Rabu, 06 Januari 2016

Happy Bee Restaurant - Happy Place To Bee Happy



Assalamualaikum...

Happy Bee Restaurant - Java Mall Semarang
Selamat Tahun Baru 2016 yaa...

Long time no see... Kangen banget saya sama blogging, berasa lamaaa banget nggak punya waktu me time khusus buat blogging. Kemana aja? Adaa, saya cuma tidak memiliki gadget yang pas buat blogging dimana-mana sesuka saya (Ah, Alesaan!?). Hehehe.

Oke, saatnya saya membagikan cerita hasil “klayapan” saya tiga bulan ini. Hehehe. Iya, saya sempat “klayapan” ke Semarang, Malacca, Malaysia, Singapura dan Bukittinggi. Jadi aktivitas rumah tangga dan bongkar-muat koper menjadi prioritas saya diatas blogging yang memang agak sulit saya lakukan, walaupun saya memiliki smartphone yang lumayan menurut saya. Jadi aktivitas blogging saya hanya sebatas blogwalking aja kesana-kamari.

Pertengahan Nopember 2015, saya sempat jalan-jalan ke Kota Semarang ditemani oleh adik saya yang kuliah disana, jadi saya ikutan nebeng di kos adek saya (Lumayan kan ya bisa ngirit biaya hotel, hehe). Jadi saya kemana aja? Salah satunya adalah nyobain makan siang di Happy Bee Restaurant atas recommend dari adik saya.

Happy Bee Restaurant di Kota Semarang terletak di dalam Java Mall Semarang di lantai 2. Kesan pertama saat melihatnya, tatanan resto begitu apik dan bersih. Dinding resto dibalut dengan wallpaper unik bergambar beberapa menu yang tersedia dan tentunya bertuliskan Happy Be Restaurant dengan icon-nya yang berupa lebah imut. Resto yang berukuran kecil ini terdiri dari 2 buah meja besar tinggi dengan masing-masing terdiri dari 6 kursi sehingga cocok untuk acara ngumpul-ngumpul makan siang bersama dengan keluarga, teman atau rekan kerja. Agak masuk ke dalam resto, terdapat tiga meja ukuran kecil dengan sepasang kursi untuk pengunjung yang datang berdua. Bagi pengunjung yang pengen santai duduk di sofa empuk, terdapat dua meja dengan sepasang sofa pada masing-masing kiri dan kanannya.

Prawn Katsu Rice

Happy Bee Restaurant sendiri masih terbilang pemain baru di dunia kuliner ya, terbukti dari keberadaan cabangnya yang hanya ada di Kota Yogya, Solo dan Semarang. Happy Bee adalah salah satu resto yang mengusung makanan Asia sebagai signature dish-nya, beberapa menu yang sempat saya coba adalah Prawn Katsu Rice, Chicken Lemon Rice, Rainbow Chicken Soup dan Nestea Lemon (Pesennya yang hemat-hemat ini, karena adek saya maunya “berhemat”, hahaha).

Chicken Lemon Rice


Rasanya? Enak dong, apalagi kalau makannya pas lagi laper banget. Kalau saya sih, oke-oke aja, tapi kalau disuruh memilih sih, saya lebih suka yang Prawn Katsu Rice yang dipesan adek saya. Saya kurang suka dengan rasa Lemon yang ada di Chicken Lemon Rice. Mungkin saya aja yang kelewat katrok, sehingga lidah saya nggak cocok. Atau mungkin saya perlu memesan yang lebih lengkap, bukan menu “hemat”. Hehehe. Mungkin next time, semoga ada kesempatan kesana lagi.


Untuk harganya lumayan terjangkau ya untuk resto sekelas yang berada di dalam mall. Pantas saja adek saya seneng banget karena harganya sangat bersahabat untuk anak kos yang terkenal “hemat” semacam adek saya. Hehehehe. Tapi, jangan salah, tidak semuanya berharga murah meriah. Untuk bento tertentu dengan menu lengkap harganya bersaing dengan penjaja makanan di resto serupa.


Tertarik nyobain?

Yuuk, ke Happy Bee Restaurant...



Happy Bee Restaurant
Happy Place to Bee Happy
Java Mall Semarang, 2nd floor kav. 201 B
024-70778335




Salam,


Lisa.

Rabu, 30 Desember 2015

Sam Poo Kong



Assalamualaikum...

Image Source

Sudah pernah jalan-jalan ke kota Semarang? Atau masih belum paham Kota Semarang itu dimana? Yap, betul. Kota Semarang adalah ibu kota provinsi Jawa Tengah. Kota Semarang juga merupakan salah satu ibu kota provinsi yang memiliki nilai budaya yang unik. 

Bulan kemarin, saya berkesempatan jalan-jalan ke Kota Semarang. Saya berkesempatan mengunjungi Sam Poo Kong. Sam Poo Kong adalah sebuah kelenteng yang terletak di daerah Simongan, sebelah barat daya Kota Semarang. Kelenteng Sam Poo Kong memiliki nilai sejarah yang berhubungan dengan Laksamana Zheng He / Cheng Ho. Laksamana Cheng Ho adalah seorang pelaut Muslim dari China yang terkenal dengan perjalanannya ke berbagai penjuru dunia dengan membawa misi damai. Nah, Kelenteng Sam Poo Kong ini dikenal sebagai sebuah petilasan, yaitu bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama laksamana Cheng Ho. 

Image Source

Kelenteng Sam Poo Kong terdiri dari beberapa bangunan dengan arsitekstur khas China yang didominasi oleh warna merah khas China dan dihiasi oleh lampion yang juga berwarna merah. Di Sam Poo Kong terdapat pula relief yang menceritakan perjalanan Laksamana Cheng Ho. Yang tidak kalah menarik adalah dibangunnya patung raksasa Laksamana Cheng Ho dengan ketinggian lebih dari 10 m yang menjadi ikon pariwisata Kota Semarang. Selain itu, terdapat juga patung-patung dewa-dewi dengan ukuran yang lebih kecil di depan bangunan kelenteng.



Satu lagi yang unik dan menarik, di dalam area Kelenteng Sam Po Kong, terdapat kios yang menyediakan jasa foto costume dimana kita bisa menyewa pakaian-pakaian adat China seperti di film-film China beserta pernak-perniknya. Jadi, kita bisa melakukan foto dengan menggunakan kostum China dan bergaya ala-ala orang China seperti di film-film silat China. Menarik kan?

Dengan tiket masuk seharga Rp 3.000 / orang untuk wisatawan domestik, kita bisa menikmati keindahan arsitekstur kelenteng khas China dan mempelajari relief yang menceritakan perjalanan Laksamana Cheng Ho. Sementara untuk wisatawan mancanegara akan dikenai tarif sebesar Rp 10.000 / orang.

Bagaimana? Tertarik?

Sempatkan mengunjungi kelenteng Sam Poo Kong jika sedang berada di sekitar Kota Semarang dan nikmati nuansa daratan China melalui keindahan arsitektur bangunan kelenteng Sam Poo Kong.




Nb: Saking panasnya Semarang, saya sampai nggak sanggup mau banyak-banyak ngambil foto. Fyi, saya kesana pas siang hari dan matahari sedang panas-panasnya.





Salam,

Lisa.

Minggu, 20 Desember 2015

The Power of Surprise




Assalamualaikum...

Allah subhanahu wa ta’ala memberikan apa yang kita perlukan bukan yang kita inginkan.

Kalimat itu membuat saya ‘sadar’ dan mengucapkan syukur sekaligus istighfar sedalam-dalamnya. Alhamdulillahirabbilalamin. Allah subhanahu wa ta’ala menunjukkan kepada saya bahwa kalimat itu bukanlah ungkapan semata, bahwa kalimat itu adalah benar dan nyata adanya. Astagfirullahhaladzim, saya begitu sombong dan angkuh hingga kesombongan itu menutup mata hati saya akan karunia dan nikmat Allah yang luput dari rasa syukur saya.

Lebaran Idul Fitri 2015 kemarin, ketika saya bersama suami dan adik-adik saya jalan-jalan ke Yogyakarta, kami mampir di salah satu muslimah store yang terkenal di kota tersebut. Saya pun mengungkapkan keinginan saya kepada suami untuk memiliki satu mukena lagi, mukena parasit tepatnya, untuk dipakai bepergian. Alasannya tentu karena mukena parasit lebih ringan dan ringkas untuk dibawa bepergian dan memang saat itu saya sedang menginginkan mukena. Fyi, mukena parasit saya agak rusak bagian bawahnya karena kesalahan saya. Saya terbiasa menyetrika semua pakaian saya, termasuk mukena parasit. Hah? Iya. Saya tetap perlu merasa menyetrika mukena parasit saya dengan alasan mengurangi kusutnya. (Kan malu ya, kalau kusut dan kelihatan nggak rapi?). Padahal ada yang bilang kalau mukena parasit itu tidak perlu disetrika karena sifat kainnya yang tipis dan mudah ‘terbakar’. Tapi saya pun selalu ngotot menyetrika mukena saya dengan temperatur hangat. Sayangnya, dua mukena parasit saya, sempat ‘terbakar’ sedikit pada bagian bawahannya karena temperatur setrika saya terlalu panas. Itu salah saya. Kelalaian saya. 

Kemudian, karena saya tidak mendapat restu dari suami, saya pun mengurungkan niat saya dengan berpikir bahwa mungkin saya belum terlalu membutuhkannya tapi salam hati saya, saya tetap ingin memiliki suatu saat nanti, entah kapan.

Kemarin sore, suami saya pulang membawa sebuah kotak dari seorang teman, katanya sebagai tanda perpisahan karena sudah tidak bekerja sama lagi (habis kontrak kalau bahasa kerennya para kontraktor, hehe), mereka memberi suami saya bingkisan. Di kantor, suami saya hanya mengintip isinya. Dia putuskan untuk dibawa pulang, diberikan kepada saya. Ketika diberikan kepada saya, “Ini lho dek oleh-olehnya dari Bukittinggi yang dijanjikan. Belum saya buka. Sepertinya itu taplak meja.” Saya heran. Taplak meja kok setebal ini, pikir saya. Setelah saya buka, ternyata isinya adalah mukena! Saya pun langsung kegirangan dan berucap syukur Alhamdulillah.
Selang beberapa menit, saya berkata kepada suami saya, “Allah tahu Adek pengen mukena! Alhamdulillah.” Suami saya pun balik bertanya, “Memangnya Adek kapan pengen mukena?”. Kemudian saya pun bercerita kembali tentang keinginan saya memiliki mukena beberapa bulan yang lalu. Suami saya pun ikut tersenyum. Bersyukur. Yang saya terima memang bukan mukena parasit, tetapi lebih bagus dan lebih indah. Alhamdulillah.


“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar-Rahman: 13)


The Power of Surprise.

Semua orang, tanpa terkecuali sangat suka dengan kejutan atau surprise. Apalagi kalau yang memberi surprise berasal dari orang-orang terdekat, orang-orang tersayang. Rasanya pasti akan sangat membahagiakan. Apalagi kalau isi surprise-nya adalah sesuatu yang sangat kita idam-idamkan.

Lantas bagaimana kalau yang memberi surprise itu adalah Sang Pemilik Nyawa, Allah subhanahu wa ta’ala? Subhanallah wal hamdulillah. Maka yang terasa dalam hati akan melebihi dari perasaan  bahagia sehingga sudah sepantasnyalah kita bersyukur atas segala nikmat yang dikaruniakan kepada kita hingga detik ini.


Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim : 7)


Kita sebagai manusia tidak akan mampu menghitung berapa banyak nikmat Allah subhanahu wa ta’ala yang telah kita terima. Nikmat itu dapat berupa apa saja. Jika kita pandai bersyukur maka Allah subhanahu wa ta’ala berjanji akan menambah nikmat. Sama halnya dengan doa. Jika kita pernah menuliskan doa pertama yang kita panjatkan sejak kita dilahirkan di dunia hingga doa kita hari ini, entah sudah menghabiskan berapa lembar buku. Dan apakah kita sanggup menghitung berapa banyak keinginan kita hingga hari ini, sementara kita selalu menginginkan lebih dan lebih. Lalu, apakah Allah subhanahu wa ta’ala mengabulkan semua keinginan-keinginan itu? 


“Mungkin, Tuhan tidak menjawab semuanya. Tapi kita akan tahu: cara Tuhan tidak mengabulkan sebagian doa kita adalah mengabulkan doa-doa kita yang lainnya. Tuhan Maha Tahu mana yang paling baik bagi kita, sementara kita hanya bisa mengira-ngira. Mungkin juga ditunda. Mungkin.” (Rumah Tangga – Fadh Pahdepie)


Seperti pengalaman saya, Allah subhanahu wa ta’ala mengabulkan keinginan saya disaat yang tidak terduga. Bahkan ketika saya sudah melupakan keinginan itu, tapi Allah subhanahu wa ta’ala masih mendengarnya. Subhanallah. Betapa Allah Maha Mendengar. Betapa Allah Maha Baik.

Ayo, tingkatkan keimanan kita dengan banyak bersyukur atas segala karunia nikmat-Nya hingga hari ini. Siapa tahu, akan mendatangkan banyak ‘surprise – surprise yang tidak terduga’ nantinya. Amiin. InshaAllah.


“Allah subhanahu wa ta’ala mengetahui lebih banyak dari yang sanggup kita ungkapkan dalam doa.”
Image taken from


Salam,


Lisa.