Selasa, 17 Januari 2017

BOTERKOEK PANDAN



Bismillah.

Assalamu’alaikum...

Boterkoek atau Lekker Holland merupakan salah satu resep tradisional Belanda yang biasa disajikan sebagai teman minum teh maupun kopi. Boterkoek berarti ‘Butter Cake’ dalam Bahasa Belanda. Disebut demikian karena bahan utama yang diperlukan untuk membuatnya hanya terdiri dari butter, gula pasir dan tepung terigu. Boterkoek memiliki tekstur yang padat, antara cake dan cookies, sehingga termasuk dalam kategori ‘Heavy Cake’, cake yang cukup mengenyangkan, sehingga baiknya disajikan dalam ukuran kecil.

Sebenarnya nyoba bikin Boterkoek ini sudah lama, sekitar pertengahan bulan Desember 2016. Sayangnya saya terlalu rempong nyiapin ini itu untuk kedatangan orang tua saya ke Jakarta. Jadilah belum sempat nongol di blog. Daripada kelamaan, yuk ah...

Boterkoek Pandan

BOTERKOEK PANDAN
Source: @tintinrayner
Modified by me

Bahan:
200 gr margarin
140 gr gula pasir halus
1 butir telur ayam
250 gr Tepung Kunci
1 sdt pasta pandan
Chocho Chips secukupnya
Kenari kecukupnya

Cara Membuat:

  • Siapkan loyang persegi 18x18 cm, alasi bagian bawah loyang dengan kertas roti, oles bagian samping loyang dengan margarin tipis-tipis, sisihkan.
  • Kocok margarin, gula pasir, dan telur dengan kecepatan tinggi sampai mengembang dan berwarna pucat, kurang lebih 10-15 menit.
  • Masukkan pasta pandan, kocok rata.
  • Masukkan tepung terigu, aduk rata.
  • Masukkan adonan ke dalam loyang yang telah disiapkan.
  • Ratakan permukaan adonan hingga menjadi datar kemudian kerat-kerat dengan menggunakan garpu sesuai selera.
  • Olesi kuning telur, taburi dengan chocho chips dan kenari.
  • Panggang dalam suhu 180’ selama 30 menit atau hingga matang.


Namanya Boterkoek, tapi kenapa saya tidak menggunakan Butter? Masih dengan alasan yang sama, dan sudah pernah saya ceritakan juga sebelumnya, hidung saya kurang familiar dengan bau Butter yang wangi, berasa eneg. Jadi saya ganti dengan margarin semua. Resep asli modifan dari Ci Tintin Rayner menggunakan 100 gr Butter dan 100 gr Margarin. Silakan diganti demikian, sesuai selera saja. 

Tekstur dari Boterkoek ini padat dan chewy ya. Bukan empuk seperti cake tapi bukan juga keras seperti cookies. Karena tekstur Boterkoek yang padat ini, makanya makan satu potong aja berasa kenyang ya, tapi masih pengen lagi, nagih lah istilahnya, nggak cukup sepotong.

Di Belanda Boterkoek ini dibuat dalam loyang bulat yang rendah atau loyang pie dan disajikan dalam potongan diagonal seperti ketika menyajikan Pizza. Topping yang digunakan pun hanya irisan Almond. Saya membuatnya dalam loyang persegi dengan topping chocho chips dan kenari, sama kayak punya Ci Tintin Rayner, hehehe.

Next Project: Original Boterkoek ya, mau belajar dulu tapi sayanya. Soalnya saya agak penasaran dengan resep Boterkoek yang asli tanpa pasta Pandan dan topping macem-macem, see you next time...

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat ya...






Salam,



Lisa.

Minggu, 15 Januari 2017

Lontong Sayur Labu Siam



Bismillah.

Assalamu’alaikum...

Lontong Sayur merupakan salah satu menu sarapan yang ramai dicari pembeli, khususnya di Jakarta. Kalau di Madiun mah sarapannya Nasi Pecel, hehehe. Karena menu Lontong diyakini tidak terlalu mengenyangkan jika dibandingkan dengan Nasi Putih untuk memulai aktivitas harian. Padahal mah, sama aja ya, asalnya dari Beras juga, hehe. Dan, saya pun pengen nyobain masak sendiri, dibarengi dengan bikin Lontong sendiri, semua serba homemade.

Lontong Sayur Labu Siam

Lontong Sayur Labu Siam
Source: Sedap Sekejap Edisi 6/ III/ 2002

Bahan:
5 buah lontong (siap pakai) *resep Lontong sudah pernah saya posting sebelumnya ya J

Bahan Sayur:
200 gr labu siam, potong korek api
100 gr buncis, potong miring tipis-tipis
2 lbr daun salam
2 btg serai, memarkan
2 cm lengkuas, memarkan
2 sdm minyak goreng, untuk menumis
1250 ml santan dari 1 butir kelapa
Sedikit daging tetelan

Bumbu halus:
2 buah cabai merah
6 butir bawang merah
2 siung bawang putih
3 butir kemiri, sangrai
Garam secukupnya

Cara membuat:

  • Tumis bumbu halus, daun salam, lengkuas dan serai hingga harum.
  • Tambahkan labu siam dan buncis,aduk hingga layu.
  • Masukkan santan, aduk-aduk, lakukan tes rasa.
  • Masak hingga bumbu meresap dan matang.
  • Siap disajikan dengan potongan Lontong dan kerupuk.


Ternyata, masak Lontong Sayur termasuk mudah ya, nggak serempong yang saya bayangkan. Jadi bisa dijadikan menu alternatif harian untuk disajikan di rumah. Agar menu makan di rumah bervariatif dan nggak membosankan. Alhamdulillah semua suka.

Selamat mencoba ya...

Semoga Bermanfaat ^^




Salam,

Lisa.

Sabtu, 14 Januari 2017

Lontong



Bismillah.

Assalamu’alaikum...

Kata orang bikin Lontong itu susah, yang kurang padet-lah, yang terlalu padet-lah, yang nggak ngebentuk-lah, dan berbagai katanya-katanya yang bisa mematahkan semangat amatiran yang pengen belajar kayak saya. Tapi, disamping banyaknya katanya-katanya itu, saya sih tetep penasaran. Pengen nyobain bikin Lontong, entah bagaimana nanti hasilnya, berhasil atau gagal, itu urusan nanti. Karena nyoba ini kan bisa jadi belajar, saya jadi tahu dimana letak kekurangan dan kesalahan saya, ya kan? Ya kan?

Yuk cuuzz...

Lontong
Source: Sedap Sekejap Edisi 6/ III/ 2002
Modified by me

Bahan:
200 gr Beras
700 ml air
1 sdt garam
Daun pisang untuk membungkus
Tusuk gigi untuk menyemat daun

Cara membuat:

  • Rebus air lalu masukkan beras, masukkan garam, aduk hingga air terserap, dan menjadi aronan yang tidak terlalu lembek. Angkat dan diamkan sebentar.
  • Ambil selembar daun pisang, masukkan beberapa sendok aronan sesuai dengan ukuran daun pisang, gulung lalu sematkan kedua ujungnya dengan tusuk gigi.
  • Kukus selama kurang lebih 1 jam hingga tanak.
  • Angkat, siap disajikan.


Jangan gagal fokus sama source-nya ya... hehehe. Sumbernya memang diambil dari majalah saya jaman baheula saat saya masih seneng-senengnya beli majalah buat belajar baking. Majalah dan buku resep saya lumayan banyak yah, mengingat perkembangan socmed untuk publish resep yang belum se-viral sekarang, bahkan mungkin belum masuk ke Indonesia. Hehehe.

Ini penampakan Lontong, hasil belajar saya. Dari segi bentuknya sudah pasti nggak sempurnya, nggak bulat tetapi agak pipih. Dari segi padatnya lumayan padat, cuma ada bopeng di beberapa bagian yang perlu di laser, eh, emang wajah, hehe. Agak kurang set dalam hal memadatkan saat menggulung, maklum, aronan masih panas banget mak, jadi tangannya agak-agak tergelincir. Nggak apa-apalah ya, namanya juga first time, amatiran yang masih belajar, semoga semakin baik nantinya. 

Lontong
Kalau soal rasa In Sya Allah aman, enak, sesuai dengan yang diharapkan. Hanya bentukannya aja yang dirasa masih perlu latihan. O iya, resep ini jadinya 3 porsi ya sebenernya, tapi karena daun pisang saya kecil-kecil alias kurang lebar, jadinya pun agak banyak, sesuai dengan ukuran daun pisangnya, jadi 5 porsi kecil-kecil.

Mudah banget yah ternyata...

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat ^^




Salam,



Lisa.

Jumat, 13 Januari 2017

First Post in 2017



Bismillah.

Assalamu’alaikum...

Setelah sekian lama absen dari dunia blog, akhirnya hari ini saya berkesempatan untuk membuat postingan pertama saya di tahun 2017. Saya lebih memilih untuk menghabiskan waktu liburan saya dengan keluarga dan... (dapur? iyah, dapur, ceritanya akan saya post di postingan selanjutnya). Orang tua saya pun sempat berkunjung ke Jakarta seminggu sebelum liburan Hari Natal dan Tahun Baru 2017. Jadi akhir tahun 2016 saya full buat liburan. Enggak jalan-jalan sih, hanya menghabiskan waktu dengan keluarga.

Sama dengan tahun 2015 lalu, saya pun tersugesti untuk ikut meramaikan aplikasi Best Nine 2016 versi instagram di malam Tahun Baru 2017. Hasilnya cukup membuat saya tercengang sampai nggak jadi tidur, hehehe. Dan, inilah Best Nine 2016 versi instagramnya @arlisa_jati


Best Nine 2016 @arlisa_jati

Best Nine 2016 saya didominasi oleh pict hasil re-cook, re-bake, food styling dan keikutsertaan saya dalam challenge komunitas fotografi yang saya ikuti di instagram. Wow! Saya nggak pernah membayangkan Best Nine 2016 saya akan berisi hasil belajar food styling dan fotografi. Padahal, ini murni iseng. Asli iseng. Sudah saya ceritakan pula keisengan saya untuk ikutan workshop tentang food styling dan food photography di blog ini. Dalam sekian hari saya ber-wow-wow-ria, saya jadi kepikiran ingin merapatkan barisan niche blog ini yang nggak beraturan menjadi satu niche yang (semoga) lebih kuat dan membuat saya lebih konsisten lagi buat blogging. Untuk langkah awal, saya akan menyamankan diri saya dulu, semoga bisa enjoy dengan niche yang akan saya bangun di blog ini nantinya. Bismillah.

Dan, Semoga di tahun 2017 (In Syaa Allah) lebih baik dari 2016, doa dan keinginan kami (saya dan suami) dapat terwujud di tahun 2017 ini dan lebih berkah tentunyaa... Aamiin...


Bismillah.. Here we come, 2017! cheers!




Love,



Lisa.