Tampilkan postingan dengan label Cokelat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cokelat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Maret 2019

Pukis Banyumas

Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Tes drive baking dan motret pasca pindahan. Sok-sokan minimalis atau belum ketemu ‘feel-nya’, padahal mah males bongkar box props dan belum nemu cahaya yang disuka aja 😆 Alas fotonya pun bukan alas foto favorit, alas fotonya mencar-mencar, dua di rumah Caruban, satu masih di kosan Jakarta dan satu di mobil buat alas tidur anaknya, hahaha. Jadi seadanya aja, yg penting ada dokumentasi 😅

Maunya di posting untuk ikutan seseruan pas temanya @uploadkompakan ‘pukis’, tapi apa daya nggak punya stok foto, mau bikin pun nggak keburu karena bahan belum lengkap, harus nyuri2 waktu juga, jadi yaaaa gituuu deh... bolos lagiii kitaaa... 😅

Ini kali kedua saya bikin pukis, yang sebelumnya kayaknya belum pernah di post di blog, nanti dicari dulu gambarnya, insyaAllah akan di post juga disini yaaa... Karena beda resep. Tapi kalau misal Follow saya di instagram, mungkin sudah pernah lihat sebelumnya, jadi silakan scroll aja ke bawah, insyaAllah ada.


Resep yang sekarang ikut-ikutan Mb Adit (@a__dama) yang pake resepnya Mb @rinarinso Alhamdulillah jadiii... lembuuut dan enaaak banget, berasa nostalgia sama pukis jadul, yang biasa dijual di pasar-pasar tradisional, tapi saya bikin 1/2 resep aja karena telurnya emang tinggal satu doang 🙈 jadi semua takaran bahannya disesuaikan untuk satu butir telur.
Ijin copas ya Mb @rinarinso terima kasih resepnya 🙏🏻😘
.
——-
Pukis Banyumas
Source: Mb @rinarinso Modified by me
.
Bahan:
1 btr telur
75 gr gula pasir
125 gr tepung terigu pro sedang
1/2 sdt ragi instan
1/4 sdt Vanilla Cream bubuk
200 ml santan 
1 lbr daun jeruk
1/4 sdt garam
40 gr susu kental manis
50 gr butter margarin, lelehkan

2 tetes pasta pandan
1 sdm cokelat bubuk

Cara Membuat:
•Rebus santan dan daun jeruk purut sampai mendidih, diamkan sampai hangat, masukkan skm, aduk rata.
•Kocok telur dan gula sampai kental, masukkan tepung terigu, ragi, Vanilla Cream bubuk dan garam, bergantian dengan campuran santan dan skm, aduk rata dengan mixer kecepatan rendah.
•Masukkan butter margarin leleh dan 2 tetes pasta pandan, kocok lagi hingga rata. Diamkan adonan selama kurang lebih 1 jam.
•Ambil 1/3 adonan, campur dengan 1 sdm cokelat bubuk, aduk rata.
•Aduk-aduk adonan terlebih dahulu setiap kali akan menuangkan ke dlm cetakan agar tidak terlalu banyak gas.
•Panaskan cetakan, tuang adonan hijau sampai hampir 3/4 tinggi cetakan, tambahkan adonan cokelat sampai 3/4 tinggi cetakan, acak dengan sumpit utk membuat motif.
•Tutup cetakan, masak hingga matang.
•Setelah matang, angkat dan keluarkan dari cetakan, olesi dengan butter margarin seluruh sisinya selagi panas.



Gampang banget lho ini, asli. Cuma lama di proofing-nya aja. Dan adonannya harus diaduk-aduk dulu setiap kali akan menuangkan ke dalam cetakan, agar nggak terlalu banyak gas. Kalau nggak diaduk-aduk dulu, gas yang terbentuk terlalu banyak, akibatnya permukaan pukisnya jadi nggak mulus kayak punya saya, banyak bolong-bolongnya.

Trus soal motif, nggak jadi cantik dong motif bikinan eike, haha 🙈🙈 Saya pakai cetakan pukis jadul, dan karena dapurnya diluar, kena angin sepoi-sepoi gitu, jadi apinya goyang-goyang, panas nggak merata, akibatnya cetakan terlalu panas trus udah set duluan sebelum motifnya diacak-acak. Jadi ya sudahlah yaa... lain kali lebih hati-hati lagi pas bikin. Yang penting kan enak dimakan.

Beneran lho ini, lembut banget pukisnya, asal nggak lupa oles-oles butter margarin pas masih panas, karena ngefek juga ini ternyata. Di percobaan pertama saya bikin pukis, saya males oles-oles yang ternyata bikin permukaan, samping kanan kiri pukis jadi kering, kalau dioles mah insyaAllah nggak kering. Tetep lembut luar dalam. Jadi baru ‘ngeh’ sekarang kenapa si Abang jual pukis suka oles-oles gitu, kayak dua kali kerja gitu, oles-oles cetakan dan pukisnya, ternyata ada maksudnya, hehehe.

Yuukk bikin... 
Happy baking...


Salam,




Lisa.

Selasa, 31 Oktober 2017

Camouflage Chiffon Cake



Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Chiffon Cake lagi... Jangan bosen yaaa, hehehe. Favorit banget soalnya, Pak Suami apa lagi, belum dioven aja udah di booking duluan, hehehe.

Jadi tema dari @homemadeloversss minggu lalu, untuk di upload di hari Sabtu pagi adalah Deco Chiffon untuk mensupport bareng-bareng @susanne.decochiffon , super talented Deco Chiffon Baker from Singapore yang baru saja menerbitkan buku ketiganya tentang Deco Chiffon. Superb banget kan? Saya nih, yang termasuk penggemar Chiffon Cake sampai terheran-heran, itu kok bisaaa Chiffon Cake jadi kayak gitu. Yang bentuk tulban ala loyang Chiffon Cake biasa aja macem-macem, warna-warni dan muluuuzzzz banget, lalat aja belum lewat udah kepleset duluan kali, saking mulusnya itu Chiffon Cake. Belum lagi yang bentuk-bentuk buah, bunga, hewan, kartun, banyak dah. Nggak percaya? Kepoin aja instagram beliau di @susanne.decochiffon untuk hasil karya Deco Chiffon yang bikin tercengang terheran-heran. Kalau mau resepnya, silakan jalan-jalan ke blog beliau, walaupun nggak semua di post sih, soalnya udah masuk di buku mungkin ya, jadi sebagian hanya gallery dan cerita aja. Tapi resepnya Chiffon Cake kan ya gitu-gitu aja sih, tergantung jumlah telurnya aja.

Nah, karena Host tema Deco Chiffon adalah Susanne sendiri, jadi saya iseng dong, jalan-jalan ke blog beliau dengan tujuan belajar. Saya tertarik dengan Chiffon Pop, Chiffon Cake yang di panggang dengan cup atau di panggang dengan berbagai bentuk dengan ukuran lebih kecil. Nah saya nyobain bikin ala lolipop, eh gatot pemirsaah... bagian atasnya masih basaaah banget. Bukan underbake, sudah saya bake ulang dan begitu dingin, tetep sama aja. Saya menyerah. Mungkin saya harus beli bukunya dulu kali yah, biar tahu tips n trick-nya, karena belajar seminggu full sambil nontonin youtube-nya dia, nggak berhasil di saya, hehe. Bukan salah resepnya, bukan, kesalahan jelas ada di saya yang amatiran ini. Hihihi.

Karena gagal dengan Chiffon Pops, akhirnya saya banting setir bikin Chiffon Cake biasa, tapi motif dalamnya saya buat ala-ala Army atau bahasa kerennya Camouflage aka kamuflase, doreng-doreng, entah apalah itu. Idenya dari postingan Susanne juga di blognya kalau beliau pernah bikin ala-ala army begitu. Tapi jangan disamakan dengan punya beliau ya, karena punya saya nggak banget, sementara punya beliau muluuzz luar biasa, dan motif army pastelnya cantik.

Untuk resepnya saya pakai resepnya ci Tintin Rayner, belum PD pakai resepnya Susanne lagi, takut gatot lagi, hehehe.




Camouflage Chiffon Cake

Bahan:

Bahan A:
6 butir kuning telur
130 gr tepung terigu protein rendah
75 ml susu cair
60 ml minyak goreng
1 sdt pasta vanilla
1 sdt pasta Mocca
1 sdt bubuk Greentea, cairkan dengan 1 sdm air panas
1 sdt bubuk Black Chocolate, cairkan dengan 1 sdm air panas

Bahan B:
6 butir putih telur
¼ sdt cream of tar-tar
½ sdt garam
130 gr gula pasir

Cara Membuat:

Adonan I:

  • Kocok lepas kuning telur dengan menggunakan whisk selama kurang lebih 2 menit, masukkan susu cair dan minyak, aduk rata.
  • Masukkan tepung terigu, aduk sampai licin, sisihkan.


Adonan II:

  • Kocok putih telur, cream of tar-tar dan garam sampai mulai berbusa, masukkan gula pasir 3 kali secara bertahap sambil terus dikocok sampai mengembang stiff peak, jika baskom dibalik, adonan tidak akan tumpah.
  • Masukkan Adonan II ke Adonan I secara bertahap 3-4 kali sambil diaduk menggunakan spatula dengan teknik aduk lipat (folding).
  • Bagi adonan menjadi 4 bagian, beri pasta masing-masing.
  • Tuang selang-seling dalam loyang chiffon tanpa dioles apapun, buat beberapa garis dengan sumpit sampai menyentuh dasar loyang untuk mengacak motif.
  • Panggang dengan suhu 160’ selama 55 menit atau hingga matang.
  • Keluarkan dari oven, segera tangkupkan di atas botol, tunggu hingga mencapai suhu ruang, sisir dengan pisau atau spatula chiffon di sekelilingnya.
  • Siap disajikan.



Mungkin baiknya pakai bubuk Black Charcoal ya biar warnya hitam cantik. Saya nggak punya, adanya bubuk Black Chocolate, saya pikir jadinya juga akan hitam, eh ternyata tetep cokelat, hehehe. Dan untuk warna Greentea-nya ternyata kurang banyak, jadi warna hijaunya kurang kelihatan, motif armynya aneh deh, hehehe.

Pasta macem-macem aroma jadi apa? Jadi enaklah pokoknya, ya kadang bau cokelat, kadang ada mocca-nya ada greentea-nya ada vanillanya, semua adaaa... hehehe.

Saya masih penasaran dengan Deco Chiffon, akan saya share suatu saat nanti kalau saya sudah berhasil ya... Mau belajar dulu dari blog-nya, syukur-syukur kalau dibeliin bukunya, biar tambah paham, hehehe.

Happy Baking ^^




Salam,


Lisa.

Senin, 30 Oktober 2017

Brownies Kukus Mekar



Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Biasanya nih bikin Brownies Kukus yang kotak biasa itu, nggak ada mekar-mekarnya, tapi kali ini pengen nyobain resepnya ci @tintinrayner yang dimodif dikit resepnya. Iya, dikit aja, nggak pake chococips, haha. Tapi kalau mau lebih nyoklat lagi, silakan ditambah dengan meises atau chococips.



Brownies Kukus Mekar

Bahan A:
200 gr gula pasir
2 butir telur
160 cc air
½ sdt vanilla cream

Bahan B:
200 gr tepung terigu
25 gr cokelat bubuk
½ sdt garam
1 sdt baking powder

Bahan C:
10 gr cake emulsifier (SP/ Ovalet/ TBM)

Bahan D:
25 gr Chocochips
½ sdt pasta cokelat

Cara Membuat:

  • Kocok Bahan A dengan menggunakan mixer kecepatan tinggi selama 5 menit.
  • Turunkan kecepatan, kemudian masukkan Bahan B, kocok selama 1 menit atau hingga rata.
  • Naikkan ke kecepatan tinggi, masukkan Bahan C, kocok selama kurang lebih 5 menit.
  • Tambahkan pasta cokelat, aduk rata.
  • Masukkan Chocochips, aduk asal rata.
  • Siapkan cetakan bolu kukus, alasi dengan kertas bolu kukus. Tuang adonan sampai hampir penuh.
  • Kukus selama kurang lebih 15 menit dengan api besar.
  • Angkat, siap disajikan.



Dikira ya mekarnya biasa aja, kayak bolu kukus biasa, eh ternyata sampai off side segala, sampai tumpah-tumpah keluar cetakan dan jatuh ke kukusan. Bahagia? Jelas dooong... Jarang-jarang kan hasil jadinya bisa sampe seperti ini. Cuma jadi kepikiran beli cetakan yang dasarnya agak lebar, nggak langsing kayak punya saya dan ngisinya nggak terlalu penuh juga untuk next time baking.

Tekstur dan rasanya pun berbeda lho dari bolu kukus biasa, brownies kukus ini nyoklat banget rasanya, fluffy dan lembuut luar biasa, berasa makan kapas cokelat deh.

Yuuk bikin ^^



Salam,


Lisa.

Jumat, 27 Oktober 2017

Choco Pandan Chiffon Cake



Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Chiffon Cake lagiii... yes, jangan bosen yaaa...

Chiffon cake lakuuu banget dirumah, semua suka, jadi cepet habisnya, bikin semangat baking kalau cepet laku begini, hihihi.

Pandan Chiffon Cake adalah jenis chiffon cake kedua yang saya buat saat saya belajar membuat Chiffon Cake. Nggak beda jauh dengan Chocolate Chiffon Cake, hanya disesuaikan saja dengan banyaknya telur dan cokelat. Tetep pakai resepnya ci @tintinrayner ya. Dan tetep juga, ditambahkan chococips biar ada rasa manis-manisnya cokelat. Jadi wangi pandan dengan taburan chococips. Hhmm... yummy deh...
Yuuk bikin...



Choco Pandan Chiffon Cake

Bahan:
Bahan A:
7 butir kuning telur
130 ml santan instant
70 ml minyak
140 gr tepung terigu protein rendah
1 sdt pasta pandan
25 gr Chocochips

Bahan B:
7 butir putih telur
140 gr gula pasir
½ sdt cream of tar-tar
¼ sdt garam

Cara Membuat:
Adonan I:

  • Kocok lepas kuning telur dengan menggunakan whisker selama kurang lebih 1 menit, masukkan santan dan minyak, aduk rata.
  • Masukkan tepung terigu dan pasta pandan, aduk rata, sisihkan.


Adonan II:

  • Kocok putih telur dan cream of tar-tar sampai mulai berbusa, masukkan gula pasir 3 kali secara bertahap sambil terus dikocok sampai mengembang stiff peak, jika baskom dibalik, adonan tidak akan tumpah.
  • Masukkan Adonan II ke Adonan I secara bertahap 3-4 kali sambil diaduk menggunakan spatula dengan teknik aduk lipat (folding).
  • Masukkan Chocochips, aduk asal rata.
  • Tuang dalam loyang chiffon tanpa dioles apapun.
  • Panggang dengan suhu 160’ selama 55 menit atau hingga matang.
  • Keluarkan dari oven, segera tangkupkan di atas botol, tunggu hingga mencapai suhu ruang, sisir dengan pisau atau spatula chiffon di sekelilingnya.
  • Siap disajikan.



Belum mahir ngeluarin Chiffon Cake dengan mulus, jadinya belajar terus dan terus belajar. Yang nggak mulus mana? Ya diumpetin laaahh, yang mulus-mulus aja yang ditunjukkin, hehehe. Untung yang suka banyak, jadi bikin berkali-kalipun nggak masalah, banyak yang suka dan cepet habis, hehehe.



Happy baking ^^





Salam,



Lisa.