Tampilkan postingan dengan label Baking Diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Baking Diary. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 April 2020

Serunya Bikin Chui Kao So #dirumahaja bareng Anak

Bismillahhirrahmannirrahim...

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Hai-hai... bagaimana kabarnya setelah #dirumahaja selama 16 hari? Alhamdulillah saya dan keluarga saya sehat, InsyaAllah, Aamiin... 🙏🏻
Dan masih berusaha tetap #dirumahaja, nggak kemana-mana kecuali untuk hal mendesak seperti belanja kebutuhan harian. Semoga pandemi global virus covid 19 ini segera berlalu, sehingga kita bisa bebas kemana-mana tanpa ada rasa khawatir.

Kalau saya biasanya emang #dirumahaja sih, jadi nggak terlalu merasa gimana-gimana dengan adanya anjuran #dirumahaja dari pemerintah terkait pandemi global virus covid 19. Bahkan mungkin nggak berasa ada efeknya buat saya. Anjuran #dirumahaja dari pemerintah mungkin akan lebih berasa dampaknya bagi mereka yang terbiasa bekerja diluar rumah, anak sekolah dan orang tua yang memiliki anak yang sudah sekolah. Untuk yang terbiasa bekerja diluar rumah alias ngantor, anjuran #workfromhome agaknya cukup memberatkan, banyak hal yang mesti dipertaruhkan. Suami saya misalnya. Sebagai karyawan kantoran yang terbiasa berangkat pagi pulang sore, kelihatan jelas bagaimana beliau ‘sedikit struggle’ dengan kebiasaan barunya. Sedikit terlihat bosan dirumah selama seharian penuh walaupun sedang kerja.

Tantangan #dirumahaja juga berdampak besar untuk anak sekolah dan orang tua yang memiliki anak yang sudah sekolah. Banyak sekali penyesuaian dan pengorbanan yang harus dilakukan. Si anak harus survive #dirumahaja melawan rasa bosan dengan tugas yang begitu banyak sebagai ganti sekolah agar tidak tertinggal pendidikannya. Belum lagi rasa kangen karena tidak bertemu dan main bersama teman-teman sekolahnya. Sedangkan bagi orang tua yang memiliki anak yang sedang sekolah, anjuran #dirumahaja jadi tantangan tersendiri baginya, terutama untuk seorang ibu. Si ibu harus sukses menggantikan tugas guru disekolah sembari mengerjakan segala pekerjaan domestik hariannya. 

Saya? Si Adek, anak saya
masih berusia batita 21 bulan, sehingga saya belum merasakan bagaimana riweuhnya ngawasi anak belajar sambil mengerjakan PR sambil mengurus pekerjaan domestik sepanjang hari. Berasa hari jadi semakin panjang saja walaupun cuma membayangkannya 😆 Bisa membayangkan kalau akhirnya si ibu punya nada sampai lebih dari 7 oktaf, bisa lebih cerewet dan lebih galak daripada guru di sekolah, karena spaneng dengan berbagai pekerjaan yang harus selesai saat itu juga 😅

Nah, biar nggak bosen ketika #dirumahaja saya biasanya mengajak anak saya memasak atau membuat kue. Jangan kira anak saya yang batita nggak bisa merasa bosan #dirumahaja walaupun belum sekolah. Anda salah! Justru karena belum sekolah, anak jadi rawan lebih bosan, karena harus #dirumahaja seharian selama beberapa hari, tanpa main sama teman-temannya, tanpa pergi kemana-mana dengan orang tuanya. Jadi, sebisa mungkin saya selalu mengajak anak saya melakukan kegiatan yang berbeda-beda, salah satunya dengan memasak atau membuat kue. Karena saya hobi juga sih kalau ini 😅

Salah satu kue yang bisa dibuat bareng anak adalah Chui Kao So. Chui Kao So adalah kue kering khas negeri China yang biasanya ada dalam acara Sangjit, yaitu prosesi lamaran orang suku Kong Hu, suku asli orang Hong Kong. Dalam prosesi Sangjit tersebut, terdapat box seserahan yang berisi 4 jenis kue, dan Chui Kao So termasuk salah satunya. Chui Kao So sendiri berasal dari Cui yang berarti crispy, Kao yang berarti sesuatu yang dipanggang/ bake dan Shao berarti bake. 

Chui Kao So ini teksturnya garing dan renyah mirip kue emping. Dan uniknya, Chui Kao So ini berasa kayak ada kacangnya padahal dalam bahan-bahannya nggak ada disebutkan kacang ataupun emping. Ini yang bikin banyak orang jadi penasaran. Kalau kata Chef Thomas Law ada penggunaan campuran minyak goreng atau minyak sayur dalam adonan Chui Kao So, sedangkan kalau di China sendiri menggunakan minyak B2. Pastry Chef, Yongki Gunawan juga mengatakan kalau bahan kunci kue kering ini adalah minyak sayur. Jadi lemaknya itu dari minyak sayur sehingga jadinya kress dan renyah.

Nah kenapa saya pilih Chui Kao So untuk dibuat bersama anak? Karena Chui Kao So adalah salah satu kue kering yang mudah banget cara membuatnya, nggak perlu mengeluarkan mixer, cuma diaduk-aduk aja dengan spatula. Nggak perlu cetakan aneh-aneh, nggak perlu dibentuk rumit juga. Cukup dibulat-bulatkan terus ditekan dengan jempol, oles kuning telur, tabur wijen, panggang sebentar, jadi. Sesederhana itu. Inti dia resepnya.

GF Chui Kao So

Bahan:
180 gr @ladanglima.id All Purpose Cassava Flour
55 gr coconut sugar
100 ml minyak goreng kelapa
1 btr kuning telur ayam kampung organik
50 gr butter margarin
1/4 sdt baking powder
1/4 sdt garam Himalaya
1/2 sdt soda kue
2 sdm air

Olesan:
1 btr kuning telur ayam kampung organik + 1 sdm minyak goreng kelapa, aduk rata

Topping:
Wijen hitam & wijen putih secukupnya

Cara Membuat:
•Campur soda kue dan air, aduk rata.
•Dalam bowl, masukkan tepung mocaf, coconut sugar, minyak goreng kelapa, butter margarin, baking powder dan garam, aduk rata.
•Masukkan 1 sdm campuran soda kue dan air, aduk rata hingga bisa dipulung.
•Bulat-bulatkan adonan seukuran 1 sdt takar, letakkan di loyang yang sudah dioles margarin/ dialasi kertas roti, tekan dengan jempol hingga agak pipih dan melebar, lakukan hingga habis.
•Oles permukaan dengan bahan olesan, taburi wijen.
•Oven dengan suhu 175’ C selama 20 menit/ hingga matang kecoklatan.
•Angkat, dinginkan di rak kawat, simpan dalam stoples kedap udara.

Gimana? Gampang banget kan? Kalau anaknya sudah agak dewasa, mungkin malah bisa masuk ke semua prosesnya, artinya mulai nimbang, ngadon dan nyetak, si anak bisa ikutan. InsyaAllah seru. Semoga dengan membuat kue kering Chui Kao So bisa membantu menumbuhkan kepercayaan diri anak kalau dia bisa menghasilkan ‘sesuatu’ juga dari dapur ibunya. Sesuatu yang mungkin jarang banget dia lakukan selama sekolah.

Kalau anaknya masih balita atau bahkan batita banget, kayak anak saya, bisa masuk di step ngadon diawal pas ngaduk atau oles kuning telur dan atau tabur wijen, dijamin anaknya pasti udah Happy banget, berasa udah bisa bikin kue Full dari awal 😆 Jangan lupa lihat juga ekspresi nggak sabarannya anak-anak buat nungguin kue buatannya jadi, asli, seru banget, gemeeesss...

Oh iya, karena saya dan anak saya memiliki beberapa alergi dan intoleran terhadap beberapa bahan kue, maka saya buat Chui Kao So versi gluten free dan refined sugar free agar sedikit lebih ramah di tubuh saya dan anak saya. InsyaAllah nggak banyak merubah rasa. Justru mungkin lebih enak karena coconut sugar ada rasa gurih-gurihnya sedikit, nggak seperti manis gula pasir yang manis banget. 


Untuk resepnya tetep pakai resepnya Mb @riyasirmadona via @bundnina_kitchen, junjungan saya soal masak-masakan dan bikin kue.

Resep asli pakai tepung terigu protein sedang atau rendah ya, jadi kalau mau bikin versi tepung terigu, silakan ganti tepungnya jadi 200 gr tepung terigu dan 75 gr gula halus atau gula pasir. Konversi tepung dan gula yang saya gunakan lebih rendah karena masa jenis asli Cassava Flour atau tepung mocaf yang lebih berat daripada tepung terigu sehingga perlu dikurangi paling nggak 10% nya untuk memiripkan hasilnya. Karena konversi tepung dikurangi maka konversi gula juga ikut saya kurangi agar nggak terlalu manis. 

Rasanya gimana? Enak doooong... gurih... renyah. Saya belum pernah makan Chui Kao So versi aslinya yang pakai tepung terigu ya, jadi nggak bisa ngasih komentar apa-apa. Tapi biasanya nggak ada perbedaan yang signifikan untuk soal rasa kalau dari substitusi antara tepung terigu dan tepung mocaf. Biasanya kadar manisnya aja yang sedikit berbeda dan sedikit legit kalau memakai tepung terigu, sedangkan tepung mocaf lebih plain aja.

Kurang lebih gitu ya... yuk seru-seruan membuat Chui Kao So dirumah bareng si kecil. Buat kenangan di memori si kecil bahwa #dirumahaja juga bisa seru bareng ibunya 😊




Salam,




Lisa.

Rabu, 19 Februari 2020

Pizza Teflon


Bismillahhirrahmannirrahim...

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Hai-hai... Lama banget nggak nulis di blog. Iyaa... lama. Tapi saya masih sempet kok update instagram, hehe. Sibuk? Enggak. Cuma sok sibuk aja kadang-kadang 😅

Kemarin tema di @uploadkompakan (UK) adalah pizza, sedari kemarin udah ngubek-ubek stok foto, cuma dari pagi kok bimbang banget mau setor, merasa stok foto pizza saya nggak proper buat disetorin di UK. Akhirnya waktu berlalu, tahu-tahu udah malam aja, udah kelewatan, hehe. Jadi pelariannya kesini, ke blog, untungnya belum pernah diupload juga di blog.

Jadi ini itu stok foto pizza hasil ngubek-ubek Gallery sejak kemarin malam. Ternyata resepnya belum pernah di upload, di instagram juga, tapi mungkin disini sudah. Sementara saya udah move On dari resep ini, alias punya resep pizza andalan baru yang lebih ciamik hasilnya. Jadi resep ini udah nggak saya pakai lagi. Resep Untuk dough-nya maksudnya. Untuk saus toppingnya saya tetap bertahan dengan urutan ini. Merasa cocok untuk membuat jenis pizza gurih apapun. 



Pizza Teflon 
Sources: Erna Infitharina via shared on fb
Modified by @arlisa_jati

Bahan:
500 gr tepung terigu pro tinggi
1 ½ sdt ragi instan
3 sdm margarin cair
½ sdt garam
½ sdt gula pasir
250 ml susu cair
1 btr telur ayam

Saus:
1 sdm mentega
1 bks saus bolognese instant La Fonte (280 gr)
2 buah bawang bombay, iris tipis

Topping:
Mayonaise
Sosis, rebus, iris sesuai selera
Paprika hijau dan merah, iris sesuai selera
Keju cheddar, parut memanjang.
Keju mozarrella / cheddar melted, parut memanjang.

Cara Membuat:
•Panaskan mentega, tumis bawang bombay hingga harum, masukkan saus bolognese instant, aduk rata, masak hingga mengental dan matang, sisihkan.
•Campur semua bahan, uleni adonan sampai kalis (kurang lebih 15 menit).
•Tutup adonan dengan serbet atau plastik wrap, diamkan selama 40 menit (proofing 40 menit).
•Siapkan pan teflon anti lengket, olesi pan teflon anti lengket dengan margarin secara merata.
•Bagi adonan pizza menjadi beberapa bagian, bulatkan sampai benar-benar bulat dan halus agar hasil pizza saat matang tidak bergelombang-gelombang.
•Pipihkan adonan di atas pan teflon yang sudah diolesi dengan margarin. Lebarkan adonan sesuai dengan ukuran pan teflon yang digunakan.
•Olesi bagian dasar adonan pizza dengan mayonaise, tumpuk di atasnya saus bolognese yang telah dimasak.
•Tata topping di atas saus bolognese sesuai dengan keinginan.
•Taburi dengan keju cheddar dan keju mozarella.
•Tutup rapat pan teflon.
•Masak diatas api yang sangat kecil selama kurang lebih 12 menit. Lakukan tes tusuk jika perlu.
•Angkat. Siap disajikan.



Saat memipihkan roti dough-nya di Teflon,  kalau bisa sih tipis saja, tipis banget malah, karena roti akan mengembang saat dipanggang. Tapi, tingkat ketebalan bisa disesuaikan dengan keinginan ya, kalau ingin rotinya tebal, yaaa boleh agak tebal juga adonan yang dipipihkan. Nah, punya saya ini ketebelan ya, jangan ditiru, kurang tipis waktu memipihkannya, jadi rotinya jadi tebel banget waktu matang. Trus jaga apinya tetep kecil banget, karena kalau apinya stabil, dia bisa cepet gosong bagian bawahnya. Itu saya males nungguin, jadi satunya saya taruh di loyang trus dioven sebentar sampai matang. Karena api saya stabil dan teflon saya cepet banget panasnya.

Resep ini saya dapat dari facebook. Tahu kan? Biasanya ada Gallery save-save resep-resep kalau mendekati bulan Ramadhan. Dan resep ini salah satu yang saya simpan, then saya screenshoot juga, trus simpan di HP saya yang lama. Biar nggak hilang, akhirnya saya save juga di blog ini. Kenapa pakai resep ini? Karena resep ini ada step by step-nya, per gambar juga. Jadi cocok buat saya yang masih amatiran dan newbie banget saat itu, duluuu banget, jauh sebelum resep ci @tintinrayner ngetrend, saya beratahan dengan resep ini. Alhamdulillah resep ini berhasil menghalangi kami buat jajan pizza diluar, karena udah bisa bikin sendiri. Lumayan ngirit.

Yuuuk coba juga... next saya posting juga resep pizza andalan saya yang lainnya, tapi coba ini dulu yaaa...
Happy baking...


Salam,



Lisa.

Kamis, 01 Agustus 2019

Pandan Chiffon Cake

Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Setelah beberapa kali scroll Gallery HP yang biasa saya pake motret makanan hasil cooking baking, ketemu kesimpulan bahwa paling banyak kok foto Chiffon Cake, Banana Cake dan Brownies. Emang sih, kalau dipikir-pikir emang Chiffon Cake favorit kami banget, ya saya, suami saya dan Adek saya. Tapi alasan sebenarnya sih ya karena saat itu saya sedang belajar baking Chiffon Cake, eh suami sama Adek suka, jadilah keterusan 😅 Karena melalui Chiffon Cake juga saya belajar baking dengan metode pisah telur, pisah kuning dan putihnya yang membuat hasilnya ternyata lebih kami sukai, kalau dilihat dari segi tekstur, empuk kempus-kempus kayak lagi makan busa atau spon. Tapi emang penanganannya lebih ribet sih, tapi semua itu akan terbayar kok. 

Dari sekian kali baking Chiffon Cake, saya belum mahir juga buat nyisir pinggirannya, perlu banyak latihan memang, katanya. Tapi saya udah entah berapa kali, belum mahir juga 😆😆 Malu juga sih sebenarnya mau nunjukin hasil baking kalau masih berantakan, walaupun yang ini juga nggak rapi-rapi banget sih, tapi nggak apa-apa, kita dokumentasikan aja, sebagai tahap pembelajaran, practice makes perfect ☺️



--------
Pandan Chiffon Cake
.
Bahan:
.
Bahan A:
7 butir kuning telur
130 ml santan instant
70 ml minyak
130 gr tepung terigu protein rendah
1 sdt pasta pandan
.
Bahan B:
7 butir putih telur
140 gr gula pasir
1 sdm air jeruk nipis
¼ sdt garam
.
Cara Membuat:
Adonan I:
•Kocok lepas kuning telur dengan menggunakan whisk selama kurang lebih 2 menit, masukkan santan, minyak, dan pasta pandan, aduk rata.
•Masukkan tepung terigu, aduk sampai licin, sisihkan.
.
Adonan II:
•Kocok putih telur dan air jeruk nipis sampai mulai berbusa, masukkan gula pasir 3 kali secara bertahap sambil terus dikocok sampai mengembang stiff peak, jika baskom dibalik, adonan tidak akan tumpah.
.
•Masukkan Adonan II ke Adonan I secara bertahap 3-4 kali sambil diaduk menggunakan spatula dengan teknik aduk lipat (folding).
•Tuang dalam loyang chiffon tanpa dioles apapun.
•Panggang dengan suhu 160’ selama 60 menit atau hingga matang.
•Keluarkan dari oven, segera tangkupkan di atas botol, tunggu hingga mencapai suhu ruang, sisir dengan pisau atau spatula chiffon di sekelilingnya.
•Siap disajikan 😋😋



Fotonya pakai foto lama yaaa... hahaha. Pakai foto lama aja bangga 😆 Iyaa, belum nge- Chiffon Cake lagi setelah sekian lama. Yang penting dokumentasinya dapet laaah...

Resepnya masih setia pakai resep ci @tintinrayner karena memang saya belajar pake resepnya cici. Dan kesemuanya nggak ada yang gagal, asal semua bahan Fresh dan step by step benar. Alhamdulillah jarang gagal. Ya kalaupun gagal, paling bentukannya aja yang nggak banget, rasanya tetep oke, tetep edible. 

Yup, sekian dulu cerita soal Chiffon Cake, yuuukkk bikin juga, siapa tahu jadi favorit juga dirumah 😋
Happy baking 💕




Salam, 



Lisa.

Sabtu, 15 Juni 2019

Prol Tape Santan Tanpa Telur

Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Selain masak, biasanya saya nyempetin bebikinan juga. Karena buat saya bisa bebikinan dan pepotoan dirumah itu sudah termasuk ‘me time’ banget. Walaupun yang dimasak ataupun yang dibikin bukan sesuatu yg ‘wah’. Alhamdulillah-nya lumayan mengalihkan ‘capek nyuapin yg lg GTM’, biar bisa semangat lg 💪🏻

Jadi sejak pindah ke Cilegon, saya pengen banget prol tape, tapi kebanyakan nemu resep yang pakai telur, susah nyari yang #eggless 😪 Setelah hampir sebulan #tsah akhirnya nemu juga dari blognya Mb Rina Audie, terima kasih resepnya Mb, ijin copas 🙏🏻😘

Selagi masih ada resep yang Eggless, saya bakalan ngotot usaha buat Eggless, karena si Adek masih alergian. Tapi Alhamdulillah udah jauh membaik, bisa menerima makanan yang mengandung telur sedikit demi sedikit, dan kami (saya dan suami) masih struggle mencari cara untuk memperkuat imunnya, mencari akar permasalahan alergi ini, biar sehat semua jiwa raganya, semoga segera ketemu akar masalahnya, imunnya makin kuat, semangat 💪🏻

Nah, buat yang alergian juga, bisa cobain resep ini, rasanya tetep mantul, nggak kalah sama yang pakai telur dan saya suka pas kejunya kering menuju gosong, uenaakkk... cocok dicemil sambil ngeteh-ngeteh cantik 😋 karena saya nggak suka kopi, jadi ngeteh aja yaaa 😅




——-
Prol Tape Santan Tanpa Telur
Source: blog Mb @rinaaudie 
.
Bahan:
125 gr butter margarin
75 ml santan kental instan
500 gr tape singkong matang, manis n empuk
40 ml susu kental manis
100 gr gula pasir
50 gr tepung terigu pro sedang
25 gr tepung tapioka
27 gr susu bubuk (1 sachet)
50 gr keju cheddar parut
.
Cara Membuat:
•Lelehkan butter margarin, tunggu agak dingin, masukkan santan kental instan, aduk rata. Sisihkan.
•Campur tepung terigu, tepung tapioka dan susu bubuk, aduk rata, sisihkan.
•Campur tape, skm & gula pasir dg garpu, aduk rata.
•Masukkan campuran tepung berselang-seling dg campuran butter margarin dan santan ke dlm adonan tape, aduk rata, adonan yg terbentuk memang agak padat.
•Tuang ke dlm loyang 20x20 cm yg sudah dialasi kertas roti dan diolesi margarin. 
•Ratakan permukaannya dg spatula, taburi dg keju parut.
•Panggang dg suhu 180’ C selama 1 jam/ hingga matang, sesuaikan dg suhu oven masing2, angkat.
•Potong2, siap disajikan 😋😋




Kunci utama resep ini ada di Tapenya, jadi pilih tapenya yang matang dan manis. Tapenya udah manis, tapi kenapa masih perlu SKM dan gula pasir? Masih ya siz, saya pun meragukan itu awalnya, tapi nggak berani ngutak-atik, Pengen tahu aslinya dulu. Daaan menurut saya takarannya ini udah pas banget sih, ya kalau ada beda segram-dua gram masih its okey-lah... 

Dan ini cuma modal aduk-aduk doang coba, gampang banget pokoknya, nggak berasa lagi baking, karena nggak butuh banyak usaha udah mantul aja rasanya 😂😂 cuma manggangnya aja yang lama banget. Tahu-tahu udah harum aja, wanginya kemana-mana.

Yuuukkk bikin juga...
Happy baking 💕




Salam,



Lisa.

Sabtu, 30 Maret 2019

Pukis Banyumas

Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Tes drive baking dan motret pasca pindahan. Sok-sokan minimalis atau belum ketemu ‘feel-nya’, padahal mah males bongkar box props dan belum nemu cahaya yang disuka aja 😆 Alas fotonya pun bukan alas foto favorit, alas fotonya mencar-mencar, dua di rumah Caruban, satu masih di kosan Jakarta dan satu di mobil buat alas tidur anaknya, hahaha. Jadi seadanya aja, yg penting ada dokumentasi 😅

Maunya di posting untuk ikutan seseruan pas temanya @uploadkompakan ‘pukis’, tapi apa daya nggak punya stok foto, mau bikin pun nggak keburu karena bahan belum lengkap, harus nyuri2 waktu juga, jadi yaaaa gituuu deh... bolos lagiii kitaaa... 😅

Ini kali kedua saya bikin pukis, yang sebelumnya kayaknya belum pernah di post di blog, nanti dicari dulu gambarnya, insyaAllah akan di post juga disini yaaa... Karena beda resep. Tapi kalau misal Follow saya di instagram, mungkin sudah pernah lihat sebelumnya, jadi silakan scroll aja ke bawah, insyaAllah ada.


Resep yang sekarang ikut-ikutan Mb Adit (@a__dama) yang pake resepnya Mb @rinarinso Alhamdulillah jadiii... lembuuut dan enaaak banget, berasa nostalgia sama pukis jadul, yang biasa dijual di pasar-pasar tradisional, tapi saya bikin 1/2 resep aja karena telurnya emang tinggal satu doang 🙈 jadi semua takaran bahannya disesuaikan untuk satu butir telur.
Ijin copas ya Mb @rinarinso terima kasih resepnya 🙏🏻😘
.
——-
Pukis Banyumas
Source: Mb @rinarinso Modified by me
.
Bahan:
1 btr telur
75 gr gula pasir
125 gr tepung terigu pro sedang
1/2 sdt ragi instan
1/4 sdt Vanilla Cream bubuk
200 ml santan 
1 lbr daun jeruk
1/4 sdt garam
40 gr susu kental manis
50 gr butter margarin, lelehkan

2 tetes pasta pandan
1 sdm cokelat bubuk

Cara Membuat:
•Rebus santan dan daun jeruk purut sampai mendidih, diamkan sampai hangat, masukkan skm, aduk rata.
•Kocok telur dan gula sampai kental, masukkan tepung terigu, ragi, Vanilla Cream bubuk dan garam, bergantian dengan campuran santan dan skm, aduk rata dengan mixer kecepatan rendah.
•Masukkan butter margarin leleh dan 2 tetes pasta pandan, kocok lagi hingga rata. Diamkan adonan selama kurang lebih 1 jam.
•Ambil 1/3 adonan, campur dengan 1 sdm cokelat bubuk, aduk rata.
•Aduk-aduk adonan terlebih dahulu setiap kali akan menuangkan ke dlm cetakan agar tidak terlalu banyak gas.
•Panaskan cetakan, tuang adonan hijau sampai hampir 3/4 tinggi cetakan, tambahkan adonan cokelat sampai 3/4 tinggi cetakan, acak dengan sumpit utk membuat motif.
•Tutup cetakan, masak hingga matang.
•Setelah matang, angkat dan keluarkan dari cetakan, olesi dengan butter margarin seluruh sisinya selagi panas.



Gampang banget lho ini, asli. Cuma lama di proofing-nya aja. Dan adonannya harus diaduk-aduk dulu setiap kali akan menuangkan ke dalam cetakan, agar nggak terlalu banyak gas. Kalau nggak diaduk-aduk dulu, gas yang terbentuk terlalu banyak, akibatnya permukaan pukisnya jadi nggak mulus kayak punya saya, banyak bolong-bolongnya.

Trus soal motif, nggak jadi cantik dong motif bikinan eike, haha 🙈🙈 Saya pakai cetakan pukis jadul, dan karena dapurnya diluar, kena angin sepoi-sepoi gitu, jadi apinya goyang-goyang, panas nggak merata, akibatnya cetakan terlalu panas trus udah set duluan sebelum motifnya diacak-acak. Jadi ya sudahlah yaa... lain kali lebih hati-hati lagi pas bikin. Yang penting kan enak dimakan.

Beneran lho ini, lembut banget pukisnya, asal nggak lupa oles-oles butter margarin pas masih panas, karena ngefek juga ini ternyata. Di percobaan pertama saya bikin pukis, saya males oles-oles yang ternyata bikin permukaan, samping kanan kiri pukis jadi kering, kalau dioles mah insyaAllah nggak kering. Tetep lembut luar dalam. Jadi baru ‘ngeh’ sekarang kenapa si Abang jual pukis suka oles-oles gitu, kayak dua kali kerja gitu, oles-oles cetakan dan pukisnya, ternyata ada maksudnya, hehehe.

Yuukk bikin... 
Happy baking...


Salam,




Lisa.