Jumat, 19 Februari 2016

#NgobrolSantai tentang Blogging bareng Ryan & Dani – Part 1



#NgobrolSantai bareng Ryan & Dani


Assalamualaikum... 

Masih beginner dalam blogging world? Sama. Saya juga. Ilmunya masih segini-gini aja, entah karena passion kurang ‘nendang’ atau karena adanya alasan-alasan klise lain yang tidak mungkin diabaikan. Cieh! Hehehe.

Bulan lalu, saya berkesempatan mengunjungi ibukota lantaran nemenin mas suami yang training di salah satu pusat training di kawasan Kemang. Berada di ibukota membuat saya berkesempatan untuk mengikuti event #NgobrolSantai tentang Blogging bareng Ryan dan Dani, duo blogger yang ilmu blogging-nya sudah tidak dapat diragukan lagi. Buktinya? Nggak usah dibuktikan dimari lah ya... Silakan klik aja sendiri dan jalan-jalan ke blog-nya duo blogger yang bersahabat itu.

Nggak tahu yang mana blog-nya?

Oh okee, sebentar saya ceritakan sedikit.

Namanya juga di dunia blogging, sebelas dua belas dengan dunia maya. Setelah saya ingat-ingat, ternyata saya lupa nemu blog-nya duo blogger itu darimana, hahaha. Saya memiliki kebiasaan blogwalking yang berlanjut, maksudnya bukan sebentar-sebentar tapi sering atau rutin di jam tertentu, tidak. Tapi sekali blogwalking saya bisa berjam-jam di depan laptop atau di depan layar smartphone saya. Saya menyebut kebiasaan saya itu adalah blogwalking marathon atau bwmarathon. Jadi misal saya sedang ingin bw, maka saya biasanya akan membaca lebih dari tiga tulisan dalam satu blog. Pilihan tulisan yang akan saya baca ya tergantung dengan judulnya atau gambarnya atau apa yang menurut saya menarik dalam blog itu. Jadi sekali bw saya pun biasanya meninggalkan jejak di beberapa tulisan yang saya baca. Jadi itu bukan “nyepam” ya teman-teman kalau saya meninggalkan jejak berturut-turut di beberapa tulisan. 

Oke balik lagi, sepertinya saya mengenal Mas Ryan lebih dulu sebagai akibat dari kebiasaan bwmarathon saya, entah dulu bisa “kecantol” di blog-nya Mas Ryan darimana juga saya lupa. Mungkin dari BEC atau mungkin dari yang lain, mb Nita mungkin ya. Terus dari blog-nya Mas Ryan saya pun jadi jalan-jalan ke blog-nya Mas Dani karena mereka berdua ini komen-komenan di blog masing-masing sudah seperti chatting aja. Saya pun jadi kepo. Hahaha. Jadi begitulah sepertinya awalnya.

Mas Ryan ini merupakan blogger yang super aktif yang tulisan-tulisannya bisa diintip di www.febriyanlukito.com dan niche blog-nya yang khusus membahas tentang blogging bisa dipelajari di www.tulisanbloggerindonesia.com.  Untuk Mas Dani, tulisan-tulisannya yang menurut saya akan menjadi “berat” dan serius bisa dikepoin di www.danirachmat.com, sedangkan ilmu blogging-nya di share secara terpisah di mendadakwp.com. Cuuzz kepoin duo blogger yang ilmu blogging-nya sudah syuper syekali dan keceh badai ini. Saya belajar seluk-beluk tentang blogging ya dari bwmarathon di tulisan-tulisan mereka. Suhu blogger-nya sudah keceh badai tapi sayanya nggak pinter-pinter. Masih segini-gini aja, hahaha.

Mas Dani Rachmat
Karena masih “ceteknya” ilmu saya, ketika saya memiliki kesempatan untuk meet up sama duo blogger itu, jelas kesempatan itu tidak akan saya lewatkan. Kapan lagi gitu ketemuan sama mereka yang selama ini cuma komen-komenan aja di blog, sharing ilmu mereka buat beginner macam saya ini. Daripada saya “koprol bolak-balik” di hotel sendirian, karena training-nya mas suami juga jadwalnya padat. Jadi saya memutuskan untuk ikut. Alhamdulillah sama mas suami dibolehin dan dianterin pula. Secara saya buta ibukota. Hehehe.

Apa aja yang dibahas? Macam-macam. Karena ternyata yang datang tidak hanya beginner macam saya, yang sudah punya blog tapi masih begini-begini aja, tapi ada yang murni belum punya blog sama sekali seperti Mb Indah Forniawati yang jauh-jauh datang ke ibukota dari Semarang untuk meet up dan belajar bareng. Proud of you mb Indah

Jadi apa aja yang dibahas? Penasaran? Yuk lanjutin isi materinya
"Blogging itu apaan sih? Seriously?!"
Blogging itu bisa dijadikan sebagai ajang curhat tanpa batasan karakter. Katanya loh, katanya Mas Dani, daripada curhat ke satu orang aja terus saking rahasianya nggak mau orang lain tahu, nggak mau bocor, takut bocor, sekalian aja curhatin di blog, biar semua orang tahu. Lagian kan pembacanya adalah penduduk dunia maya, belum tentu juga ketahuan orangnya yang mana, kecuali sudah pernah meet up sebelumnya. Hehehe.
Sebagai tempat berbagi orang yang peduli. Misalnya nih curhatan tentang suatu pengalaman tertentu. Mungkin bagi yang curhat, bebas menuangkan segala unek-unek. Bagi pembaca, ternyata ada lho yang memiliki pengalaman begini dan begitu, dan ternyata curhatan dari pengalaman kita dapat menjadi inspirasi bagi orang lain. Tapi, mungkin nggak semua perlu dicurhatin kali yaah, tapi ada sih. Serius ada. Kalau tujuannya adalah untuk berbagi, maka berbagilah hal yang baik dan bisa membawa manfaat.

Blog merupakan sumber datangnya rezeki. (Sudah pasti kalau ini untuk blogger yang sudah ekspert semacam duo blogger Mas Ryan dan Mas Dani).  Sudah paham maksudnya? Belum? Mari belajar lebih giat untuk mendapatkan rezeki finansial dari blog melalui tulisan-tulisan mereka. Yang sudah pasti didapat saat pertama kali kita mulai nge-blog adalah rezeki yang berupa Teman.

Blog sebagai Sarana pembuktian diri. Bahwasannya blogging itu bisa membuat kita merasa tertantang, membuat tantangan untuk diri kita sendiri. Bisa nggak sih kita seperti dia yang memiliki banyak tulisan-tulisan yang bermanfaat, yang blog-nya dijadikan sebagai referensi dari kebanyakan orang, dll, dll. Semuanya dimulai dari sebuah tulisan dalam sebuah blog.

Alasan buat terus belajar. Yakin nggak pengen seperti mereka-mereka yang bisa meraih mimpinya melalui blog? Blog memberikan kita alasan untuk terus belajar. Bagaimana bisa begini, bagaimana bisa begitu, segalanya memerlukan proses. Proses belajar kita akan menentukan seberapa besar kesuksesan yang akan kita raih. Cieh, sok bijak! Hehe.

(atau malah) Blogging jadi Sumber Stress(??!!). Memang bagus untuk memiliki keinginan seperti mereka-mereka yang sudah sukses membangun kesuksesannya sendiri melalui sebuah blog. Tapi, bukan berarti kita harus mati-matian mengejar traffic demi pengen cepet-cepet mendapatkan penghasilan via blog dan melupakan tujuan sebenarnya kita menulis. Dan kegiatan blogging pun jadi kehilangan “nyawanya”.
“Masih butuh alasan buat nge-blog?”
Sebenarnya banyak sekali alasan untuk nge-blog. Sayangnya, kadang-kadang alasan-alasan positif untuk nge-blog seringnya tertutupi oleh alasan-alasan klise destruktif yang menghalangi keinginan kita untuk menulis. Beberapa alasan positif yang berhasil di rangkum adalah bahwa nge-blog membantu diri sendiri untuk terus belajar, membuat kita aware sama sekitar, memperdalam analisa, mendapatkan uang via blog, mengorganisir pikiran, melihat dari sudut pandang lain, menambah teman, bisa populer, suara kita terdengar, membuat kita lebih sabar, bisa jadi orang jujur, membangun branding dan kredibilitas, belajar menjadi penulis yang lebih baik, membantu orang lain, membuat diri sendiri lebih disiplin, mempromosikan hobi, blog sebagai penyambung silaturahmi, dll. Banyak ya? Banyak. Dan yang nggak kalah menarik adalah nge-blog itu GRATIS. Seperti saya yang masih doyan nge-blog gratisan di platform ini. Hehehe. Satu lagi, nge-blog itu bikin bahagia!!
 
 “Bagaimana menulis postingan yang menarik?
Ini dia yang kadang bikin galau. Iya apa iya? Sudah mencurahkan segala ide, waktu, tenaga dan kekuatan jari, ternyata masih sepi-sepi aja, sesepi blog saya. hehehe. Jadi bagaimana kiat-kiatnya?

Judul memikat. Seperti saya yang langsung klik kalau misalnya judul suatu artikel itu “menggelitik” banget, nggak tahan kalau dibaca nanti-nanti. Hehe. Tapi tentu saja, judul dan tulisan yang baik itu tidak lahir begitu saja, perlu proses dan belajar.

Kalimat pembuka menohok. Saya pribadi kadang-kadang masih perlu mencari-cari referensi lain, belajar dari blog-blog lain tentang bagaimana membuat kalimat pembuka yang menohok. Jujur ini sulit. Karena kita perlu membuat basa-basi yang nanti-nya akan nge-link dengan apa yang akan kita bahas setelahnya. Karena salah-salah, bahasan yang akan kita sampaikan menjadi tidak berurutan atau malah teralihkan jika kemudian kalimat pembuka kita malah jauh melenceng dari inti yang akan kita bahas. Kebanyakan yang saya lakukan adalah basa-basi. Sampai sekarang pun saya masih sulit menentukan kalimat pembuka yang menohok. Meskipun sudah jelas dan pasti inti dari apa yang akan saya tulis.

Pembahasan fokus dan runtut memiliki kaitan yang erat dengan kalimat pembuka yang menohok. Kalimat pembuka yang menohok akan membuat kita fokus pada apa yang akan kita bahas selanjutnya. Jika kita berhasil menemukan link-nya, inshaAllah tulisan kita pun akan runtut.
Isi bermanfaat dan bisa dimanfaatkan. Kalau keinginan nge-blog-nya adalah untuk menjaring pembaca, sudah pasti isi yang bermanfaat dan dapat dimanfaatkan menjadi poin yang sangat penting. Kita hanya perlu membuka mata “lebih lebar” aja, sesuatu yang mungkin bermanfaat banget tapi belum pernah dituliskan dalam sebuah blog sebelumnya. Apa itu? yuuk kita cari sama-sama.

Bahasa yang Relate-able. Kalau boleh saya mengibaratkan, nge-blog itu layaknya kita berkomunikasi. Kalau ingin komunikasi kita nyambung, ya gunakanlah bahasa yang baik, nyaman digunakan, semua orang yang menjadi sasaran pembaca kita paham dengan isi tulisan kita. Begitu juga dengan penggunaan Kalimat efektif dan tidak bertele-tele, memudahkan pembaca untuk memahami isi tulisan kita, maksud dari tulisan kita.
“Bagaimana cara meningkatkan traffic?”
Langkah pertama dan paling awal sudah tentu Comment, comment dan comment. Meninggalkan jejak berupa comment setelah kita bw merupakan sebuah tanda bahwa kita “ada” dan “membaca” tulisan atau postingan dalam sebuah blog. Bagi saya pribadi, comment merupakan apresiasi pertama yang kita peroleh dari pembaca blog kita, tentu saja komen yang dimaksud adalah komen yang sesuai dengan isi tulisan kita ya. Semakin banyak kita meninggalkan jejak berupa komen di blog orang, maka akan semakin tinggi juga blog kita akan mendapatkan kunjungan balik, semakin banyak kunjungan balik maka akan semakin meningkatkan traffic blog kita. Jadi, tinggalkan jejakmu sebanyak mungkin ya

Isi postingan yang dibutuhkan. Misalnya adalah membuat postingan sesuai dengan trending topic. Dijamin, itu akan membantu banget untuk menaikkan traffic-nya. Secara semua orang sedang membicarakan itu via medsos ataupun search engine

Terapkan prinsip-prinsip SEO. Untuk bahasan ini saya skip yaa,, silakan kunjungi langsung di blog empunya disini. Karena saya pun juga masih dalam tahap belajar. Hihihi.

Buat postingan tamu atau yang lebih dikenal dengan guest post. Untuk guest post ini saya masih belum pernah nyobain yah. Masih belum pede aja majang tulisan sendiri di blog orang, berasa gimanaa gitu. Padahal guest post ini membantu banget untuk menaikkan traffic blog kita lho, apalagi kalau yang punya blog sudah keceh badai seperti menjadi guest post di blog ini.

Sharing di social media. Beginner seperti saya seharusnya wajib untuk melakukan ini. Alasannya adalah agar blog kita memiliki lebih banyak viewers dimana sudah dapat dipastikan kalau teman kita lebih banyak di medsos daripada di blog. Iya kan? Karena mungkin teman-teman kita belum tahu kalau kita ternyata aktif menulis di blog. Jadi kita perlu memperkenalkan diri kita sebagai blogger di media sosial untuk menjaring lebih banyak viewers dan readers dan tentu saja tujuan akhirnya adalah untuk menaikkan traffic.

Okee, untuk sekarang, sampai disini dulu ya. Sudah super puanjang ini, saking semangatnya saya. Hehehe. Lanjutannya akan saya tuliskan di postingan ke-2 yaitu #NgobrolSantai tentang Blogging bareng Ryan & Dani – Part 2 yang akan membahas tentang beberapa platform blog yang bisa menjadi pilihan, kelebihan dan kekurangannya dan macam-macamnya yang lain untuk mulai membuat sebuah blog. See you soon

Yang nggak ter-capture jangan marah ya :)


Salam,



Lisa.

Selasa, 16 Februari 2016

Pitch Perfect from Evoca



Assalamualaikum...

Sudah pernah nonton konser paduan suara belum? Saya masih merasa happy dan excited banget nonton hasil rekaman video saya di iphone meskipun saya nonton live-nya udah berbulan-bulan yang lalu (Nah kan, ini Latepost banget, maafkan saya yang sok sibuk ini).

Jadi ceritanya pas saya jalan-jalan ke Semarang, saya diajak Adik saya nonton konser paduan suara mahasiswa kampusnya, Paduan Suara Universitas Diponegoro Semarang. Fyi, Adik saya penggemar musik-musik klasik dan semacam paduan suara. Adik saya juga pengen nonton konsernya temennya yang merupakan anggota dari PSM Undip Semarang. Nah saya, yang nggak pernah nonton konser paduan suara, jelas mau-mau aja diajakin, apalagi kalau gratis, ya kan? Eh, nggak ding, yang bayarin Adik saya sih. Hehehe. Cuzz berangkat...

Konser paduan suara yang dipersembahkan oleh Diponegoro University Choir ini bertajuk “EVOCA” Post Competition Concert: 3rd Karangturi Choir Games 2015. Nah, PSM Undip mencoba untuk menggelar sebuah konser pasca kompetisi 3rd Karangturi Choir Games 2015 yang diadakan tanggal 5 – 7 Nopember 2015 di Semarang. Konser “EVOCA” yang bertemakan evolusi ini bertujuan untuk memperkenalkan lagu baru beserta karakter yang juga baru untuk PSM Undip, dimana sebelumnya PSM Undip lebih menggemari lagu-lagu yang bertemakan folklore (lagu daerah/ lagu rakyat). Melalui “EVOCA” PSM Undip ingin mengubah image mereka dengan memperkenalkan lagu-lagu yang bertemakan sakra maupun lagu-lagu kontemporer yang memiliki karakter berbeda dengan lagu bertemakan folklore. Harapannya, melalui konser ini, PSM Undip dapat mengembangkan prestasinya bukan hanya pada genre folklore namun juga berkembang pada genre yang lain.

PSM Undip telah mengantongi berbagai macam prestasi paduan suara baik di dalam maupun di luar negeri. Jadi pantaslah diacungi dua jempol dari saya untuk PSM Undip atas sepak terjangnya di kacah paduan suara nasional maupun internasional. Saya pun jadi bertanya-tanya pada diri saya sendiri, kemana aja? Adaa, hanya saja budget saya saat kuliah dulu nggak “nyampe” buat beli tiket konser PSM kampus saya, bukan karena terlalu mahal, tapi saya lebih memilih untuk menggunakannya di jalur lain, hehehe.

Tiket konser “EVOCA” terbagi dalam beberapa kelas. Kelas paling bagus view-nya untuk nonton konser disebut dengan kelas Platinum dengan harga tiket sebesar Rp 125.000,00. Kelas kedua disebut dengan Gold yaitu seharga Rp 100.000,00 dan kelas terakhir adalah Silver dengan harga Rp. 75.000,00. Harga tiket tersebut disesuaikan dengan denah tempat duduk masing-masing kelas tiket yang ditunjukkan oleh si pemandu dan ditandai juga dengan sebuah papan penanda. Kalau mau yang dekat dengan panggung ya beli yang Platinum, tapi yang Gold pun oke, karena yang Gold dan Platinum jaraknya tidak terlalu jauh, hanya saja penempatan Gold agak ke tengah. Sementara untuk kelas Silver, denah tempat duduk terletak di bagian samping dan belakang, sangat jauh dari panggung. Saya rasa worth it ya, harga tiket dengan konser yang menyenangkan ini. Saya pun langsung pengen nonton film Pitch Perfect dan mendadak nge-fans sama Pentatonix (An American a cappella group) gara-gara “EVOCA”. Hehehe.

Tiket dan booklet panduan konser EVOCA
Yuk, balik lagi dengan “EVOCA”. Konser paduan suara “EVOCA” terbagi menjadi empat sesi dengan masing-masing satu lagu untuk opening dan closing. Pada sesi pertama, penonton akan disuguhi dengan lagu-lagu yang bertema folklore yaitu Cublak-Cublak Suweng, Minoi-Minoi, Anging Mamiri dan Tak Tong Tong. Saya pribadi lebih menyukai lagu-lagu paduan suara dari genre ini, karena seru dan menarik. Anggota paduan suara akan bernyanyi disertai dengan sedikit koreografi seperti perpindahan posisi berdiri ke duduk, tarian, tepuk tangan dan hentakan kaki. Sehingga suasana konser menjadi lebih hidup. Hal ini sesuai dengan tema folklore yang merupakan perwujudan dari lagu daerah atau lagu rakyat yang kebanyakan memiliki nada ceria dan riang gembira.

Sesi kedua, ketiga dan keempat, penonton mulai diperkenalkan dengan genre baru yang menjadi tujuan evolusi dari PSM Undip yaitu lagu-lagu yang bertemakan sakra maupun lagu-lagu kontemporer yang lebih halus dan merdu layaknya paduan suara pada umumnya, tidak banyak bahkan tidak ada koreografinya. Tapi tetap tidak kalah menarik dengan lagu-lagu yang bertemakan folklore. Saya pun masih tetap bisa menikmatinya, meskipun saya tidak paham apa artinya karena lagu yang dibawakan ada yang menggunakan Bahasa Jepang dan bahasa lain entah Jerman atau Perancis. Saya pun terhanyut dalam lagu yang mereka bawakan. It was worth to be there that day!

Setelah saya ingat-ingat, ternyata saya hanya memiliki dua kali kesempatan untuk nonton konser paduan suara. Konser paduan suara pertama yang saya tonton adalah berupa hiburan sekilas saat wisuda calon ibu mertua saya (sekarang sih sudah jadi mertua saya, hehe) yaitu PSM Universitas Airlangga Surabaya. Kali kedua saya nonton konser paduan suara ya “EVOCA” ini, milik PSM Undip Semarang.

Jadi, apa kabar dengan paduan suara kampus saya, PSM ITS Surabaya? Jawabannya adalah pasti baik-baik saja, hehehe. Iya, saya belum pernah nonton PSM ITS saat mengadakan konser, hanya sesekali melihat saat mereka latihan. Saya pun sebenarnya telah mendaftar menjadi anggota PSM ITS bersama dengan teman saya, dan Alhamdulillah diterima. Sayangnya, kami tidak pernah datang latihan lantaran terbebani dengan tugas kuliah yang tiada habisnya. Jadi GATOT dah! Hahaha.

Tapi ya, saya salut dengan semua anggota PSM dikampus manapun mereka tergabung, karena dengan tekad yang bulat mereka rela meluangkan waktu istirahat diantara padat dan banyaknya tugas kuliah untuk mengejar passion dan mimpi mereka. Mereka rela mengambil jadwal latihan sore bahkan malam hari untuk mencari waktu yang tepat yang tidak mengganggu jadwal kuliah maupun jadwal tugas, kewajiban dan tanggung jawab lain untuk berkumpul dalam satu team lengkap. Satu hal yang sulit saya lakukan saat kuliah, tekat saya kurang bulat untuk mengejar passion dan impian saya menjadi salah satu anggota PSM kampus saya.

Anyway, it was a great concert and it was worth to be there that day. Hope I can watch it again next time, maybe from other university.

So, pernahkan teman-teman yang lain nonton konser paduan suara? Paduan suara apa? Umum atau milik kampus tertentu? Share dong...

Diponegoro University Choir


EVOCA
Post Competition Concert: 3rd Karangturi Choir Games 2015
Diponegoro University Choir
Conducted by Jefry Franklin Bode
Gedung Prof. Soedarto, SH, Tembalang
Friday, 13 November 2015
18.00 – 21.00 WIB



Salam,



Lisa.

Kamis, 11 Februari 2016

Persahabatan Baik dengan Tong Tji Tea House





Tong Tji Tea House - Citraland Mall Semarang

Assalamualaikum...

Huwaaa... Long time no see yaaa... Berasa kangen banget sama blogging. Maafkeun saya, sepulang nemenin suami seminggu di Jakarta, perubahan cuacanya yang ekstrim dan berbagai distraction lain yang klise jadi bikin gak enak body dan hilang selera sama blogging, cuma lirik-lirik bw tanpa sempat meninggalkan jejak pula. Sedih.

Tapi Alhamdulillah, sekarang sudah semangat lagi, yuk ah...

Kuliner dan travelling adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan ya. Rasanya nggak lengkap aja kalau sudah berkunjung kesana-kemari tanpa nyobain yang unik-unik. Lagian kan jarang juga tuh nemu resto yang cabangnya atau franchise-nya ada di seluruh kota di Indonesia. Hehehe. Jadi mau nggak mau pasti nyobain makanan disana-sini sesuai recommend orang lain.

Siang itu, saya masih berada di seputaran Kota Semarang. Masih di bulan Nopember 2015 (telat banget kan yaa postingnya?) dimana matahari siang Kota Semarang sedang terik-teriknya, hujan masih jarang-jarang. Saat adik saya sedang seneng-senengnya sama teh. Entah apa yang membuat adik saya nge-fans banget sama teh. Seingat saya ketika kami masih serumah, dia tidak sebegitu nge-fans-nya sama teh. “Pokoke teh, Mbak! Teh!” tegasnya siang itu kepada saya. “Okelah, seterah apa maumu, Nduk! Tak turuti”, jawab saya pasrah di tengah teriknya Kota Semarang.

Saya pun digiring ke salah satu mall yang lumayan terkenal di kota itu, memasuki sebuah resto kecil yang padat pengunjung. Tong Tji Tea House. Rupanya, Tong Tji Tea House sedang naik daun, terutama bagi pengunjung yang berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Alasan utamanya adalah hanya satu, yaitu terjangkau bagi kantong pelajar dan mahasiswa, semacam adik saya. Selain itu, terdapat promo free up size ice tea jika ditengah makan kita kehabisan minuman karena kehausan, ini juga yang dicari adik saya, klayapan di Kota Semarang saat cuaca panas memang sedikit membuat kami dehidrasi. Ini juga salah satu keuntungan yang diperoleh oleh pengunjung sehingga betah berlama-lama di resto ini.

Belum ‘ngeh’? okelah, kenalan dulu yuuk sekilas sama perusahaannya

Perusahaan teh Tong Tji didirikan di Indonesia pada tahun 1938 oleh Tan See Giam dengan nama Perusahaan Teh Wangi Dua Burung yang mengambil lokasi di daerah Tegal, Jawa Tengah.  Perusahaan ini menghasilkan barang konsumsi berupa teh. Pertama kali di launching perusahaan teh ini menggunakan merek “Tong Tji” dengan desain menggunakan huruf Cina, serta logo yang digunakan adalah dua ekor burung yang saling berhadapan.

Pemilihan nama” Tong Tji” atau yang lebih dikenal dalam bahasa aslinya yaitu “Tung Tje” artinya adalah sahabat sejati. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan lama di daerah Tegal bahwa teh merupakan sarana di dalam persahabatan. Maksudnya adalah bahwa teh disajikan sebagai teman ngobrol yang menyenangkan bersama dengan keluarga, teman, rekan kerja, dll. Pemilihan logo yang berupa gambar dua ekor burung dimaksudkan untuk menunjukkan ketulusan persahabatan yang baik dan erat. A Great Philosophie!

My sist and her Jasmine Tea
Lemon Tea

Pada tahun 1998, perusahaan teh Tong Tji memproduksi Premium Jasmine Tea yang diproduksi dengan daun teh kualitas terbaik diproses dengan bunga melati asli yang menjadi produk best seller sejak saat itu. Pada tahun 2003, perusahaan teh Tong Tji mulai melebarkan sayapnya dengan mengembangkan minuman “Ready to Drink” dengan nama “Tong Tji Iced Tea” yang dimulai di Tegal dan Purwokerto, Indonesia. Tong Tji Iced Tea ini tentu sudah banyak kita kenal karena banyak sekali gerainya di Indonesia. Pada tahun 2008, perusahaan teh Tong Tji mulai merambah ke dunia “Food and Beverages Bussiness” atau yang lebih dikenal dengan dunia kuliner dengan membuka Tea Bar Sadewa di Food Court Matahari Semarang. Melanjutkan kesuksesan dari Tong Tji Tea Bar, perusahaan teh Tong Tji mulai membuka konsep resto baru di tahun 2009 dengan menu dan masakan yang lebih beragam dengan nama Tong Tji Tea House.

Begitu kira-kira kilasannya

Tong Tji Tea House masih terbilang baru dalam dunia kuliner. Terbukti dari jumlah gerai Tea House-nya yang masih sedikit dan hanya ada di kota-kota besar tertentu di Indonesia. Saya sendiri baru tahu teh Tong Tji memiliki gerai Tea House ya gara-gara adik saya, di Kota Semarang pula (Ya Iyalah bo, di Kota Pekanbaru kayaknya belum ada, hehehe).

Tong Tji Tea House yang terdapat di Mall Citraland Semarang berbentuk mini cafe dengan interior yang didominasi warna hijau daun dan warna kayu kecoklatan sehingga terlihat asri dan sejuk dari luar. Interior dinding Tea House dilengkapi dengan hiasan dinding berupa miniatur beberapa alat musik dan mainan yang terbuat dari kayu. Menimbulkan kesan tradisional yang unik.

Setelah menempati salah satu pasangan seat yang kosong, kami langsung disambut ramah oleh pramusaji yang membawa buku menu dan mempersilakan kami memilih terlebih dahulu. Karena saya termasuk dalam salah satu penggemar Nasi Goreng, maka saya pun memesan Nasi Goreng Sosis, sementara adik saya memesan Nasi Goreng Special dengan alasan lapar sudah jadi sopir saya seharian, hehehe. Untuk minumannya, sudah pasti Jasmine Tea untuk adik saya dan Lemon Tea untuk saya. 

Rasanya? Enak dong! Sesuai dengan recommend dari adik saya dan ekspektasi saya. Langsung mengisi ruang kosong dalam perut saya dan memunculkan sinyal kenyang. Jasmine Tea dan Lemon Tea-nya pun terasa segar membasahi dinding kerongkongan saya yang kering akibat terik matahari kota Semarang. Awal memesan Lemon Tea, saya agak sanksi, bagaimana dengan rasanya, apakah begini dan begitu, tidak sesuai harapan, saya was-was. Tapi saya berhasil diyakinkan oleh adik saya kalau makanan dan minuman disini enak-enak karena dia sering makan disini bersama dengan teman-temannya setelah lelah nge-mall atau memutari Kota Semarang. Dan ternyata terbukti benar! Yay!

Nasi Goreng Special
Nasi Goreng Sosis

Selang waktu pemesanan dan penyajian pun tidak terlalu lama. Jadi pengunjung tidak akan terlalu lama menunggu meski sedang kelaparan tingkat akut. Next time mission, saya perlu mencoba dan membandingkan Tong Tji Tea Bar dan Tong Tji Tea House. Penasaran dengan persamaan dan perbedaan tentang menunya.  

Saya dan adik saya puas banget nyobain makan di Tong Tji Tea House.Makanan dan minumannya enak, sesuai dengan harapan dengan harga yang bersahabat, terutama untuk kantong pelajar dan mahasiswa. Restonya pun nyaman dan pelayanannya ramah. Jadi jangan heran kalau susah untuk dapat tempat duduk saat jam makan datang. Big thanks untuk Tong Tji Tea House and team.

Penasaran? Cuuzz cobain, mampir di salah satu gerainya yang terdekat dengan lokasimu ya!

Saya sih, harus pulang ke Pulau Jawa dulu sepertinya, hehehe.



Tong Tji Tea House
Mall Citraland Semarang
Jl. Simpang Lima No. 1 Semarang
(024) 8413608



Salam,


Lisa.