali-sekali bandel, hehehe.



Kotok Telur
Source: Sedap Sekejap Khusus Pemula 25/ V/ 05
Modified by me

Bahan:
25 butir telur puyuh, rebus sampai matang, kupas
6 butir bawang merah, iris tipis
3 siung bawang putih, iris tipis
2 buah cabai keriting, iris tipis
1 batang serai, memarkan
2 lembar daun salam
½ sdt garam
1 sdt kecap manis
200 ml santan instant
100 ml air

Cara Membuat:

  • Tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum
  • Tambahkan cabe keriting, serai dan daun salam, aduk sampai layu.
  • Masukkan kecap manis.
  • Masukkan santan, air dan garam
  • Masukkan telur puyuh, rebus sambil diaduk sampai bumbu meresap.
  • Angkat, siap disajikan dengan sepiring nasi hangat.


Mudah banget kan membuatnya, nggak perlu waktu lama. Bisa jadi menu alternatif kalau kehabisan ide atau kehabisan isi kulkas. *ups



Semoga bermanfaat ya ^^



Lisa.

Rabu, 08 Februari 2017

Gyeran Mari aka Tamagoyaki



Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Gara-gara daily theme kemarin di salah satu komunitas fotografi yang saya ikuti via instagram, @uploadkompakan, saya jadi kepikiran juga di malam sebelumnya, makanan / minuman apa yang saya sukai sepanjang masa, alias All Time Favorite (ATF). Setelah dipikir-pikir, tenyata saya nggak pernah bisa melupakan telur dadar, hehehe. Saya termasuk orang yang suka banget dengan telur dadar, saya suka banget dengan aroma saat telur dadar mulai dituangkan ke wajan panas. Aroma khas telur dadar. Beda lho aromanya sama telur ceplok, hehehe.

Trus iseng juga, pengen nyobain bikin telur dadar versi negara lain yang terkenal sebagai makanan atau lauk pendamping. Telur dadar dalam versi Korea disebut dengan Gyeran Mari (Korean Rolled Omelette/ Korean Egg Roll), sedangkan telur dadar versi Jepang disebut dengan Tamagoyaki (Japanese Rolled Omelette). Keduanya biasa disajikan sebagai makanan pendamping atau lauk dalam kotak bekal atau bento. Nah, apa bedanya dengan telur dadar biasa versi Indonesia? Telur dadar versi Indonesia, setahu saya, biasa disajikan melebar, bisa digulung bisa tidak, kalaupun digulung, gulungannya tidak rapat alias bisa dibuka. Telur dadar versi Indonesia biasa disajikan bersama dengan Nasi Goreng, Nasi Kuning, Nasi Uduk, dll. Sedangkan telur dadar versi Jepang (Tamagoyaki) dibuat dalam wajan anti lengket khusus berbentuk kotak (rectangular omelette pan) disebut dengan Makiyakinabe yang khusus dipakai untuk membuat telur dadar kotak. Nah yang unik nih, telur dadar versi Korea dan Jepang dibentuk kotak tebal berlayer dari beberapa butir telur, dengan gulungan yang mulus, berwarna kuning cantik (tidak overcook), tidak berminyak, gulungannya rapi, rapat dan tidak lepas.

Setelah belajar sana-sini secara sekilas antara Gyeran Mari dan Tamagoyaki, yuuk kita bikin sama-sama.


Gyeran Mari (Korean Rolled Omelette) atau Tamagoyaki (Japanese Rolled Omelette)

Bahan:
3 butir telur ukuran besar
1 buah wortel ukuran kecil, potong dadu kecil-kecil
1 batang daun bawang, iris tipis
1 butir bawang bombay ukuran kecil atau ½ butir bawang bombay, cincang halus
1 sdt merica bubuk
2 sdt garam
Minyak goreng secukupnya
Tissu dapur secukupnya

Cara Membuat:

  • Kocok lepas telur dengan menggunakan garpu, bumbui dengan garam dan merica.
  • Masukkan sayuran ke dalam kocokan telur.
  • Gunakan wajan anti lengket (teflon). Sapukan minyak goreng di permukaan wajan dengan menggunakan tissu dapur (asal minyak, tipis-tipis saja).
  • Panaskan wajan dengan api sedang, kecilkan api jika wajan sudah panas. Gunakan api kecil selama proses memasak.
  • Tuang kocokan telur ke wajan sampai menutupi seluruh permukaan wajan, tipis saja, masak sampai bagian pinggirnya terlihat sudah set tapi bagian tengah masih agak lembek. Angkat wajan jika dirasa api masih terlalu panas.
  • Gulung salah satu ujungnya dengan menggunakan spatula silicon atau sutil kayu. Gulung satu lipatan satu kali lalu tekan-tekan, sapukan kembali minyak goreng tipis-tipis dengan menggunakan tissu dapur, kemudian gulung lagi satu lipatan lalu tekan-tekan lagi, lakukan berulang sampai tersisa sekitar 1/3 bagian dadar saja. Geser gulungan telur ke salah satu ujung wajan, kemudian tuang lagi sisa kocokan telur yang ada untuk menyambung gulungan telur sebelumnya. Ulangi proses sampai kocokan telur habis, sisakan sedikit untuk mengelem bagian ujungnya agar menempel.
  • Tekan-tekan dengan spatula silicon/ sutil kayu agar telur berbentuk kotak 4 sisi, masak beberapa saat lagi agar bagian dalam matang dengan sempurna (tidak ada yang lembek di dalam), hati-hati dengan panasnya agar tidak overcook dan tetap berwarna kuning cantik.
  • Biarkan agak dingin, potong-potong sekitar 2-3 cm, siap disajikan.


Tricky banget ya ternyata masak telur dadar versi Korea atau Jepang ini, lebih gampang telur dadar biasa, hehehe. Namanya juga coba-coba, iseng nyobain, belajar. O iya, saya pakai wajan anti lengket (teflon) bulat tipis ya, nggak punya yang kotak. Untuk langkah awalnya, sapukan minyak gorengnya diseluruh bagian wajan ya, full, jangan sampai ada yang terlewat. Karena saya kurang rata di bagian tepi wajan, sehingga agak sedikit lengket di bagian pinggirnya saat akan melipat telur. Sapukan lagi minyak goreng tipis-tipis sebelum menuangkan kocokan telur selanjutnya. Ini termasuk bagian yang penting banget ya, kelihatannya sepele karena kita sudah memakai wajan anti lengket, tapi kalau tidak menyapukan minyak goreng, akan tetap lengket. Karena memang telur digulung saat belum terlalu set di bagian tengahnya, sehingga diperlukan minyak goreng. proses melipatnya pun harus pelan-pelan banget agar tidak sobek atau pecah. Saya memakai spatula tipis ya, karena adonan telur tipis, sutil kayu terlalu tebal, sementara telur nempel banget di wajan.

Untuk sayurannya bisa juga menggunakan paprika yang dipotong-potong dadu kecil-kecil, boleh ditambahin smoked beef juga. Bagian isi (sayuran) bisa dicampur langsung ke dalam kocokan telur seperti saya atau bisa juga ditabur tipis-tipis setelah kocokan telur dituangkan ke wajan. Sesuai selera saja.

Gimana? Agak-agak tricky ya? Tapi In Sya Allah bisa kok dengan banyak latihan. Tidak perlu punya wajan kotak dulu. Bisa juga digulung dengan menggunakan wajan anti lengket yang bulat biasa, asal tips dan triknya bener.

Punya saya kurang kotak ya? Hehehe. Harap maklumlah, masih belajar. Kurang tebal juga ya kotaknya. Saya hanya menggunakan 3 butir telur, seminggu ini makan telur melulu sih, jadi perlu agak dikurangi. Jika ingin tebal, gunakan minimal 4 butir telur maka gulungan akan tebal, tentu juga semakin puas makannya.



Selamat mencoba,

Semoga bermanfaat ya^^


Salam,


Lisa.

Senin, 06 Februari 2017

Semur Telur Puyuh dan Baby Kentang



Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Nemu resep yang pake telur puyuh dari koleksi resepnya ci Tintin Rayner, kebetulan saya lagi kepengen masak telur puyuh. Harusnya sih nggak boleh sering-sering ya, karena usia sudah mulai beranjak menua, hehe. Takut kebanyakan lemak. Tapi nggak apa-apa lah ya sekali-sekali. Wong nggak tiap hari juga. yuukk...



Semur Telur Puyuh dan Baby Kentang
Source: @tintinrayner
Modified by me

Bahan:
15 butir telur puyuh, rebus dan kupas
16 buah Baby kentang
2 buah tomat masak, potong dadu
6 siung bawang merah, iris tipis
3 siung bawang putih, iris tipis
2 sdm saus tomat
3 sdt garam
1 sdm gula pasir
2 sdt merica bubuk
7 sdm kecap manis
600 ml air
2 sdm margarin untuk menumis

Cara Membuat:

  • Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum, masukkan air, rebus hingga mendidih.
  • Masukkan baby kentang, telur puyuh, tomat potong dan semua bumbu, lakukan tes rasa.
  • Masak hingga kentang empuk dan bumbu meresap. (Saya lebih suka direbus hingga kuah agak berkurang dan mengental, maka otomatis kentang akan empuk juga).
  • Angkat, sajikan dengan sepiring nasi hangat.


Saya iseng, sengaja merebus agak lama, dengan harapan kuahnya mengental karena sedikit berkurang. Dan ternyata beneran agak mengental, tentu kentang akan empuk secara otomatis dan bumbu akan lebih meresap.

Rasanya?? Enak lhoo... Karena merebus agak lama, warna baby kentang dan telur puyuhnya jadi seragam, alias cokelat semua, jadi nggak akan dipilihin tuh mana telur mana baby kentang, hehe.


Selamat mencoba ^^

Semoga Bermanfaat yaa...








Salam,




Lisa.