Sabtu, 10 Agustus 2019

#ngajakfotoanakorang


Bismillahhirrahmannirrahim..

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Masih dengan euforia Ulang Tahun keluarga ceritanya. Ulang Tahun ortunya selisih sehari dengan ulang tahun anaknya. Kok bisa? Jadi QadarAllah keluarga kami memiliki tanggal kelahiran yang berdekatan. Tanggal ulang tahun saya sama dengan tanggal ulang tahun suami saya, cuma beda tahun aja, itupun selisihnya cuma satu tahun. Suami saya lebih tua setahun dari saya. QadarAllah anak kami lahir sehari sebelum tanggal ulang tahun kami. Kenapa nggak disamain aja tanggal ulang tahun anaknya? Kami maunya gitu..., tapi Allah SWT berkehendak lain. Alasannya cukup simpel, hari kelahiran anak saya jatuh di hari Sabtu, tanggal yang kami inginkan jatuh di hari Minggu, pihak dokter dan RS tempat saya melakukan operasi Caesar tidak menyetujui Hari Minggu untuk tindakan Caesar, Hari Minggu untuk tindakan darurat saja. Alasan lainnya, simpel juga, dokter juga manusia biasa keleus, pengen punya hari libur dalam seminggu, gituuu gengs... 😊
Yang penting udah lahir kan anaknya, Alhamdulillah sehat wal afiat tanpa kurang suatu apapun, Alhamdulillah... Alhamdulillah. 

Jadi, balik lagi soal ulang tahun, nggak ada perayaan spesial karena memang nggak ada niat merayakan, nggak menyediakan budget khusus juga 😅 jadi cukup makan bareng aja diluar, dan re-call memories 😊

Jadi ini adalah kebiasaan kami sebelum punya anak sendiri: #ngajakfotoanakorang 😆😆
Fotonya nggak cuma saya dengan si anak atau suami dengan si anak, tapi berdua dengan si anak 😆😆 Penting yaaa, penting banget. Untuk me-re-frame bagaimana keluarga itu berdiri, ada ayah, ibu dan anak. Itung-itung latihan memantaskan diri buat foto keluarga sendiri 😅😅

Silakan scroll down kalau pengen tahu anak siapa aja yang udah kami ajak foto 😅😅
*ortunya uda di tag sekalian di instagram, kl ada ig-nya, pinjem anaknya ya bro n sis 😆😆
*makin ke bawah makin lama tahun fotonya yaaa 😊



Foto 1: sama anak n suami sendiri dulu lah ðŸ‘Ļ‍ðŸ‘Đ‍👧, akhirnya kan yaaa, punya foto model keluarga begini 😊
Location: Rumah ortu Caruban
Moment: Lebaran 060619 


Foto 2: Mas Salim, anak temen kuliah Statistika 2007, Tika W dan Mas Onos.
Location: Rumah Sarwono, Jakarta
Moment: Kondangan nikahan si Komting Statistika 2007, saat masih hamil Anindya usia kandungan 6 Bulan jalan 7 Bulan kayaknya, harap maklum juga kalau eike hamilnya gedhe banget, Karena anaknya juga jumbo, masyaAllah tabarakallah 220418


Foto 3: Mas Atar n Mas Hizam, keponakan eike, anak kakak ipar, Mas Ardik dan Mb Lia, Mas Uik dan Mb Shally.
Location: Rumah mertua Madiun 
Moment: Lebaran 2017 271117


Foto 4: Uni Andin, anak temennya suami, Mb Ayu dan Ayah Deden.
Location: Kebun Teh Lembang Bandung Moment: Jalan-jalan ke Ciwidew, Lembang, Bandung dan sekitarnya 111216


Foto 5: Uni Andin, anak temennya suami, Mb Ayu & Ayah Deden.
Location: Johor Bahru City Square Malaysia 
Moment: Jalan-jalan ke Malacca, Johor dan Singapura, lagi ngantri naik bus ke Singapura 241215


Foto 6: Abang Emir, anak temen kuliah, Kimia MIPA 2007, Mirna Saga dan Mas Bagas.
Location: Sari Sunda, Duri, Riau
Moment: Ulang Tahun Emir yang pertama 131215

Pertama kali #ngajakfotoanakorang ya sama Emir pas di Ulang Tahunnya (foto 6), itupun nggak sengaja gaya-gayaan, ternyata seru juga, lama-lama keterusan. Yaaa walaupun kebanyakan memang nggak direncanain sih. Maksudnya nggak ada rencana nanti kalau ketemu anaknya si A trus ngajak suami foto ala keluarga, nggak gitu. Apa adanya aja, spontanitas.

Alhamdulillah akhirnya cita-cita kami tercapai tahun kemarin. Iya, punya anak sendiri, darah daging kami, keluarga kami, jadi bisa foto bareng anak sendiri. Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah...

Ya gitu deh, sekian dulu euforia saya soal Ulang Tahun, tahun ini. Postingan ini dibuat untuk menyimpan kenangan, selain versi pendeknya sudah di upload via instagram. Sila cek ig pribadi saya @arlisa_jati syukur-syukur mau Follow, kali aja bisa dapet manfaat dari Follow saya, dari resep yang berhasil saya coba misalnya, ikutan terinspirasi buat masak juga, atau dari komunitas-komunitas yang saya ikuti, siapa tahu mau gabung juga 😊
Sampai jumpa di next post 🙏ðŸŧ



Salam,



Lisa






Kamis, 08 Agustus 2019

Anindya Monthly Milestone Photography

Bismillahhirrahmannirrahim..

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Numpang simpan dokumentasi disini juga yaa 🙏ðŸŧ😅

Jadi awalnya saya pengen bikin foto dokumentasi tiap bulan, hasil nyontek dari account ig orang bule. Tapi ternyata... susah bikin settingannya, terus anaknya gerak-gerak mulu kalau makin gedhe, terus settingannya keburu acakadut, terus mesti bawa suporter biar bisa ketawa-ketawa, ofkors anaknya didandanin dulu sebelum masuk settingan, terus jepretnya perlu cepet-cepetan, kejar-kejaran sama ekspresi yang pengen di dapet, terus ini... terus itu... dan terus-terus yang lain, kebanyakan alasan hehehe, intinya effort banget lah... tapi terus lama-lama nggak tepat jadwal juga, ternyata keburu riweuh sama yang lain-lain 🙈 yasudahlah, cuma ini aja yang bisa ke-capture dengan mendingan 😆 yang penting ‘ada’ dulu ajaa, masalah estetika bisa menunggu, yang penting ‘udah pernah’ 😆😆 Experience is the best teacher lah 😌😌

Lha kok pasca upload ig, mas bojo tanya, “Ini kamu sendiri yang moto dek?” “Yoiyolaaa,, Sopo maneh... 😒 
Mas bojo ini masih meragukan kemampuan pota-poto istrinya, makanya proposal kamera masih di hold aja, belum di approve2 😆 Padahal kan siapa tahu habis gini saya dapet job dari modal mota-moto ini kaaann 😎

Mas bojo saya emang nggak main ig, tapi punya account ig, upload pun nggak kayak saya yang ngejar feed bagus, suka-suka dia. Jadi lumayan buat ngecek-ngecek istrinya nih apa aja yang di-upload, masih dalam batas pagar kagak, lebay kagak, kalau nggak, bisa kena SP 1. 

Terus setelah itu lanjut dengan pertanyaan, 
“Lha yang bulan ke-7 sampai 12 mana dek?” 
“Lha ya udah di Cilegon kan, anaknya pun udah berguling-guling kesana-kemari Pak... ya mana bisa... “ 
Seketika itu pengen nggigit deh, kayak nggak tahu aja anaknya udah kayak apa tingkah polahnya, mana bisa disuruh diem beberapa menit sampe sejam buat pota-poto kalau sehari-hari saya single fighter 😒

Ya sudahlah, kebanyakan curhat, silakan scroll down buat lihat hasil akrobat ibuknya bikin settingan tiap bulan ðŸĪŠ
Pict usia 6 bulan paling nggak banget, udah mati gaya, anaknya udah gerak-gerak 😅😅







Bagus nggak sih? Hehehe 😄

Jadi idenya itu adalah memang mendokumentasi tiap bulan, nggak harus pas di ulang bulannya sih, agak telat-telat dikit nggak apa. Tujuannya selain buat seseruan ya pasti pengen mengabadikan perubahan wajah dan perkembangannya per bulannya. Tapiii... itu diaaa... usahanya luar biasa 😅😅

Tapi kalau bisa sih bagus, karena saya lihat di account ig orang bule tuh beneran bagus, lucu aja gitu, ada foto per bulannya ☺

Yaahh perangkat dan daya upaya terdukung penuh sih ya, jadi jelas banget bedanya, mana ekspektasi mana realita 😁
Nah saya, waktu motretin anak saya kayak gini aja ibuk saya udah mencak-mencak 😆😆 dipikirinnya cucunya mau diapaaaiin gitu 😆😆

Yasudahlah, gitu ajaaa... semoga next anak kedua bisa bikin beginian lagi yang lebih bagusan, Aamiin... 😊


Salam,


Lisa.

Kamis, 01 Agustus 2019

Pandan Chiffon Cake

Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Setelah beberapa kali scroll Gallery HP yang biasa saya pake motret makanan hasil cooking baking, ketemu kesimpulan bahwa paling banyak kok foto Chiffon Cake, Banana Cake dan Brownies. Emang sih, kalau dipikir-pikir emang Chiffon Cake favorit kami banget, ya saya, suami saya dan Adek saya. Tapi alasan sebenarnya sih ya karena saat itu saya sedang belajar baking Chiffon Cake, eh suami sama Adek suka, jadilah keterusan 😅 Karena melalui Chiffon Cake juga saya belajar baking dengan metode pisah telur, pisah kuning dan putihnya yang membuat hasilnya ternyata lebih kami sukai, kalau dilihat dari segi tekstur, empuk kempus-kempus kayak lagi makan busa atau spon. Tapi emang penanganannya lebih ribet sih, tapi semua itu akan terbayar kok. 

Dari sekian kali baking Chiffon Cake, saya belum mahir juga buat nyisir pinggirannya, perlu banyak latihan memang, katanya. Tapi saya udah entah berapa kali, belum mahir juga 😆😆 Malu juga sih sebenarnya mau nunjukin hasil baking kalau masih berantakan, walaupun yang ini juga nggak rapi-rapi banget sih, tapi nggak apa-apa, kita dokumentasikan aja, sebagai tahap pembelajaran, practice makes perfect ☺️



--------
Pandan Chiffon Cake
.
Bahan:
.
Bahan A:
7 butir kuning telur
130 ml santan instant
70 ml minyak
130 gr tepung terigu protein rendah
1 sdt pasta pandan
.
Bahan B:
7 butir putih telur
140 gr gula pasir
1 sdm air jeruk nipis
¼ sdt garam
.
Cara Membuat:
Adonan I:
•Kocok lepas kuning telur dengan menggunakan whisk selama kurang lebih 2 menit, masukkan santan, minyak, dan pasta pandan, aduk rata.
•Masukkan tepung terigu, aduk sampai licin, sisihkan.
.
Adonan II:
•Kocok putih telur dan air jeruk nipis sampai mulai berbusa, masukkan gula pasir 3 kali secara bertahap sambil terus dikocok sampai mengembang stiff peak, jika baskom dibalik, adonan tidak akan tumpah.
.
•Masukkan Adonan II ke Adonan I secara bertahap 3-4 kali sambil diaduk menggunakan spatula dengan teknik aduk lipat (folding).
•Tuang dalam loyang chiffon tanpa dioles apapun.
•Panggang dengan suhu 160’ selama 60 menit atau hingga matang.
•Keluarkan dari oven, segera tangkupkan di atas botol, tunggu hingga mencapai suhu ruang, sisir dengan pisau atau spatula chiffon di sekelilingnya.
•Siap disajikan 😋😋



Fotonya pakai foto lama yaaa... hahaha. Pakai foto lama aja bangga 😆 Iyaa, belum nge- Chiffon Cake lagi setelah sekian lama. Yang penting dokumentasinya dapet laaah...

Resepnya masih setia pakai resep ci @tintinrayner karena memang saya belajar pake resepnya cici. Dan kesemuanya nggak ada yang gagal, asal semua bahan Fresh dan step by step benar. Alhamdulillah jarang gagal. Ya kalaupun gagal, paling bentukannya aja yang nggak banget, rasanya tetep oke, tetep edible

Yup, sekian dulu cerita soal Chiffon Cake, yuuukkk bikin juga, siapa tahu jadi favorit juga dirumah 😋
Happy baking 💕




Salam, 



Lisa.

Senin, 17 Juni 2019

Nasi Uduk Ubi Ungu

Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Bahagia banget rasanya nemu stok foto yang belum di post di blog, hehehe 😁😁 Pakai stok foto aja bangga hahaha 😁😁

Sebenarnya sudah dari lama mau posting ini di blog, cuma ada aja halangannya. Kebanyakan alasannya males sih, hehe. Yuuuklah kita post semua bertahap biar stok foto di HP bisa digantikan dengan yang baru. Kalau yang lebih update bisa cek di instagram pribadi saya ya, di @arlisa_jati cuzz Follow, siapa tahu bisa dapet manfaat dari Follow saya. Khusus untuk soal IVF memang nggak saya post di instagram ya, karena memang banyak banget yang mesti dijelaskan, sedangkan caption instagram terbatas, takutnya ada yang missed kalau dijelaskan secara terpisah. Sudah pernah saya bahas juga soal ini di salah satu post saya sebelumnya.


Kembali ke Nasi Uduk Ubi Ungu, bikin ini itu untuk adalah dalam rangka ikutan giveaway-nya @homemadeloversss , salah satu komunitas baking cooking di instagram, tentang kreasi ubi ungu, terus saya tertarik sama Nasi Uduk Ubi Ungu. Unik aja kelihatannya, Nasi Uduk kok pakai campuran Ubi Ungu. Tadinya saya pikir bakalan ada rasa manis-manisnya karena Ubi Ungu kan manis ya, yah minimal berasa ada ubinyalah. Ternyata enak banget... tetep gurih khas Nasi Uduk, nggak ada rasa-rasa ubinya, cuma warnanya aja yg ngefek banget, unyuuu gitu... 😍 Walaupun jadinya punya saya kelembekan sih, tapi tetep enak dong... Kenapa bisa kelembekan? Jadi ini resepnya adjustable banget ya, disesuaikan sama jenis berasnya juga, karena beda jenis beda juga kadar air yang diperlukan. Kadar kelembaban ubi pun kayaknya ngaruh juga ya. Jadi silakan disesuaikan sendiri dengan selera keluarga, apakah suka Nasi Uduk yang mencar-mencar ala Nasi Putihnya Nasi Padang atau Nasi Uduk yang pulen lembut.

Untuk resepnya, saya nyontek dari account instagram Mb @anitajoyo 😘
Syuper sekali Mb, terima kasih resepnya, semoga berkah dan pahalanya mengalir terus, Aamiin... 🙏ðŸŧ
Ijin copas ya Mb 🙏ðŸŧ😘

———
Nasi Uduk Ubi Ungu

Bahan:
3 gelas ukur magic com beras, cuci bersih
3 lb daun salam
1 btg serai, memarkan
2 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
3 siung bawang putih, cincang, tumis sampai harum
200 ml santan instan
200 gr ubi ungu, kukus
400-600 ml air

Cara Membuat:
•Blender ubi ungu dengan santan hingga lembut.
•Masukkan beras, bubur ubi ungu, daun salam, serai, bawang putih, garam, merica dan air ke dalam magic com, aduk rata, masak sampai matang.
•Saat tanda sudah berpindah ke 'warm' aduk rata, diamkan 15-30 menit.
•Siap disajikan dengan pelengkap.

Note:
•Jumlah air disesuaikan dengan selera ya, saya nggak suka nasi yang 'kemrutuk' misah-misah *duh piye bosone yo 😅, lebih suka nasi yang lembut, jadi saya pakai 600 ml air, karena kandungan air akan berkurang dengan sendirinya jika berada di magiccom terus-menerus.
•Tuang tumisan bawang putih seminyak2nya biar tambah wenak, begitu kata Mb Anitajoyo 😋

Yuuukkk mamam nasi unyuuu 😋😋



Salam,



Lisa.

Sabtu, 15 Juni 2019

Prol Tape Santan Tanpa Telur

Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Selain masak, biasanya saya nyempetin bebikinan juga. Karena buat saya bisa bebikinan dan pepotoan dirumah itu sudah termasuk ‘me time’ banget. Walaupun yang dimasak ataupun yang dibikin bukan sesuatu yg ‘wah’. Alhamdulillah-nya lumayan mengalihkan ‘capek nyuapin yg lg GTM’, biar bisa semangat lg 💊ðŸŧ

Jadi sejak pindah ke Cilegon, saya pengen banget prol tape, tapi kebanyakan nemu resep yang pakai telur, susah nyari yang #eggless 😊 Setelah hampir sebulan #tsah akhirnya nemu juga dari blognya Mb Rina Audie, terima kasih resepnya Mb, ijin copas 🙏ðŸŧ😘

Selagi masih ada resep yang Eggless, saya bakalan ngotot usaha buat Eggless, karena si Adek masih alergian. Tapi Alhamdulillah udah jauh membaik, bisa menerima makanan yang mengandung telur sedikit demi sedikit, dan kami (saya dan suami) masih struggle mencari cara untuk memperkuat imunnya, mencari akar permasalahan alergi ini, biar sehat semua jiwa raganya, semoga segera ketemu akar masalahnya, imunnya makin kuat, semangat 💊ðŸŧ

Nah, buat yang alergian juga, bisa cobain resep ini, rasanya tetep mantul, nggak kalah sama yang pakai telur dan saya suka pas kejunya kering menuju gosong, uenaakkk... cocok dicemil sambil ngeteh-ngeteh cantik 😋 karena saya nggak suka kopi, jadi ngeteh aja yaaa 😅




——-
Prol Tape Santan Tanpa Telur
Source: blog Mb @rinaaudie 
.
Bahan:
125 gr butter margarin
75 ml santan kental instan
500 gr tape singkong matang, manis n empuk
40 ml susu kental manis
100 gr gula pasir
50 gr tepung terigu pro sedang
25 gr tepung tapioka
27 gr susu bubuk (1 sachet)
50 gr keju cheddar parut
.
Cara Membuat:
•Lelehkan butter margarin, tunggu agak dingin, masukkan santan kental instan, aduk rata. Sisihkan.
•Campur tepung terigu, tepung tapioka dan susu bubuk, aduk rata, sisihkan.
•Campur tape, skm & gula pasir dg garpu, aduk rata.
•Masukkan campuran tepung berselang-seling dg campuran butter margarin dan santan ke dlm adonan tape, aduk rata, adonan yg terbentuk memang agak padat.
•Tuang ke dlm loyang 20x20 cm yg sudah dialasi kertas roti dan diolesi margarin. 
•Ratakan permukaannya dg spatula, taburi dg keju parut.
•Panggang dg suhu 180’ C selama 1 jam/ hingga matang, sesuaikan dg suhu oven masing2, angkat.
•Potong2, siap disajikan 😋😋




Kunci utama resep ini ada di Tapenya, jadi pilih tapenya yang matang dan manis. Tapenya udah manis, tapi kenapa masih perlu SKM dan gula pasir? Masih ya siz, saya pun meragukan itu awalnya, tapi nggak berani ngutak-atik, Pengen tahu aslinya dulu. Daaan menurut saya takarannya ini udah pas banget sih, ya kalau ada beda segram-dua gram masih its okey-lah... 

Dan ini cuma modal aduk-aduk doang coba, gampang banget pokoknya, nggak berasa lagi baking, karena nggak butuh banyak usaha udah mantul aja rasanya 😂😂 cuma manggangnya aja yang lama banget. Tahu-tahu udah harum aja, wanginya kemana-mana.

Yuuukkk bikin juga...
Happy baking 💕




Salam,



Lisa.