Senin, 25 Mei 2015

Olanatics.com 1st Giveaway: Steal The Look



Sebagai wanita, termasuk saya, terkadang (masih) terlalu sibuk mematut-matut diri di depan cermin dengan memadu-padankan pakaian, ingin terlihat seperti si A yang cocok memakai pakaian jenis tertentu, atau ingin seperti si B dengan gayanya yang begitu, seperti si C, si D dan lain-lain yang secara tidak langsung kita jadi kehilangan bagaimana sebaiknya berpakaian yang nyaman sesuai dengan diri kita sendiri. Pendek kata, kita jadi kehilangan identitas dalam berpakaian.

Sebagai seorang muslimah, berpakaian sesuai dengan syariat adalah wajib hukumnya. Khususnya secara islami dengan menggunakan pakaian muslimah. Pakaian muslimah menurut syariah agama Islam adalah pakaian yang tidak menonjolkan lekuk tubuh wanita, tidak ngepas di badan, mengulurkan hijab hingga menutupi dada, meninggalkan pakaian yang dapat membuat kita menyerupai laki-laki, menggunakan celana misalnya. Berpakaian dengan menggunakan pakaian muslimah dapat menunjukkan identitas kita sebagai seorang yang muslim, menunjukkan ketaatan kita pada ketetapan Allah, bahwa Allah berusaha melindungi kita sebagai wanita yang berharga melalui pakaian muslimah.

Tetapi sebenarnya, berpakaian menurut saya, tidaklah (harus) menirukan gaya berpakaian orang lain seperti yang saya kemukakan di awal, tentunya tetap dalam koridor pakaian muslimah. Maksud saya, berpakaianlah yang nyaman sesuai dengan bagaimana diri kita ingin diperlakukan, berpakaianlah sesuai dengan tempatnya, sesuai dengan acaranya. Untuk apa menirukan gaya berpakaian orang lain jika kita sendiri tidak merasa nyaman menggunakannya.

Berpakaian sesuai dengan bagaimana diri kita ingin diperlakukan adalah cara berpakaian yang sopan, menghargai diri kita sendiri sebagaimana kita ingin menghargai orang lain. Dengan memakai pakaian muslimah, kita dapat menunjukkan bahwa kita sangat ingin melindungi apa yang menjadi milik kita sebagai bentuk ketaatan kita kepada Allah, bahwa kita adalah wanita yang berharga dan hanya menunjukkannya kepada siapa yang akan menjadi mahram kita. Bukan untuk menjauhkan diri kita dari kehidupan sosial, tidak, justru kita akan dihargai atas pilihan yang telah kita jalani. Dan sudah tentu teman-teman kita pun akan memahami, karena disitulah proses toleransi beragama, dimana setiap penduduk bebas menentukan pilihan dan bertanggung jawab atas pilihannya. 

Berpakaian sesuai dengan tempatnya dan berpakaian sesuai dengan acaranya adalah memposisikan diri kita dan pakaian kita sesuai dengan tempat dan acara yang kita datangi. Pakaian yang kita gunakan untuk sekedar nge-mall dan pakaian untuk menghadiri acara resepsi sudah tentu berbeda kan? Itulah yang saya sebut menghargai si pemilik acara yang mengundang kita. Setidaknya kita tahu dan dapat membedakan pakaian yang bisa dipakai di acara santai, semi-formal ataupun formal.



Berpakaian ala-ala saya, adalah pasti berpakaian dengan menggunakan pakaian muslimah. Hanya saja saya selalu menggunakan style casual feminin. Mengapa casual? Untuk menghargai diri kita dan orang yang kita temui nantinya. Casual atau semi –formal sesuai dengan saya yang ingin menunjukkan bahwa saya adalah muslimah yang sopan dan menghargai orang lain sebagaimana saya menghargai diri saya sendiri melalui pakaian saya. Dan feminin dapat menunjukkan identitas saya sebagai wanita muslimah. Itulah mengapa style saya adalah casual feminin. Jangan lupa juga bahwa pakaian itu haruslah memberikan rasa nyaman sehingga tidak menghalangi kita untuk beraktivitas.

That’s my style, where’s yours?



salam,
Arlisa Jati W



Note:

Posting ini saya ikutkan dalam olanatics.com 1st Giveaway: Steal The Look. Yuk ikutan posting dan ikutan tantangan olanatics.com 1st Giveaway: Steal The Look, ada hadiah menarik untuk 3 tulisan beruntung, jangan sampai ketinggalan ya, maksimal tgl 25 Mei 2015
 

Note:
Karena periode untuk mendapatkan Olanatics.com 1st Giveaway sudah berakhir maka tags/ label saya edit sesuai dengan klasifikasinya agar post-nya lebih rapi ya mengingat saya ingin mengelola satu blog saja dengan beberapa niche









Selasa, 19 Mei 2015

EF#19: My Cute Cat, Nino





My family is a cat lover family. Not a costly cats like the Persian cat, Angora cat or other hybrid types of cats, but enough domestic cats. Only ordinary cat. We treat our domestic cats with a special treat and we care so well that he can be very docile and submissive in our family.

Almost every home in our family has a cat, at my aunt’s home, my parent’s home, my sister’s home, all have a cat. Not much, a maximum of only two cats of each home, but usually there is only one, so they can not always fighting each other. And the type is same, ordinary cat or domestic cats.

Our family had a cat that is very funny in our opinion. We treat him well. He is very docile and very obedient to our family. The food is also very easy, whatever he likes not only refers to the rice mixed with anchovies. He likes fried noodles, crackers, tempe, bread crumbs, whatever he likes. If there is one member of our family is eating, me for example, was to eat bread, then he will be close, just closer and looked at me that I was eating. He will not meow. Just looking at it. That means he wants bread I eat. Then I take a little bit of my bread, I put on the floor, then he eats, little by little, until exhausted. If he is not satisfied or if they want more bread on the floor exhausted, he would look at me again, as a sign that he wants more, if not, then he will go after its share on the floor exhausted. But, what if the bread which I hold up? Then I'll show my hands to him, and he would go. It's just as simple as that. And I will never forget the habit. If only you knew, how cute is him. His name is Nino.


There is another Nino's habit that makes our family increasingly fond of him. He would throw his feces in the toilet. Yes, although he could not douse with water afterwards. Even if not in the toilet, then he would defecate away from our home, so that our house stays clean. It also makes us let him sleep on a bed near our feet. Because we often bathe him, so we make sure the body is clean.

Nino used to sleep anywhere in our house and it did not make us worried, because his fur does not fall at all even though he slept on the couch so that our sofa was still clean. If he wants to sleep in a room near our feet, he can open the door of our room itself by bobbing as he opened the door handle with his two front legs.


Unfortunately he could not accompany our family for a long time. On one morning, he did not want to eat, or drink, just sit daydreaming with eyes empty throughout the day. And it was done outside the house when the air is cold, when we take it into the house, he would go back outside the house afterwards. Over time, the body gets weaker, and finally we decided to bring it to the vet. Unfortunately, in the middle of the road to the house vet, he suffered convulsions and then die. We feel very sad and felt very lost. We lost a good and obedient cat. We were very fond of him.

That’s my story about my memorable one, Nino. So, where’s your story?

Senin, 11 Mei 2015

EF#18: Lifetime Complicated Relationship


Family




This is unique. And this is a family. Complicated relationship derived from marriage between two peoples. Why? Because in a matter of minutes ijab and qobul, suddenly had a new mother and a new father were later called in-law. Then have brothers, sisters, cousins, uncles and aunts who came later. We need time to study the new genealogical family. Placing a position as brother or sister for others. And it is a family.

No need to rush to learn, because you have plenty of time. However, at least you know the name and position in the family first. To know them then love them, you have a lifetime.

Besides other people's family suddenly become part of our family, we have a family of our own that we are building with our partner. So there will be at least three families we will have. Parents family, in-laws and our own families. That certainly will form a very large family. That's what happens when a pair of young men and women gets married, then, what if our sister got married, of course the family will grow as the number of marriages in the family.

More and more families that arise as a result of a marriage, at some point, we will find ourselves stuck in it. I'm not saying this is a bad thing. I mean stuck is how we can call our new brothers or sisters. For example, Mrs. Lisa is a wife of my cousins ​​who is the 3rd child of my mom sisters. Or more complex such as HSBC ad that aired on TV a few years ago if you remember. Interesting and complicated, right? I called it Complicated Lifetime Relationship



This is my late submission (again) because I was so busy reading my new novel, so I just spending my time for reading it than doing a submission



I got mine, so, how’s your complicated relationship?