Jumat, 27 Oktober 2017

Choco Pandan Chiffon Cake



Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Chiffon Cake lagiii... yes, jangan bosen yaaa...

Chiffon cake lakuuu banget dirumah, semua suka, jadi cepet habisnya, bikin semangat baking kalau cepet laku begini, hihihi.

Pandan Chiffon Cake adalah jenis chiffon cake kedua yang saya buat saat saya belajar membuat Chiffon Cake. Nggak beda jauh dengan Chocolate Chiffon Cake, hanya disesuaikan saja dengan banyaknya telur dan cokelat. Tetep pakai resepnya ci @tintinrayner ya. Dan tetep juga, ditambahkan chococips biar ada rasa manis-manisnya cokelat. Jadi wangi pandan dengan taburan chococips. Hhmm... yummy deh...
Yuuk bikin...



Choco Pandan Chiffon Cake

Bahan:
Bahan A:
7 butir kuning telur
130 ml santan instant
70 ml minyak
140 gr tepung terigu protein rendah
1 sdt pasta pandan
25 gr Chocochips

Bahan B:
7 butir putih telur
140 gr gula pasir
½ sdt cream of tar-tar
¼ sdt garam

Cara Membuat:
Adonan I:

  • Kocok lepas kuning telur dengan menggunakan whisker selama kurang lebih 1 menit, masukkan santan dan minyak, aduk rata.
  • Masukkan tepung terigu dan pasta pandan, aduk rata, sisihkan.


Adonan II:

  • Kocok putih telur dan cream of tar-tar sampai mulai berbusa, masukkan gula pasir 3 kali secara bertahap sambil terus dikocok sampai mengembang stiff peak, jika baskom dibalik, adonan tidak akan tumpah.
  • Masukkan Adonan II ke Adonan I secara bertahap 3-4 kali sambil diaduk menggunakan spatula dengan teknik aduk lipat (folding).
  • Masukkan Chocochips, aduk asal rata.
  • Tuang dalam loyang chiffon tanpa dioles apapun.
  • Panggang dengan suhu 160’ selama 55 menit atau hingga matang.
  • Keluarkan dari oven, segera tangkupkan di atas botol, tunggu hingga mencapai suhu ruang, sisir dengan pisau atau spatula chiffon di sekelilingnya.
  • Siap disajikan.



Belum mahir ngeluarin Chiffon Cake dengan mulus, jadinya belajar terus dan terus belajar. Yang nggak mulus mana? Ya diumpetin laaahh, yang mulus-mulus aja yang ditunjukkin, hehehe. Untung yang suka banyak, jadi bikin berkali-kalipun nggak masalah, banyak yang suka dan cepet habis, hehehe.



Happy baking ^^





Salam,



Lisa.

Kamis, 26 Oktober 2017

Macaron

Macaron

Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
 
Macarons? Makanan apa ini? Entah. Saya kurang kekinian, katrok dengan biskuit atau cemilan-cemilan seperti ini. Pertama kali saya lihat bentukan macaron adalah dalam bentuk props foto saat ikutan workshop-nya mb Ariana. Saat teman-teman sesama workshop bilang macaron-macaron, saya nggak ‘ngeh’ sama sekali. Nggak lama dari itu, ooh, ini semacam biskuit atau cemilan ternyata. Tapi nggak pernah tertarik nyoba atau gimana. Nggak pernah tahu juga sebelumnya, jadi ya lewat gitu aja. Pernah lihat gambarnya aja di Google. That’s all. Nothing Special.

Beberapa bulan ini saya tergabung dalam grup atau komunitas baking di instagram dengan nama @baking_bareng (BB). Isinya mirip dengan grup atau komunitas lainnya, memiliki tema tantangan setiap minggunya. Bedanya dengan yang lain? Saya tergabung dalam grup what’s app. Jadi, kebayang dong ramenya hp saya tiap harinya gara-gara ada grup baking itu, hehehe. Apaaa aja dibahas, selain tema mingguan tentunya. Tapi, dari grup ini saya belajar banyak hal dari mbak-mbak yang jago baking. Next, saya ceritain terpisah acara kopdaran dengan grup ini ya.

Nah, tema dua minggu ini adalah tentang Macaron. Yang dari awal saya gabung di grup selalu jadi tema yang banyak banget dibicarakan, bukan karena banyak yang ngefans, tapi karena ditunda-tunda biar nggak dijadiin tema sama admin, hehehe. Yang katanya inilah, itulah, susahlah intinya. Nah saya? Nggak ambil pusing dong, wong makan yang gratis aja belum pernah, apalagi beli! Ya kaaannn... Jadi di minggu pertama saya masih males-malesan aja, belum beli tepung almond juga. Di minggu terakhir ini, akhirnya nyoba bikin juga. Alhamdulillah, berhasil on first trial. Yeeee... ternyata, begono toh rasanya, nggak se-hitz dramanya di grup BB, terlalu tinggi pula levelnya untuk lidah ‘ndeso’ saya.

Tapi, not bad-lah ya, untuk first trial langsung berhasil. *self claimed. Meskipun masih belum rapi dan belum mulus, nggak apa-apa, nggak usah tinggi-tinggi juga ‘heels’-nya, flat aja dulu, kan masih belajar. Yuuk bikin...



Macarons
Source: @mitry1708

Macaron Shell
Bahan:
85 gr putih telur suhu ruang
100 gr almond powder
125 gr icing sugar
55 gr castor sugar
¼ sdt cream of tar-tar
2 tetes pewarna merah cabe

Cara Membuat:

  • Campur almond powder dan gula icing, ayak minimal tiga kali.
  • Kocok putih telur dengan speed rendah sampai berbusa, tuang gula castor sedikit demi sedikit sampai putih, naikkan ke speed sedang, masukkan cream of tar-tar, naikkan lagi ke speed tinggi, kocok terus sampai mendekati level stiff peak (saat whisk diangkat terbentuk jambul lancip, dan ketika wadah dibalik, adonan tidak jatuh).
  • Masukkan campuran tepung almond sedikit demi sedikit, aduk balik dan tekan perlahan, tambahkan 2 tetes pewarna merah cabe, aduk kembali sampai diperoleh lava consistency (konsistensi adonan jika disendokkan turun secara lambat).
  • Masukkan adonan ke dalam piping bag, gunting ujungnya, semprotkan ke atas silocon mat sesuai pola.
  • Hentak-hentakkan di meja untuk mengeluarkan air bubbles.
  • Angin-anginkan 1-2 jam atau sampai permukaan macaron kering sentuh.
  • Panaskan oven di suhu 160’ C selama 10 menit, panggang macaron selama 15-20 menit. ONE TRAY ONE TIME.
  • Langsung keluarkan, angin-anginkan selama 1-2 jam, baru lepaskan dari mat.
  • Macaron Shell siap diisi filling sesuai selera.

Strawberry Filling
Bahan:
50 gr butter margarin
2 sdm gula icing
1 sdm selai strawberry
2 tetes pewarna merah cabe

Cara Membuat:

  • Kocok butter margarin sampai pucat, masukkan icing sugar, kocok kembali hingga kaku.
  • Masukkan selai strawberry dan 2 tetes pewarna merah cabe, kocok hingga rata.
  • Siap digunakan.

Topping:
DCC leleh dan trimis.



Ternyata, agak rempong ya bikinnya. Yes rempong bener. Pantesan aja kalau harga dipasaran melambung luar biasa. Nggak heran, karena memang bikinnya lumayan rempong. Ini beberapa tips dari pengalaman saya dan teman-teman di grup tentang macaron.


  • Untuk tahap persiapan, Step pertama keluarkan dulu putih telur dari kulkas. Yes, putih telur yang digunakan harus yang suhu ruang. Kebetulan saya memiliki putih telur dari sisa bebikinan kue-kue yang memanfaatkan kuningnya aja. Jadi nggak perlu mecahin telur baru.
  • Step kedua adalah grind dan ayak. Step ini menentukan banget mulus dan enggaknya permukaan macaron kita nanti. Semakin halus tepung, Insya Allah semakin mulus juga permukaan macaron. Beberapa teman saya di grup telaten banget grind berkali-kali dan ayak berkali-kali. Saya nggak punya food processor, jadi sudah pasti nggak saya grind ulang. Kenapa nggak pakai blender untuk menghaluskannya lagi? Enggak. Karena kondisi tepung almond saya sudah kering, tidak saya simpan di kulkas, jadi tidak lembab. Jika saya memaksa blend ulang dengan blender, tepung saya akan lebih halus, tapi, akan lembab juga, karena proses blender membuat tepung menjadi panas. Kondisi TEPUNG ALMOND HARUS BENAR-BENAR KERING. Jadi, jika sebelumnya berada di dalam kulkas, atau melalui proses blend atau grind, silakan jemur atau angin-anginkan sebentar sampai kondisi tepung almond benar-benar kering (tidak menempel di jari ketika disentuh). Begitu juga kalau teman-teman memiliki stok kacang almond sendiri, bisa memproses grind-jemur sendiri sampai diperoleh tepung almong yang halus dan kering. Tentu, menggiling sendiri membutuhkan effort lebih karena setelah proses grind tepung akan panas dan lembab, tidak mungkin sekali grind langsung halus, selain itu, kacang almond akan mengeluarkan minyak almond saat proses menggiling, jadi untuk mendapatkan tepung almond yang halus dari kacang, memang melalui proses giling dan jemur berkali-kali. Nggak mau repot, silakan beli di Toko Bahan Kue (TBK) terdekat. Hanya saja perlu di grind dan ayak ulang agar lebih halus. Saya hanya mengayak sebanyak tiga kali. Itupun manual, belum punya flour shifter, jadi lumayan bikin tangan pegel, hehehe.
  • Pengocokan putih telur bertahap dari speed rendah ke tinggi, seperti yang saya tulis di resep. Pengocokan sampai mendekati level stiff peak, saat whisk diangkat terbentuk jambul lancip, dan ketika wadah dibalik, adonan tidak jatuh. Hampir sama saat kita mengocok putih telur untuk chiffon cake, hanya perlu lebih memperhatikan kocokan. Untuk tandanya gimana, saya lebih mengandalkan feeling sih, jadi bingung gimana mau menjelaskannya. Tapi, biasanya saya memakan patokan waktu, antara 10-15 menit. Tapi, jangan pula terpaut dengan waktu saya, tergantung kondisi putih telurnya juga. Perlu banyak berlatih.
  • Proses pencampuran bahan kering ke dalam meringue menggunakan teknik aduk balik dengan spatula. Aduk perlahan sambil ditekan-tekan sampai terbentuk lava consistency atau ribbon stage, jika disendokkan adonan akan turun secara lambat membentuk pita melipat-lipat. DO NOT UNDER MIX or OVER MIX. UNDER MIX membuat ‘heels’ tidak akan keluar. Sementara OVER MIX adonan akan menjadi lebih cair dan akan lebih melebar saat dipanggang.
  • Setelah disemprotkan ke silpat atau silicon mat, hentak-hentakkan beberapa kali untuk mengeluarkan air bubbles atau gelembung udara di permukaan macaron. Jika tidak pecah saat dihentakkan, boleh ditusuk dengan menggunakan tusuk gigi.
  • Angin-anginkan macaron setelah disemprotkan sampai permukaan macaron kering sentuh. Jika tidak benar-benar kering, macaron akan mengkerut atau kisut permukaannya saat dipanggang.
  • Proses pemangganganpun tidak boleh terlalu panas. Jika suhu terlalu panas, macaron akan retak atau crack permukaannya. Proses pemanggangan hanya boleh ONE TRAY ONE TIME. Agar tidak ada macaron yang mengkerut permukaannya. Suhu terlalu panas juga menyebabkan permukaan macaron berwarna kecoklatan sementara waktu pemanggangan belum selesai, maka boleh diletakkan di rak tengah, letakkan tray kosong di rak atas untuk menghalangi panas.
  • Jika ‘heels’ sudah terbentuk, dan waktu pemanggangan sudah cukup, segera keluarkan tray, angin-anginkan macaron, agar mengeras dengan sendirinya. Jika sudah mengeras, akan mudah dilepaskan dari silpat atau silicon mat.

Rempong ya? Bangeeet! Jadi paham kan sekarang kenapa harganya bisa sebegitu mahalnya? Padahal bentukan dan rasanya juga gitu-gitu doang, Hehehe. Yuuk ah, coba bikin macaron sekali-sekali, uji nyali dengan macaron. Belajar mengenali diri sendiri, menguji sebatas apa kesabaran dan ketelatenan kita melalui macaron. Insya Allah berhasil kalau memang niat belajar. Semangaaaattt...




Salam,

Lisa.

Sabtu, 21 Oktober 2017

Sayur Bening (Bayam)



Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Weekend itu waktunya males-malesan ya, hihihi. Jadi menu ini jadi penyelamat banget dikala mager. Daily menu sederhana yang sering banget dimasak. Saking gampangnya, kupas, iris, cemplung-cemplung, mendidih, jadi. Cepet banget dah. Nggak pake mikir lama.

Yakin banget juga kalau semua orang pasti langsung bisa masak ini. Tapi, lain cerita kalau bukan orang Jawa, nggak punya saudara orang Jawa, nggak pernah main ke Pulau Jawa, apalagi makan masakan Jawa. Hehehe.



Sayur Bening (Bayam)

Bahan:
1 ikat Bayam, siangi, cuci bersih
1 batang wortel, iris tipis, serong
1 tongkol jagung manis, pipil
1000 ml air

Bumbu:
3 siung bawang merah, iris tipis
3 siung bawang putih, iris tipis
2 batang temu kunci, kupas
2 sdt garam
1 sdm gula pasir

Cara Membuat:

  • Masak air, masukkan jagung manis pipil, rebus hingga lunak dan empuk.
  • Tambahkan wortel, bayam, bawang merah iris, bawang putih iris, dan temu kunci.
  • Masukkan garam dan gula pasir, tes rasa.
  • Masak hingga mendidih dan segera matikan api.
  • Angkat dan sajikan dengan taburan bawang merah goreng.



Tuh kan cuma gitu doang sudah jadi aja. Sayur ini cenderung dominan dengan rasa manis ya. Seger banget dimakan pas cuaca lagi panas-panasnya. Lauknya pun bisa dipadu-padankan dengan macam-macam, tergantung selera. Sayangnya, sayur ini nggak bisa tahan lama, harus habis seketika itu juga. Rasa segarnya sudah jauh berkurang jika harus melalui proses pemanasan ulang. Jadi harus habis yaaa...

Semoga bermanfaat...
Happy cooking ^^



Salam,


Lisa.