Jumat, 15 Januari 2016

Taman Srigunting di Kawasan Kota Lama – Semarang




Taman Srigunting - Semarang

Assalamualaikum...

Siapa yang sukanya foto-foto hayo?

Buat yang hobi banget foto-foto, fotografi atau istilah kerennya hunting foto, kawasan kota lama sudah pasti masuk dalam top list foto yang wajib banget ada diantara sekian banyaknya koleksi foto. Iya apa iya?

Kawasan kota lama dimanapun lokasinya selalu menarik untuk dikunjungi. Bangunan-bangunan lama yang kokoh berdiri hingga saat ini memiliki aspek historis yang mengagumkan. Salah satu diantaranya adalah Kawasan Kota Lama Semarang yang merupakan peninggalan kolonial Belanda. Di Kawasan Kota Lama Semarang berdiri bangunan-bangunan kuno yang merupakan perwujudan dari kemegahan arsitektur Eropa di masa lalu. 

Gereja Blenduk - Semarang

Pusat dari Kawasan Kota Lama Semarang terdapat di Taman Srigunting. Taman Srigunting adalah sebuah taman yang dibangun di jantung Kawasan Kota Lama Semarang. Pada zaman kolonial Belanda, Taman Srigunting merupakan sebuah lapangan yang bernama parade plein yang sering digunakan untuk tempat parade atau pun latihan baris berbaris tentara Belanda. 

Taman Srigunting terletak di Jalan Letjen Suprapto 32 Kawasan Kota Lama Semarang. Taman Srigunting dikelilingi oleh gedung-gedung bersejarah. Di sisi selatan Taman Srigunting terdapat Gedung Marba, di sebelah barat daya terdapat Gedung Jiwasraya (jadi teringat masa lalu, euy! Hehehe), di sisi  barat terdapat Gereja Blenduk dan di sisi timur terdapat Gedung Kerta Niaga.

Taman Srigunting mengalami beberapa kali penataan dan renovasi ulang. Penataan taman dimaksudkan agar taman menjadi ruang terbuka aktif yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Sekarang ini, Taman Srigunting menjadi salah satu lokasi favorit untuk berkumpul dan melakukan kegiatan komunitas.

Taman Srigunting memang enak dijadikan tempat berkumpul untuk beraktifitas, duduk-duduk sambil ngobrol dan melespas lelah atau pun berfoto-foto. Terdapat beberapa pohon rindang yang memayungi taman sehingga saat kita duduk di salah satu tempat duduk yang terdapat di taman, kita dapat menghindari panasnya Kota Semarang yang tidak segan untuk membakar kulit. Selain itu, teduh dan rindangnya pohon yang ada di Taman Srigunting memberikan efek sejuk saat disapu angin sepoi-sepoi. Jadi tambah kerasan untuk berlama-lama berada di Taman Srigunting.

Yang tidak kalah menarik, di tengah-tengah Taman Srigunting terdapat dua sepeda tua dan kereta kecil jaman dahulu yang disewakan on the spot sebagai property foto. Jadi kita bisa berpose dengan sepeda tersebut dan tentu saja dengan background gedung tua seperti Gereja Blenduk. Kita akan dikenai biaya Rp 5.000 / orang sebagai biaya sewa foto dengan menggunakan sepeda. Tapi, uniknya, tidak ada yang menjaga sepeda tua dan uang biaya tersebut. Di dekat sepeda hanya terdapat kardus karton seukuran kemasan air mineral gelas beserta tulisan tarif berfoto dengan property sepeda. Jadi, diharapkan semua pengunjung memiliki sifat jujur dalam hatinya. Kalaupun kita sengaja berfoto dan (mungkin) lupa tidak membayar, kita juga tidak akan ditegur kok, jadi sesuai kesadaran masing-masing saja. Bagi saya, uang itu (mungkin) digunakan sebagai biaya ganti rugi untuk perawatan sepeda tua yang mungkin bisa jadi lebih mahal. 

Kalau spot foto dengan sepeda tua masih ramai dipakai berfoto secara bergantian dengan pengunjung lain, kita masih bisa berfoto di spot favorit lainnya. Ada sebuah tangga dengan beberapa anak tangga yang dibangun di sisi taman yang berada tepat di sebelah gereja bersejarah, Gereja Blenduk. Tangga ini menjadi spot foto favorit lain bagi para pengunjung karena kita bisa mengambil foto dengan background Gereja Blenduk saat berada di Taman Srigunting. 

Jembatan Legendaris | Harus ngantri kalau mau foto disini :D

Lapar dan haus? Santai saja. Di sekeliling Taman Srigunting terdapat banyak pedagang yang menjual jajanan seperti gorengan, bakso, aneka minuman dan lain sebagainya. 

Bagaimana? Asyik kan? Kurang lengkap rasanya kalau berkunjung ke Kota Semarang tanpa mengunjungi Kawasan Kota Lama dan Taman Srigunting. Tenang saja, kita bisa mengunjunginya setiap hari dan tentunya tidak dipungut biaya apapun, alias GRATIS!




Salam,



Lisa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar