Sabtu, 22 April 2017

Sayur Krecek Tahu



Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Gara-gara tantangan komunitas @cooking_baking_club via instagram, saya baru sadar kalau saya sering masak masakan ini. Menurut mb founder dan adminnya sih masakan yang berbahan dasar Krecek/ kulit Sapi ini berasal dari sekitaran Jawa Tengah dan Yogyakarta. Bisa jadi karena pengaruh Krecek yang ada pada masakan Gudeg Yogya.

Tapi seberanya saya nggak tahu sih, asal masakan ini darimana, Cuma sering dimasak aja di rumah orang tua saya dan rumah mertua saya, dan kebetulan kami (saya dan suami saya) pun juga suka. Akhirnya setelah tinggal sendiri dengan suami, saya pun melanjutkan eksistensi masakan itu dengan memasukkannya ke daily menu kami.



Sayur Krecek Tahu

Bahan:
250 gr Krecek, rebus sampai empuk, iris kotak-kotak
5 buah tahu, cuci, potong dadu, goreng sampai berkulit tipis
2 buah kentang, kupas, cuci, potong dadu, rebus hingga empuk
2 buah cabe merah besar, iris tipis
800 ml santan
4 sdm minyak goreng untuk menumis

Bumbu halus:
7 buah bawang merah
4 siuang bawang putih
3 buah cabe keriting
1 sdt merica bubuk
1 sdt garam

Bumbu sayur:
1 buah bawang bombay, iris kasar
1 cm lengkuas, memarkan
1 batang serai, memarkan
2 lembar daun salam
1 sdm gula pasir

Cara Membuat:

  • Tumis bumbu halus hingga harum, kemudian masukkan irisan bawang bombay, irisan cabe merah, lengkuas, serai dan daun salam, aduk hingga layu.
  • Masukkan krecek, tahu dan kentang, aduk sebentar kemudian tuangi santan. Lakukan test rasa.
  • Masak hingga mendidih dan bumbu meresap.
  • Angkat dan sajikan dengan sepiring nasi hangat.


Gampang yah bikinnya? Tapi masakan yang ini berkuah banyak, berbeda dengan masakan Krecek yang biasa ada bersama sepaket Gudeg Yogya. Ini masakan yang sering ada di rumah kami. Untuk yang suka pedas, bisa menambahkan cabe lebih banyak, irisan cabe rawit misalnya.

Sajikan dengan taburan bawang goreng bersama nasi hangat. Hhmm, nikmatnyaaa...

Semoga bermanfaat ya ^^





Salam,


Lisa.

Jumat, 21 April 2017

Three Color Ogura



Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Nemu info tentang Ogura di salah satu caption instagram, bahwa ternyata Ogura Cake itu berasal dari Batu Pahat, Malaysia.

‘Ogura’ is Japanese Surename, means lovesick. Is there a  love story behind the cake? No, There isn’t. Some baker in Batu Pahat just invented the name.

Kira-kira begitu yang saya baca, dan selama ini saya hanya menikmati euforianya bikin dengan berbagai warna dan aroma tanpa tahu informasi baking apa yang ada dibalik Ogura Cake, hehehe

Ya sudahlah, nggak apa-apa lah ya, yang penting jadinya tetep enak. Saya masih pakai resep modifan ci Tintin Rayner ya, sudah beberapa kali bake dengan resep ini, perlahan sudah mulai cocok, sudah nemu feel-nya. Sudah pernah juga saya post di sini, dengan tambahan pasta Vanilla dan poppy seeds.

Nah yang sekarang, nggak mau macem-macem sih, cuma lagi agak bosen aja, jadi pengen bikin yang gampang tapi tetep warna-warni. Hyuuk...



Three Color Ogura

Bahan A:
5 butir kuning telur
1 butir telur utuh
65 ml minyak goreng
65 ml santan instan
65 gr tepung Kunci
15 gr tepung maizena
Pasta Cokelat dan Mocca secukupnya

Bahan B:
5 butir putih telur
100 gr gula pasir
½ sdt air jeruk nipis

Cara Membuat:

  • Bahan A: Buat lubang di tengah-tengah bahan kering, masukkan bahan cair kemudian aduk rata sampai licin dengan menggunakan whisker.
  • Bahan B: Kocok putih telur dan air jeruk nipis sampai mulai berbusa, masukkan gula pasir 3 kali secara bertahap sambil terus dikocok sampai mengembang soft peak, jika mixer diangkat akan menimbulkan jambul melengkung pada adonan.
  • Masukkan bahan B ke dalam Bahan A secara bertahap 3-4 kali sambil diaduk menggunakan spatula dengan teknik aduk lipat (folding).
  • Bagi adonan menjadi tiga bagian, beri satu bagian adonan dengan pasta cokelat, satu bagian lain dengan pasta mocca, dan satu bagian tanpa warna. Aduk rata menggunakan spatula dengan teknik aduk lipat (folding).
  • Sendokkan secara berselang-seling dengan menggunakan sendok sayur hingga habis ke dalam loyang teflon yang sudah dialas kertas roti. Buat beberapa garis vertikal dan horizontal pada adonan dengan menggunakan sumpit.
  • Panggang dengan sistem Au Bain Marie (Loyang adonan dialasi loyang lain yang berukuran lebih besar dan diisi air setinggi 1.5 cm).
  • Panggang dengan suhu 160’ selama 50 menit atau hingga matang.




Awalnya agak dag-dig-dug sih, karena dua adonan yang diberi pasta menjadi agak lebih encer daripada satu adonan yang tanpa diberi pasta. Tapi Alhamdulillah tetep berhasil dengan bonus motif cantik. Langsung berasa sumringah saat motong-motong, padahal sudah bayangin kalau polanya bakalan absurd. Hehehe.

Karena saya memakai dua macam pasta, jadi aromanya pun campur-campur, antara cokelat dan mocca, aroma galau yang menuh-menuhin rumah. Kalau soal rasa, nggak usah ditanya, seperti biasa, lembut, moist, kayak lagi makan spon busa, tahu-tahu udah habis banyak aja.
Yuukk bikiin...

Happy baking^^




Salam,

 
Lisa.

Rabu, 19 April 2017

Choco Banana Cake



Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Ini pertama kalinya saya ikutan grup Let’s Baking Together (LBT) via instagram. Tadinya sempet baca tentang LBT di blognya bunda Nina, tapi nggak pernah tahu grup itu ngapain dan dimana. Akhirnya nemu via instagram beberapa hari yang lalu, langsung deh ikutan follow dan iseng nimbrung. Ternyata grup ini agak berbeda dari grup baking-cooking yang saya ikuti via instagram. Bedanya apa? Grup ini lebih serius banget kayaknya buat cooking n baking, berbeda dengan kebanyakan grup lain. Periode challenge lebih lama dari yang lain, sekitar tiga sampai empat minggu. Sementara setahu saya biasanya jangka waktu challenge memasak terpendek adalah sekitar satu minggu. Makanya saya jarang banget ikutan challenge, hehehe. Kedua, ada beberapa poin penilaian dari founder ataupun Host. Jadi nggak asal-asalan gitu. Saya nggak menyebutkan challenge yang dibuat grup lain itu asal-asalan ya, bukan. Maksud saya, serius baking-nya gitu, udah kayak lomba beneran, hehehe.

Nah, gara-gara kepo sama LBT, akhirnya saya nyoba ikutan challenge yang disebut PR bulanan oleh para LBT’ers. Apa PR bulan ini untuk para LBT’ers? Banana Cake. Inilah serunya ikutan challenge. Kita jadi banyak belajar, rame-rame. Kebetulan saya memang belum pernah bikin Banana Cake. Agak kurang suka juga sih sebenernya, soalnya takut eneg aja. Agak trauma aja mungkin, soalnya saya pernah nyobain Banana Cake buatan teman saya, potongannya besar-besar dan terlalu manis buat saya, jadinya eneg banget. Jadi sempet mikir-mikir buat ikutan challenge ini, takut nggak doyan sama hasilnya, hehehe.

Setelah pilah-pilih resep akhirnya nekat nyobain resepnya cici idola, siapa lagi kalau bukan Ci Tintin Rayner. Resepnya saya modif dikiiit banget, sesuai dengan bahan apa yang saya miliki. Yuukk...



Choco Banana Cake
Source: @tintinrayner

Modified by me

Bahan:
180 gr Tepung Kunci
1 ½ sdt Baking Powder
½ sdt Baking Soda
½ sdt Cinnamon Powder
3 butir telur, kocok lepas
120 gr gula pasir
30 gr gula palem
120 gr margarin, lelehkan
150 gr Pisang Raja, blender hingga halus
75 gr chococips

Cara Membuat:

  • Panaskan oven 180’ C.
  • Siapkan wadah adonan, masukkan tepung terigu, baking powder, baking soda dan kayu manis bubuk. Buat lubang di tengahnya, kemudian masukkan telur kocok, gula pasir dan gula palem, aduk dengan menggunakan whisker, kemudian masukkan margarin cair, aduk hingga basah dan tercampur rata.
  • Masukkan pisang halus dan chococips, aduk kembali hingga tercampur rata.
  • Tuang ke dalam loyang loaf medium yang sudah dialasi kertas roti dan dioles margarin tipis-tipis.
  • Panggang selama 40 menit atau hingga matang, lakukan tes tusuk.
  • Diamkan sampai hangat atau suhu agak turun baru keluarkan dari loyang dan potong-potong.
  • Siap disajikan hangat sambi ngeteh sore-sore.



Resepnya saya tambahin sedikit chococips ya, harapannya sih biar nggak eneg sama pisang doang. Jadi ada rasa cokelatnya sedikit.

Tadinya sih, maunya di hiasi irisan pisang di permukaan adonan, tapi setelah matang pisangnya nggak ada, kemana? Tenggelam ke tengah, jadi tengahnya agak lembek sebagai akibat ada irisan pisang yang tenggelam disitu. Hehehe.

Rasanya? Enak bangeeett... Nggak terlalu manis, manisnya pas banget. Rasa pisangnya juga pas. Atau mungkin gara-gara pisang saya kurang ya? Iya kali ya, hehehe. Jadi seharusnya pisangnya sebanyak 200 gr. Tapi buah pisang saya cuma sisa 150 gr, naggung banget kan, cuma kurang dikit, tapi males juga mau beli buat nambahin. Jadi ya seadanya aja. Eh, jadinya malah enak. Alhamdulillah.

Yuuk nyobain bikin...

Semoga bermanfaat ya ^^

Happy Baking^^


Salam,


Lisa.

Senin, 17 April 2017

Nasi Panggang Mozarella



Bismillahhirrahmannirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Terinspirasi dari nasi panggangnya bunda Nina, akhirnya saya iseng bikin buat sarapan. Itung-itung sambil ngehabisin sisa nasi putih, daripada dibikin nasi goreng, yang saya sampai sekarang nggak bisa, nggak pernah berhasil bikin nasi goreng, maka pilihannya adalah nekat nyobain bikin nasi panggang.

Nasi panggangnya saya modif dikiit banget sesuai dengan bahan-bahan yang ada dirumah, jadi suka-sukalah. Yuukk...

Nasi Panggang Mozarella

Bahan:
2 piring nasi putih (300 gr Nasi Putih)
2 siung bawang putih, cincang halus
½ butir bawang bombay, iris memanjang
3 buah sosis, iris sesuai selera
1 butir telur, kocok lepas, buat orak-arik
100 gr mix vegetable
2 sdm margarin
Garam secukupnya
Merica bubuk secukupnya
Saus Bolognese instant secukupnya, tumis dengan ½ butir bawang bombay

Topping:
Keju mozarella, iris melebar
Oregano

Cara Membuat:

  • Siapkan pinggan tahan panas, oles tipis dengan margarin, sisihkan.
  • Panaskan margarin, tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum dan layu kemudian masukkan sosis, aduk sebentar, masukkan telur orak-arik.
  • Masukkan nasi dan mix vegetable, bumbui dengan garam dan merica, aduk rata, tes rasa. Matikan api.
  • Tuang nasi di pinggan, diikuti dengan saus bolognese, kemudian tutup dengan lembaran keju mozarella di seluruh permukaannya, taburi oregano secukupnya.
  • Panggang selama kurleb 25 menit atau hingga keju meleleh.
  • Angkat dan sajikan hangat.


Untuk saus bolognesenya, sebaiknya dimasak sebentar dengan cara ditumis ya, biar sama-sama matang semua. Jadi saus bolognesenya bisa ditumis dengan menggunakan sedikit margarin dan irisan bawang bombay dari ½ butir bawang bombay.

Untuk kejunya, karena keju mozarella setelah masuk suhu ruang agak sulit di atur, maka, iris melebar saja, kemudian tutupkan menutupi seluruh permukaan nasi yang telah disiram saus bolognese matang. Jangan lupa juga untuk menaburkan sedikit oregano kering dipermukaannya untuk menambah aroma.

Isinya boleh suka-suka juga lho. karena saya punya mix vegetable di kulkas, jadi saya tambahkan sedikit untuk memperkaya rasa, biar nggak sepi dan tambah bergizi. Kalau nggak punya mix vegetable, bisa bikin sendiri dari irisan sayuran yang ada di rumah. Misalnya wortel, buncis, jagung manis, dll.

Jadinya? Enak dong... ada sensasi molor-molor yang gurih dari keju mozarellanya.

Yuuk bikin, biar leftover nasinya agak ‘naik kelas’ ...

Semoga bermanfaat ya^^

Happy baking ^^


Salam,


Lisa.